Selasa, 05 April 2011

EVALUASI FINANCIAL KLINIC IFPC EXPO

Alhamdulillah Independent Financial Planner Expo yang berlangsung tgl 26 Maret lalu berjalan lancar dan jumlah peserta cukup membludak dan memenuhi Assembly Hall Bapindo Plaza. Dan seharian itu Kurnia Consulting alhamdulillah bisa berpartisipasi dalam sesi free financial clinic kepada puluhan peserta.
Mudah2an acara yang insya Allah menjadi agenda rutin tahunan dan akan berlangsung di beberapa kota dapat memberikan manfaat bagi pesertanya. Amiin
Pada kesempatan ini saya ingin sharing tentang sesi financial clinic ni
apa saja sih permasalahan orang-orang or evaluasi buat peserta yang ikut sesi financial clinic. Kali ini saya sharing problem mrk aja dulu ya nanti lain kali kita sharing pemecahannya .

Hasil evaluasi buat peserta yang ikut sesi financial clinic Kurnia Consulting :
1. Tidak memiliki tujuan keuangan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang sehingga tidak memiliki perencanaan investasi yang jelas
2. tidak memiliki tabungan dana darurat, umumnya tabungan sebagian besar memiliki tetapi belum ada yang dialokasikan untuk dana darurat
3. Tidak memiliki asuransi kesehatan dan sudah merasa cukup dengan fasilitas askes dari kantornya padahal mrk tidak mengetahui detil apa kebutuhan asuransi nya sudah memadai.
4. Karena tidak memiliki rencana investasi maka sisa cashflow bulanan tidak teralokasikan dengan baik sehingga habis sia-sia tidak jelas
5. Lajang banyak juga yang memiliki asuransi jiwa padahal belum memiliki tanggungan yang harus dicover resiko jika terjadi musibah
6. Banyak yang memiliki asuransi jiwa tetapi tidak tahu apakah Uang Pertanggungan cukup atau tidak bahkan banyak yang tidak tahu berapa nilai UP yang didapat jika terjadi musibah
7. rasio likuiditas keuangan terlalu tinggi banyak yang menyimpan di kas tetapi sedikit di investasikan
8. Asuransi digabungkan dengan investasi jadi beban bulanan cukup besar tetapi tidak diketahui coverage resiko maupun nilai investasinya berapa.. dan mereka tidak pernah melakukan evaluasii
9. Tidak memiliki perencanaan dana pendidikan anak
10. Tidak memiliki perencanaan pensiun dan menyerahkan nasibnya pada pensiun plan dari kantornya
11. penghasilan naik tetapi tidak memiliki tabungan karena tidak pernah mengalokasikan khusus untuk ditabungkan
12. Belum memiliki tujuan keuangan mana yang prioritas dan yang realistis untuk diupayakan..kalaupun memiliki tujuan keuangan terlalu muluk dan ingin dipenuhi semuanya dalam jangka pendek.

Ok apa lagi ya... kayaknya segitu dulu ya evaluasinya... nanti dilanjut lagi. Bagaimana pemecahan dari problem di atas tar kita bahas satu persatu ya
Teria kasih
So hidup terencana akan lebih bermakna, rencanakan keuangan Anda


Wassalam

Sri Khurniatun
Managing Partner Kurnia Consulting
Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang

Senin, 03 Januari 2011

Resolusi Keuangan 2011

RESOLUSI KEUANGAN 2011

Oleh : Sri Khurniatun, MM, RFA*)

Tanpa terasa kita sudah memasuki tahun 1432 H/2011 M. Banyak pengamat ekonomi memprediksi tahun 2011 lebih baik daripada tahun lalu. Kita tentunya berharap demikian dan apapun prediksi ekonomi negara yang jelas kita harus selalu mengoptimalkan produktifitas dan karya .
Ada baiknya di tahun baru ini kita sejenak menengok ke belakang atau melakukan refleksi dan muhasabah. Hasil dari evaluasi akhir tahun adalah sebuah resolusi awal tahun : sebuah komitmen untuk menjalankan sebuah perilaku atau gaya hidup yang lebih baik.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan “ (QS Al Hasyr : 18).
Apa pentingnya menyusun resolusi di awal tahun? Tentu saja banyak. Diantaranya dengan menyusun target maka kita akan fokus untuk mencapainya. Orang yang merencanakan hidupnya dan memiliki tujuan akan lebih terarah dibandingkan dengan orang yang hanya mengikuti arus. Tentunya asalkan dijalankan dengan konsisten dan realistis dalam menyusunnya.

Baik, kali ini saya akan mengajak Anda bersama-sama menyusun resolusi keuangan di tahun 2011. Resolusi ini diharapkan akan menumbuhkan kebiasaan yang baik dan membuang kebiasaan yang buruk dalam memperlakukan uang yang kita miliki. Ada beberapa hal yang kita tetapkan dalam resolusi tahun baru ini.

Pertama, kebiasaan berbelanja. Poin ini memang sulit untuk dilakukan apalagi bila selama ini Anda tergolong boros dan tidak pernah memiliki perencanaan dalam belanja. Bila kita tidak komit untuk mengubah perilaku ini maka akan terjebak dalam kesulitan yang lebih dalam. Maka sudah saatnya kita belanja bijak dengan membeli apa yang dibutuhkan dan menghindari keinginan yang tidak perlu. Panda-pandai juga memilih tempat belanja yang murah dan buatlah budget dalam belanja. Jangan lupa belanja sebatas apa yang dianggarkan dan usahakan catatlah setiap pengeluaran.

