Rabu, 02 November 2011
MENYIAPKAN DANA KURBAN
Dari Aisyah Radhiyallahu’anha, Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari Bani Adam ketika hari Raya Idul Adha selain menyembelih qurban...” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)
Beribadah kurban termasuk disunahkan dalam Islam. Ibadah kurban merupakan suatu ibadah anjuran yang digariskan oleh Islam, dan tentu saja kurban mempunyai nilai ganda. Selain bernilai ibadah yang memberikan ganjaran pahala bagi peserta kurban, lebih jauh memiliki arti penting dalam hubungan sosial kemasyarakatan.
Ibadah kurban mempunyai dua makna terpenting bagi seorang Muslim. Pertama, sebagai bukti kepatuhannya dengan merelakan sebagian harta yang dimilikinya, yang sesungguhnya itu merupakan titipan Allah SWT yang berasal dari rizki yang ditebarkan-Nya di muka bumi. Sebagai rasa syukur dan terima kasih atas nikmat kehidupan yang layak tersebut. Kedua, sebagai bukti semangat dalam dirinya untuk membantu saudara-saudara yang hidup dalam kesusahan. Sebab, sebagian besar hewan kurban itu, telah diikhlaskan oleh para peserta kurban untuk disumbangkan kepada mereka yang hidupnya kurang beruntung, dan berpenghasilan rendah.
Apakah Anda sudah menyiapkan dana kurban? Dana kurban idealnya dikeluarkan setiap tahun pada saat hari Raya Idhul Adha makanya sebaiknya masuk dalam perencanaan keluangan keluarga dan masuk dalam budget tahunan. Dananya didapat dari mana? Ya bisa menabung bulanan dari menyisihkan gaji, atau juga bisa diambil dari sisa THR, komisi , bonus akhir tahun, atau jika ada rejeki tambahan semestinya ditabungkan ke dalam tabungan kurban.
Sebetulnya jika punya niatan kuat untuk membuka tabungan kurban setiap bulannya kayaknya setiap umat muslim mampu berkurban. Sebagai gambaran jika harga kambing Rp 1.500.000/ekor , jika bagi hasil tabungan ekuivalen rate 2 %/tahun, maka setoran tabungan kurban kambing perbulan sekitar Rp 125.000/bulan atau Rp 4000 an /hari. Jika harga sapi 7 juta rupiah, maka tabungan yang perlu disiapkan sebesar Rp 600.000/bulan atau Rp 20.000/hari. Kalau kita berniat menyisihkan saya yakin bisa ya.
Selain itu usahakan pesan kambing kurban jauh-jauh hari sebelum hari raya Idhul Adha ke peternakan atau pesan dulu ke pedagang, karena kalau dekat -dekat hari raya Idhul Adha harga dah melonjak tajam. Kabarnya Idhul Adha sekarang harga kambing mengalami lonjakan tinggi hingga 30 %. Wah inflasinya tinggi sekali ya.
Syarat kurban menurut hadis Rasulullah SAW adalah hewan yang sehat, gemuk, dan bertanduk. Makanya pastikan membeli hewan yang sehat dilengkapi sertifikat dari Balai karantina atau dinas kesehatan setempat. Jangan hanya melihat harganya yang murah atau hewannya yang gemuk saja, tp pastikan kesehatannya biar berkah bagi yang memakannya.
Lalu, dana persiapan kurban sebaiknya disimpan dimana? Bisa dibuatkan rekening khusus tabungan kurban atau digabung ke rekening tabungan jangka pendek lainnya. Selain itu bagi yang mau berpartisipasi di tabungan kurban Bank Syariah yang biasanya bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat dalam program tebar hewan kurban juga bisa. Kurban akan dilaksanakan oleh mereka di daerah-daerah yang membutuhkan. Selain itu ada bagi hasil yang kompetitif bagi si penabung dibandingkan tabungan biasa.
Berikut ini alternatif tabungan kurban di salah satu Bank Syariah yaitu Tabungan Kurban BSM :
Manfaat:
• Pelaksanaan kurban dan aqiqah yang dikoordinir oleh Badan Amil Kurban yang berpengalaman.
• Harga hewan kurban sudah termasuk biaya penyaluran ke daerah yang membutuhkan.
• Kemudahan rencana/persiapan ibadah kurban & aqiqah
Fasilitas:
• Sertifikat dan bukti pelaksanaan ibadah kurban dan aqiqah.
• Setor on-line diseluruh cabang BSM.
• Bagi hasil.
Akad:
• Akad yang digunakan adalah akad mudharabah muthlaqah
• Mudharabah muthlaqah adalah akad antara pihak pemilik modal (shahibul maal) dengan pengelola (mudharib) untuk memperoleh keuntungan, yang kemudian akan dibagikan sesuai nisbah yang disepakati. Dalam hal ini, mudharib (bank) diberikan kekuasaan penuh untuk mengelola modal atau arah investasi.
Selamat hari Raya Idhul Adha 1432 H dan selamat berkurban. Semoga berkah, Amiin!
Minggu, 23 Oktober 2011
Kartu Kredit Syariah
Ini materi wawancara saya dengan Majalah Sharing beberapa waktu lalu
tentang kartu kredit syariah
Semoga bermanfaat.
1.