Kedua, lebih berhati-hati dengan hutang. Meskipun tawaran kemudahan berhutang banyak sekali tidak lantas mudah mengambil hutang baru. Cicilan hutang tidak boleh lebih dari 30 % penghasilan. Pilih hutang yang produktif untuk membeli barang yang mengalami potensi kenaikan harga. Bagaimana jika butuh barang konsumtif tetapi tidak mampu membelinya? Lebih baik menabung dulu dan menunda pembelian sampai uangnya cukup. Toh tidak terlalu penting dan mendesak harus ada saat ini. Bagi yang punya hutang segeralah dilunasi dan hindari hutang yang mengandung riba. Bayarlah hutang tepat waktu agar kredibilitas Anda sebagai peminjam tetap baik.

Ketiga, tentukan tujuan keuangan. Memiliki perencanaan dalam hidup akan jauh lebih bermakna daripada tidak sama sekali. Sudahkah Anda membuat tujuan keuangan yang ingin dicapai di tahun 2011? Tujuan keuangan hendaklah spesifik dan terukur serta realistis. Banyak teman yang segan menyusun tujuan keuangan karena merasa tidak pernah berhasil mencapainya. Menurut saya beliau tidak memiliki keyakinan yang kuat dan mungkin saja tujuan keuangannya tidak terukur dan tidak realistis. Bagi saya memiliki tujuan keuangan justru memudahkan kita untuk menyusun perencanaan berapa uang yang harus kita tabung dan investasikan untuk mencapainya.
Bagi yang belum memiliki tujuan keuangan mulailah menyusun dari sekarang karena momennya pas di awal tahun. Mulailah dari tujuan keuangan jangka pendek ( 1 tahun ke depan atau sepanjang tahun 2011) atau tujuan keuangan jangka panjang (3 atau 5 tahun ke depan). Jangka pendek bisa dilakukan dengan menabung di bank untuk mencapainya. Sementara jangka panjang bisa berinvestasi pada produk yang potensi imbal hasilnya lebih bagus dalam jangka panjang seperti emas, reksadana syariah atau saham syariah. Tujuan keuangan apa saja yang harus dimiliki keluarga? Prioritas adalah memiliki dana darurat, pendidikan anak, pensiun, naik haji/umroh, beli rumah, kendaraan, liburan, dan lain-lain. Bila Anda ingin minta bantuan untuk menghitung kebutuhan investasinya, silakan berkonsultasi dengan perencana keuangan.

Keempat, miliki proteksi. Anda perlu memiliki dana darurat untuk berjaga-jaga jika terjadi musibah. Minimal siapkan dana darurat sebesar 3 bulan pengeluaran untuk dana cadangan. Selain itu untuk mengcover resiko sakit lebih efisien jika membeli asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga, dan asuransi jiwa untuk kepala keluarga.

Kelima, lakukan financial check up rutin. Tiap tahun lakukan perhitungan terhadap per tumbuhan asset yang Anda miliki. Apakah kekayaan Anda positif artinya asset lebih besar dibandingkan dengan hutang ataukah justru negatif artinya lebih besar porsi hutang dibandingkan harta. Bila Anda ingin meningkatkan kekayaan sudah saatnya mengurangi hutang konsumtif dan memperbanyak asset produktif. Financial check up ini penting untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini terutama untuk mengetahui kesehatan keuangan Anda. Ada banyak hal yang harus di check up yaitu pertumbuhan asset, penghasilan, pengeluaran, dana cadangan, hutang, kondisi investasi, dan lain-lain. Financial check up ini perlu dilakukan rutin sebagai evaluasi terhadap kondisi keuangan Anda. Dengan melakukan ini kita dapat mengatur strategi untuk memperbaiki kondisi keuangan kita. Ini mendukung untuk mencapai perencanaan keuangan lebih tepat.

Keenam, mencari penghasilan tambahan. Ini bertujuan agar penghasilan Anda lebih baik dari tahun sebelumnya. Tantangan hidup ke depan makin sulit dimana kebutuhan hidup semakin meningkat dan harga-harga juga tambah melambung. Maka kita harus mencari sumber sumber income tambahan. Anda harus kreatif dan lebih produktif. Manfaatkan hobi Anda dan update terus keahlian yang bisa dijual. Misalnya hobi fotografi. Anda bisa menawarkan diri menjadi fotografer media, atau hobi menulis bisa menyusun buku, dll. Dengan melakukan hal-hal yang Anda sukai segala sesuatu terasa lebih ringan dan menyenangkan. Insya Allah juga bisa menambah pundi-pundi finansial Anda.
Bagaimana dengan Anda? Semoga tahun 2011 ini merupakan momentum Anda untuk meraih kehidupan keuangan yang lebih baik. Ingat hikmah dari firman Allah “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib manusia, kecuali mereka mengubah dirinya sendiri,” (QS Ar Raad : 11).

Yang penting lakukan mulai dari yang kita bisa dulu sambil terus meningkatkan ilmu dan ikhtiar kita. Insya Alllah berbuah manfaat dan keberkahan hidup. Orang yang terus memperbaiki diri adalah tergolong orang-orang yang beruntung. Amin !

*) Penulis adalah perencana keuangan syariah, Managing Partner Kurnia Consulting dan pengarang buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang. Hampir sebagian besar content tulisan ini pernah dimuat di Majalah Pengusaha Muslim Edisi 2 bulan Pebruari 2010.

Kamis, 08 Juli 2010

MENGHADAPI KENAIKAN HARGA

Pertanyaan :
Salam kenal Ibu Sri,
Langsung saja, saya seorang ibu rumah tangga yang berbisnis makanan kecil-kecilan di rumah dan menerima pesanan. Hasilnya lumayan bisa menambah belanja dapur. Suami bekerja sebagai PNS dan tidak mempunyai penghasilan sampingan. Anak kami 3 orang. Beban hidup kami bertambah berat menghadapi kenaikan harga sembako di bulan ini. Boro-boro menabung buat belanja sehari-hari juga belum tentu cukup. Harga bahan baku dagangan juga naik jadi saya kepikiran buat menaikkan harga jualan tetapi takut kalau dagangan tidak laku. Adakah kiat-kiat dari Ibu untuk mengatasi permasalahan ini?

Annisa H
Jakarta Selatan

Jawaban :

Halo Ibu Annisa, senang sekali berkenalan dengan Anda.

Kita semua prihatin dengan kenaikan harga barang yang terjadi akibat harga sembako akibat kenaikan tariff dasar listrik yang naik mencapai 40 % - 50 % di bulan ini. Tetapi kita tidak boleh mengeluh dan meratapi kondisi ini. Kita harus hadapi kenyataan ini dengan tenang dengan mencari solusi terbaik dan terus meningkatkan kecerdasan finansial. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menyiasati kenaikan harga sehingga tetap bisa memenuhi kebutuhan kita dengan baik, antara lain :

1. Susunlah anggaran belanja bulanan

Anggaran bulanan membuat kita lebih terkendali dalam mengatur pengeluaran. Setiap awal bulan catatlah semua pengeluaran yang akan dilakukan. Tentu saja besar pengeluaran harus disesuaikan dengan penghasilan yang diterima. Kemudian patuhi anggaran tersebut.

2. Buatlah perencanaan keuangan dengan matang

Perencanaan keuangan ini penting agar setiap kebutuhan di masa depan sudah diperhitungkan sebelumnya dengan mempertimbangan kenaikan harga atau inflasi yang terjadi. Contohnya bila Anda tahun depan akan menyekolahkan anak Anda ke SMA dan butuh Uang Pangkal 5 juta rupiah , dan dengan asumsi kenaikan harga tahun depan 10 %, maka Uang Pangkal yang harus disiapkan menjadi 5 juta rupiah + 10 % X 5 juta = 5.500.000 rupiah. Lakukan setiap kebutuhan Anda di masa depan dengan perhitungan seperti ini sehingga kita lebih siap untuk menghadapi kenaikan harga dengan merencanakan sebelumnya.

3. Lakukan investasi pada produk yang bisa mengimbangi tingkat inflasi
Jaman sulit begini apa memungkinkan untuk investasi? Tetap perlu bu. Investasi tetap jalan biarpun pada kondisi apapun. Kita tidak tahu apakah di masa depan kondisi akan lebih sulit lagi. Sisihkan minimal 10 % penghasilan di depan begitu kita terima dan investasikan pada produk keuangan yang hasilnya bisa mengimbangi kenaikan harga. Contohnya : emas dan reksadana. Biasanya emas harganya hampir selalu naik kalau terjadi kenaikan harga barang. Emas yang cocok buat investasi adalah emas batangan atau emas koin. Reksadana adalah produk investasi yang dilakukan bersama-sama. Caranya adalah kita menyetor sejumlah dana pada lembaga yang bernama manajer investasi kemudian dana kita bersama investor lain diinvestasikan ke berbagai produk investasi seperti saham, obligasi, deposito,dll.

4. Bijak dalam pengeluaran
Lakukan evaluasi setiap pengeluaran yang dilakukan. Lihatlah komponen mana yang bisa dihemat. Berpikir ulang dahulu setiap melakukan pembelian. Prioritas belanja yang diperlukan dahulu. Carilah tempat belanja yang lebih murah. Usahakan jangan terlalu sering pergi ke pusat perbelanjaan. Bila akan berbelanja buatlah catatan terlebih dahulu sesuai anggaran yang disusun. Hemat pemakaian listrik dan telepon, dan rawatlah barang-barang di rumah dengan baik sehingga tidak cepat rusak.

5. Mencari penghasilan tambahan
Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi maka tindakan realistis adalah terus berikhtiar untuk mencari penghasilan tambahan. Untuk yang ini Bu Anissa sudah terbiasa berdagang. Tetapi mungkin belum optimal untuk memasarkan dalam skala lebih luas lagi misalnya tidak hanya dagang di rumah dan tunggu pesanan, tetapi tawarkan ke perkantoran, klub arisan, pengajian, dll. Ibu harus aktif dalam berbagai komunitas sehngga orang akan mengenal makanan buatan Ibu. Upaya lain misalnya libatkan anggota keluarga untuk aktif mencari penghasilan tambahan ini. Potensi suami di luar jam kerja bisa digunakan, tidak ada salahnya melibatkan anak berjualan agar mengasah kecerdasan finansial sejak dini.

Kemudian untuk memutuskan harga dagangan Ibu dinaikkan atau tidak lakukan perhitungan dengan detil. Hitung kembali besarnya tambahan biaya produksi akibat ada kenaikan harga. Usahakan cari cara lain dibanding menaikkan harga agar tidak memberatkan konsumen, misalnya dengan mencari pengganti bahan baku yang lebih murah, atau dengan ukuran yang lebih kecil. Komunikasikan pada konsumen perihal ini dan ketika terpaksa menaikkan harga minta pertimbangan pada konsumen agar tidak memberatkan.
Demikian Ibu Annisa , semoga bisa membantu.

Jumat, 02 Juli 2010

Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Pembaca blog, ini tulisan saya yang dimuat di eramuslim.com.
Semoga bermanfaat


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam kenal Bu Sri,

Saya seorang calon ibu yang sedang mengandung anak pertama. Saya ingin memberikan masa depan yang baik untuk anak saya nantinya dengan memberikan pendidikan yang terbaik. Untuk itu saya ingin mempersiapkan dana pendidikannya. Pertanyaan saya :

1. Kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana pendidikan buat anak apakah pas mengandung atau nanti setelah melahirkan,
2. Bagaimana langkah-langkah untuk menyiapkan dana pendidikan anak,
3. Apa investasi yang tepat buat persiapan dana pendidikan anak saya? Terima kasih atas jawaban yang diberikan.

Riyanti – Sidoarjo, Jawa Timur
Jawaban

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Salam kenal kembali Ibu Riyanti,

Keputusan Anda untuk mempersiapkan dana pendidikan anak secara dini sangat tepat. Semakin panjang jangka waktu persiapannya akan memperingan Anda karena beban investasi lebih ringan. Apalagi data menunjukkan bahwa biaya pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan yang melebihi inflasi. Sebagai gambaran jika inflasi di negara kita 6–7 % maka biaya pendidikan bisa naik 10–20%. Apalagi pada sekolah unggulan/favorit yang untuk mendaftarpun bisa waiting list maka kenaikan biaya bisa lebih besar lagi. Waktu yang tepat buat mempersiapkan dana pendidikan anak tidak ada patokan yang baku. Anda bisa mempersiapkan sejak mengandung atau sesudah melahirkan. Intinya semakin cepat akan semakin baik dan ringan untuk berinvestasi.

Kemudian ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam perencanaan dana pendidikan antara lain :

1. Tentukan kapan dana dibutuhkan. Jika Anda sedang mengandung anak pertama maka dana untuk masuk TK dibutuhkan 5 tahun lagi. Dengan demikian waktu Anda berinvestasi untuk dana pendidikan TK selama 5 tahun.
2. Cari informasi dana pendidikan untuk anak Anda saat ini. Misalnya untuk TK tentukan standar sekolah yang diinginkan dan informasi keseluruhan biaya yang dibutuhkan, mulai dari uang pangkal, seragam, buku-buku, dan biaya extrakurikuler.
3. Kalikan dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahun hingga anak Anda masuk sekolah. Contohnya biaya pendidikan TK besarnya 5 juta, dengan asumsi kenaikan per tahun 10 %, maka dana yang dibutuhkan 5 tahun lagi sebesar = Rp 5 juta X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 = 8.857.085
4. Tentukan dana yang perlu ditabung per tahun atau perbulan. Untuk mengetahuinya perlu dicari asumsi imbal hasil dari investasi yang Anda lakukan. Maka dapat ditentukan tabungan per tahun atau per bulan. Semakin tinggi imbal hasil yang diharapkan maka tabungan semakin kecil.
5. Pilihlah produk investasi yang memberikan imbal hasil yang diharapkan, ada beberapa alternatif instrumen investasi yang dipilih dalam mempersiapkan dana pendidikan anak, antara lain :

1. Tabungan di Bank

Umumnya kebanyakan orang tua masih menggunakan cara menabung di bank dalam mempersiapkan dana pendidikan. Kelebihannya uang yang disimpan aman, hasilnya pasti. Kekurangannya memberikan bagi hasil yang rendah dan bila orang tua sebagai penabung meninggal dunia maka tabungan dana pendidikan akan terhenti. Tetapi untuk hal ini jangan khawatir karena saat ini produk tabungan pendidikan biasanya sudah ditambahkan manfaat asuransi jiwa. Jadi jika si penabung meninggal dunia maka setoran tabungan akan diteruskan oleh perusahaan asuransi hingga dananya tetap tersedia. Biasanya produk tabungan pendidikan ini tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo yaitu saat anak masuk sekolah.

2. Deposito Bank

Deposito bisa dilakukan bila Anda ingin melakukan investasi sekaligus di depan dan tidak disetor bulanan. Atau bisa dilakukan dengan setoran tabungan per bulan sampai jumlahnya mencapai yang disyaratkan bank untuk membuka deposito, tiap bank berbeda-beda tetapi umumnya di atas Rp 1 juta rupiah, barulah rekening dipindahkan ke deposito. Deposito umumnya memberikan bagi hasil lebih tinggi dari tabungan, aman, dan terjamin. Tetapi umumnya masih memberikan imbal hasil rendah sehingga perlu waktu lebih lama atau dana lebih besar agar dananya bisa mencukupi.
3. Asuransi Pendidikan

Cara kerjanya adalah Anda membayar sejumlah premi sekaligus atau berkala pada perusahaan asuransi. Selanjutnya orang tua akan mendapatkan dana pendidikan yang disesuaikan dengan tahapan masuk sekolah anak. Kelebihan asuransi pendidikan bila dana setoran terhenti karena penabung meninggal dunia maka perusahaan asuransi akan menjamin dana pendidikan tetap diberikan. Kekurangannya biasanya imbal hasil yang ditawarkan kecil, sehingga perlu dana lebih besar agar sesuai dengan kebutuhan dananya.

4. Emas

Berinvestasi dengan emas juga bisa menjadi alternatif karena harga emas biasanya mengalami kenaikan yang seimbang dengan inflasi. Emas juga bisa diterima di mana-mana. Kekurangannya butuh penyimpanan yang aman, dan harganya memang naik tetapi hanya mengimbangi inflasi sehingga belum memberikan imbal hasil yang memadai.


5. Reksadana

Merupakan investasi yang dilakukan secara berjamaah dengan menggabungkan seluruh uang investor dalam satu wadah yang dikelola manajer investasi. Biasanya oleh manajer investasi uang akan diinvestasikan pada produk keuangan seperti deposito, saham dan obligasi. Kelebihan biasanya memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada produk keuangan lainnya karena dikelola manajer investasi dan investasi pada produk yang memiliki keuntungan lebih tinggi. Kekurangannya sebagaimana kaidah yang berlaku dalam investasi, makin besar potensi untung resiko juga tinggi karena nilai reksadana bisa turun sehingga mengurangi jumlah uang yang diinvestasikan.

6. Tanah atau properti

Ini bisa dilakukan bila jangka waktu persiapan dana pendidikan masih cukup panjang misalnya lebih dari 10 tahun. Properti dan tanah memang kenaikan harganya cukup tinggi diatas nilai inflasi, tetapi perlu dana investasi yang besar untuk membelinya dan properti/tanah dananya tidak mudah dicairkan dalam waktu cepat.

Demikian Ibu Riyanti, semoga bisa membantu.

Selamat mempersiapkan dana pendidikan anak Anda.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Sri Khurniatun, MM, RFA
Managing Director Kurnia Consulting
dan Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang.

Kamis, 24 Juni 2010

Asuransi Unitlink dan Non Unitlink

Teman2 pembaca blog
ini tulisan saya diportal Eramuslim
Semoga bermanfaat
terima kasih



Assalamu’alaikum,

Salam kenal ibu Sri,

Perkenalkan saya Eddy, profesi pebisnis rumah makan di Yogyakarta. Saya ada pertanyaan tentang perencanaan keuangan. Sekarang ini banyak penawaran asuransi untuk pendidikan anak yang berbasis Unit Link. Bisa ibu jelaskan apa kelebihan
dan kekurangan asuransi Unit Link dengan asuransi yang Non Unit Link?

Kemudian saya sudah punya asuransi yang non unit link, menurut agen salah satu perusahaan asuransi mengatakan kalau asuransi yang saya miliki masih kurang & perlu di tambah lagi. Pertanyaan saya bagaimana menentukan/menghitung bahwa asuransi yang saya miliki saat ini masih kurang dan perlu di tambah lagi? Mohon pencerahannya.

Terima kasih

Eddy – Yogyakarta
Jawaban

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Salam kenal kembali Bapak Eddy, senang menerima pertanyaan Anda.

Saat ini banyak banget produk investasi, mulai dari reksadana yang dikemas dengan tabungan di bank, dan ada juga asuransi yang dikemas dengan instrumen investasi atau dikenal dengan Unit Link. Unitlink menawarkan kemudahan berasurani sekaligus berinvestasi. Artinya selain mendapatkan manfaat proteksi asuransi Anda juga sekaligus berinvestasi. Bisa kita rumuskan unitlink = asuransi + reksadana.

Apa keuntungan berinvestasi di unit link dibandingkan beli asuransi biasa? Umumnya asuransi biasa misalnya asuransi jiwa hanya mengcover resiko bahkan ketika jatuh tempo kita tidak mengalami apa-apa premi yang kita bayarkan bisa hangus atau mendapatkan nilai tunai dalam jumlah yang kecil. Sedangkan unitlink nasabah punya pilihan kemana uangnya akan diputar bahkan bisa menentukan sendiri berapa besar premi untuk asuransi dan premi untuk investasi. Selain itu nasabah bisa bebas memilih instrumen investasi apakah mau ke reksadana, obligasi, pasar uang, dll. Sedangkan asuransi biasa atau model dwiguna yang menawarkan skema investasi seperti asuransi pendidikan dan pensiun, investasi yang dilakukan oleh nasabahnya dikelola oleh perusahaan asuransi sendiri dan dananya bercampur dengan dana klaim untuk nasabah. Hal ini menyebabkan perusahaan asuransi cenderung lebih konservatif dalam berinvestasi. Dan biasanya juga kurang transparan kepada nasabahnya mengenai hasil investasi yang diberikan. Kalau unitlink dana investasinya diserahkan pada manajer investasi untuk diputar pada instrumen investasi, dan hasil investasinya dapat kita baca di harian bisnis yang memuat perkembangan harga unitlink.

Kelebihan lain dari unit link tentunya praktis, tidak usah membeli reksadana dan asuransi dalam produk yang terpisah. Kalau kita beli reksadana sendiri biayanya lebih besar, tetapi bila dikemas dalam bentuk unitlink biaya lebih murah karena saat ini bila kita membeli reksadana investor harus menyerahkan deposit awal yang cukup besar.
Kekurangan unitlink karena ada 2 manfaat maka preminya menjadi mahal dibanding asuransi biasa. Kemudian biasanya nilai tunai dari hasil investasinya biasanya baru kita peroleh pada tahun ketiga karena tahun 1 dan 2 banyak untuk menutup premi asuransi dan biaya agen. Dibandingkan produk investasi murni seperti reksadana, unitlink juga memberikan hasil yang lebih rendah. Selain itu investor juga belum bisa melakukan penarikan dana selama beberapa tahun awal. Bila kita berhenti bayar premi bisa hangus dana yang sudah disetorkan.

Untuk menghitung kebutuhan asuransi sudah cukup atau masih kurang, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama, apakah Anda memiliki hutang dimana bila Anda meninggal maka usahakan tidak mewariskan hutang ini pada keluarga Anda. Maka Unit Pertanggungan yang didapat dari perusahaan asuransi seharusnya dapat mengcover hutang Anda. Kedua, untuk menghitung Unit Pertanggungan bisa menggunakan pendekatan Human Live Value, artinya besaran Unit Pertanggungan dihitung berdasarkan besaran pengeluaran rutin per bulan yang keluarga lakukan dikalikan dengan asumsi lamanya penggunaan dana oleh keluarga yang ditinggalkan. Untuk itu hitunglah jumlah pengeluaran Anda per bulan termasuk dana pendidikan anak –anak sampai selesai kuliah di perguruan tinggi atau sampai anak mandiri. Hitunglah dengan menyesuaikan inflasi per tahun misalnya 10 %, dan dikurangkan dengan jumlah asset yang Anda miliki yang bisa mengcover penghasilan Anda bila tiba-tiba terjadi musibah pada Anda.

Bila belum jelas, Anda bisa berkonsultasi langsung pada kami Pak Eddy. Akan kami buatkan Rencana keuangan Lengkap yang berisi kebutuhan asuransi dan instrumen investasi yang Anda perlukan untuk mencapai tujuan keuangan Anda.

Demikian, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum

Sri Khurniatun, MM, RFA

Managing Director Kurnia Consulting
Biro Perencanaan Keuangan Keluarga dan UKM
Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang

Rabu, 19 Mei 2010

KURNIA CONSULTING, CURHATNYA KEUANGAN INDONESIA

Rekan-rekan pembaca blog
Saya mau update dikit ya tentang Kurnia Consulting
Semoga berkenan membacanya



Curhat (curahan hati) masalah percintaan, karir, atau kesehatan banyak tersedia sarananya diberbagai media massa atau klinik konsultasi. Tetapi curhat mengenai keuangan inilah yang dilakukan oleh saya, Sri Khurniatun, MM, RFA , salah satu member komunitas TDA (Tangan Diatas) yang sudah sejak 1 tahun lalu mengembangkan bisnis jasa konsultan perencana keuangan independen dibawah bendera Kurnia Consulting. Ok pada kesempatan kali ini saya akan bercerita sedikit tentang Kurnia Consulting dan jasa apa saja yang ditawarkan.
Apa itu Perencanaan Keuangan?
Banyak orang yang sudah kenal dengan profesi perencana keuangan tetapi masih banyak orang yang belum paham cara kerjanya. Apalagi banyak kalangan agen yang menawarkan produk keuangan tertentu juga menamakan dirinya perencana keuangan. Ya itu sah-sah saja karena dia memang menjual produknya menggunakan konsep perencana keuangan. Tetapi menurut pendapat saya mereka adalah agen atau tenaga penjual produk keuangan. Lalu bagaimana sesungguhnya cara kerja perencana keuangan?
Perencana Keuangan diperlukan sebagai penasehat untuk mengatur kehidupan keuangan pribadi dan keluarga, serta akhir-akhir ini berkembang ke keuangan bisnis/usaha kecil dan membuat plan/rencana yang matang dalam mencapai tujuan keuangannya.
Ada banyak tujuan keuangan dari pribadi dan keluarga yang ingin dicapai seperti menyekolahkan anak, persiapan pensiun, membayar hutang, membeli kendaraan dan rumah, berinvestasi, dll. Uang yang yang dimiliki belum tentu cukup untuk memenuhi semua kebutuhan makanya perlu perencanaan yang matang dalam mencapai tujuan keuangannya. Atau justru klien yang uangnya banyak tetapi tidak memiliki ilmu dan waktu yang cukup untuk mengelola uangnya.
Nah, peran perencana keuangan adalah untuk menganalisa kondisi keuangan klien kemudian memberikan saran bagaimana agar tujuan keuangannya tercapai. Jadi ibarat psikolog atau dokter yang memberikan advis masalah kesehatan keuangan pada kliennya.
Lalu siapa target pasar Kurnia Consulting?
Setiap individu dan keluarga yang ingin curhat keuangan itulah target pasar Kurnia Consulting. Saya yakin setiap orang tentunya ingin merencanakan keuangannya dengan matang dan tentunya membutuhkan sparringc partner dalam perjalanan meraih tujuan keuangannya. Jadi setiap orang pada dasarnya butuh jasa ini makanya anggapan yang salah kalau perencana keuangan hanya terbatas untuk orang yang kaya saja.
Saat ini Kurnia Consulting melebarkan sayap tidak hanya keluarga saja target kliennya tetapi juga Usaha Kecil Menengah yang butuh laporan keuangan, SOP (Standard Operating dan Procedur) Bisnis serta laporan pajak.
Dalam setahun perjalanan kami telah melayani banyak klien keluarga maupun klien korporat diantaranya toko Quemama, Resto Ayam Goreng Tujuh Sambal, Bakso Kepala Sapi Cabang Bandung, kursus Bahasa Inggris untuk anak Little Tree, Pulsa Lancar, dll.
Apa beda Perencana Keuangan Independen dengan yang tidak Independen?
Profesi perencana keuangan ada 2 macam, yaitu yang terikat pada lembaga keuangan tertentu seperti bank, asuransi, atau manajer investasi. Profesi ini tidak independen dan tentunya dalam memberikan rekomendasi dikaitkan dengan produk yang mereka promosikan. Kedua, adalah perencana keuangan independen yang tentunya bisa memberikan saran obyektif karena tidak terikat pada kepentingan menjual produk tertentu. Nah, saya sendiri lebih memilih jalur independen agar lebih obyektif dan bisa memberikan rekomendasi terbaik untuk klien tanpa ada kepentingan lain.
Bagaimana tips memilih Perencana Keuangan?
Selain independen, tentunya harus bisa memberikan kenyamanan bagi klien dan memberikan kepercayaan yang tinggi. Wajar karena isi dapurnya kita bongkar tentunya klien harus merasa aman. Selain itu pengetahuan seorang perencana keuangan juga sangat penting. Tanyakan pendidikan formal atau sertifikasi apa yang dimiliki perencana keuangan. Tentunya ini diperlukan agar mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan klien yang beragam.
Apa tantangan Kurnia Consulting?
Memang tidak mudah menjual jasa ini karena kultur masyarakat kita yang masih tabu untuk curhat keuangan pribadinya. Selain itu masih banyak juga pengusaha UKM yang memandang belum perlu menyusun laporan keuangan padahal ketika mau ekspansi ataupun butuh solusi modal, jasa kami sangatlah diperlukan sebagai pihak independen yang memberikan evaluasi terhadap kinerja usahanya. Tetapi saya yakin dengan edukasi pasar yang tepat dan penjelasan betapa pentingnya jasa saya maka pasar akan terbuka luas. Dan harapan saya bisa memiliki 100 klien/tahun semoga bisa tercapai.
Jasa apa lagi yang dilayani Kurnia Consulting?
Selain penyusunan rencana keuangan keluarga seperti perencanaan dana darurat, perencanaan pensiun, dana pendidikan anak, perencanaan proteksi, haji, zakat, waris, dll, Kurnia Consulting juga membantu pengusaha UKM menyusun rencana bisnis, laporan keuangan, perpajakan, dan SOP bisnis.
Sebagai pelengkap dari jasa konsultasi, kami juga menyediakan layanan edukasi berupa Rubrikasi di beberapa media, saat ini bekerja sama tetap dengan Majalah Wirausaha Keuangan, Majalah Pengusaha Muslim, dan portal Era Muslim. Kami juga menerbitkan buku yang berjudul Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang. Selain itu juga melayani seminar dan training dengan topik pengelolaan keuangan keluarga dan keuangan UKM baik untuk perusahaan maupun komunitas.
Bagaimana Caranya Jadi Klien Kurnia Consulting?
Silakan kontak via telephone maupun email, kami akan segera menghubungi Anda untuk memberikan pelayanan dan solusi keuangan terbaik.
Kontak Kami :
KURNIA CONSULTING
Menara BCA, 50th floor, Grand Indonesia
Jl. MH. Thamrin No.1, Jakarta 10310
Telp : 021-92519848
Fax : 021-7940149
Email : kurnia_09@yahoo.com

Senin, 08 Maret 2010

Jadilah Perempuan Cerdas Finansial

Setiap rumah tangga muslim umumnya memiliki prinsip dasar dalam manajemen rumah tangga dimana suami berkewajiban mencari nafkah dan istri bertanggung jawab dalam mengatur urusan rumah tangga termasuk mengelola keuangan. Umumnya kendali keuangan rumah tangga tetap ditangan perempuan meskipun perempuan tersebut notabene pegawai atau pebisnis yang mampu menghasilkan uang.

Tanggung jawab perempuan yang besar menuntut perempuan harus piawai dalam mengelola keuangan rumah tangganya. Maka sederetan persyaratan yang tidak ringan mutlak dipenuhi agar perempuan memiliki kualitas tinggi bidang pengelolaan uang, seperti perempuan tidak boleh boros, cerdas dalam pengeluaran, mampu membantu suami mendapatkan penghasilan, bisa menabung dan berinvestasi, serta mampu memberikan ilmu kecerdasan finansial pada anak. Apalagi sudah menjadi anggapan umum dimasyarakat kalau rumah tangga yang gagal mengelola uang karena tabiat ibu yang pemboros dan tidak becus mengatur uang. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya benar tetapi kita sebagai kaum perempuan mesti mewaspadainya.

Kita semua paham bahwa semua tanggung jawab ini jika dijalankan dengan totalitas dan penuh pengabdian akan berbuah manis. Siapa sih yang tidak ingin masa depan keluarganya terencana dengan baik? Tentunya hal ini menuntut pengorbanan sang ibu dan insya Allah berbuah pahala juga nantinya.

Lalu kemampuan apa saja sih yang harus dimiliki perempuan agar dikatakan cerdas secara finansial?

1. Mampu mengatur pengeluaran secara bijak

Saat ini banyak rumah tangga yang gagal merencanakan masa depan karena tidak mampu menyisihkan tabungan. Bukan karena pendapatan yang rendah tetapi karena tidak bisa mengelola penghasilan dengan baik. Besarnya pengeluaran yang banyak umumnya karena tidak bisa membedakan antara ”kebutuhan” dan ”keinginan”. Gaya hidup yang konsumtif saat ini dipicu iklan berlebihan, yang disodorkan media massa tiap detik, sehingga memerlukan kendali diri yang kuat dari perempuan sebagai manajer keuangan. Rumus paling jitu harus selalu diterapkan : jangan pernah lebih besar pasak daripada tiang! Aturlah pengeluaran agar selalu lebih kecil dari pemasukan sehingga sebagian bisa ditabung. Prioritaskan membeli barang yang dibutuhkan, jangan belanja karena iklan dan diskon, serta gunakan daftar belanja dan patuhi.

2. Mampu menyusun anggaran rumah tangga

Ada baiknya jika pengelolaan keuangan rumah tangga sama seperti mengelola perusahaan. Agar dapat mengefisienkan penghasilan yang diperoleh maka setiap ibu rumah tangga dituntut mampu menyusun anggaran. Anggaran disusun berdasarkan periode penerimaan penghasilan bisa mingguan atau bulanan. Umumnya disusun berdasarkan bulanan. Catat semua pengeluaran rutin bulanan, dan buatlah anggaran pengeluaran yang lebih kecil dari penghasilan. Setelah itu patuhi dengan berbelanja hanya sebesar jumlah yang dianggarkan. Kita akan terhindar dari defisit, pemborosan, dan memungkinkan untuk surplus sehingga bisa menabung dan berinvestasi

3. Mampu menabung dan berinvestasi

Perempuan dianggap lebih cermat dalam mengelola uang sehingga lebih mudah menabung. Pada kenyataannya sebagian besar perenpuan masih sulit menabung dengan macam-macam alasan seperti penghasilan yang kurang, banyak pengeluaran mendadak, dll. Padahal tidak harus menunggu penghasilan besar baru menabung karena semakin besar penghasilan toh pengeluaran juga bertambah. Makanya ubah paradigma menabung dengan cara jadikan menabung sebagai pengeluaran rutin dan masukkan dalam anggaran bulanan. Menabunglah diawal bulan minimal 10 % dari penghasilan sebelum terpakai untuk keperluan lain. Usahakan tidak menunda menabung dan meskipun sedikit asal rutin. Kemudian kenalilah produk-produk investasi selain tabungan dan deposito agar bisa mendapatkan hasil lebih optimal.

4. Mampu mencari penghasilan tambahan

Memang tanggung jawab mencari nafkah ditangan suami tetapi tidak ada salahnya bila perempuan ikut membantu mendapatkan penghasilan tambahan. Hal ini penting untuk meminimalisir resiko yang terjadi bila suami tertimpa musibah seperti PHK, sakit, dll. Dan tentu saja dengan penghasilan bertambah maka tingkat kesejahteraan keluarga akan lebih baik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan kaum perempuan dalam mendapatkan penghasilan seperti bekerja pada orang lain sebagai karyawan, bekerja mandiri dengan mengandalkan keahlian seperti mengajar, menulis buku, menjahit, dll. Atau membuka usaha warung, toko, biro jasa dll. Selain itu bisa juga menjadi investor dengan membeli produk investasi seperti emas, deposito, reksadana,dll. Bisa juga menanamkan modal pada usaha orang lain. Untuk itu kenalilah potensi masing-masing, dan yang penting dengan modal kemauan dan ikhtiar yang kuat maka penghasilan tambahan bisa diwujudkan.

5. Menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya

Kemampuan ini cukup penting dimiliki kaum perempuan karena sebelum mengajarkan tentang kecerdasan finansial pada anak jadikan dirinya sebagai teladan dulu dalam mengelola uang. Teori tentang penghematan tidak akan diterapkan oleh anak jika sang ibu mudah tergoda untuk belanja, mengoptimalkan potensi anak juga tidak berjalan jika ibunya lebih banyak menganggur di rumah. Oleh karena itu selain pengetahuan yang dalam tentang seluk-beluk keuangan rumah tangga, seorang ibu harus dibekali dengan praktek dan contoh nyata sehingga bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.

Memang tidak mudah menjadi perempuan yang cerdas secara finansial. Namun bila 5 kemampuan di atas diupayakan secara optimal hasilnya dapat dirasakan dalam kurun waktu yang panjang dan bisa diwariskan pada generasi selanjutnya. Insya Allah berkah dan bermanfaat. Wallahu’alam bissawab.

*) Penulis adalah konsultan keuangan keluarga muslim, Owner Kurnia Consulting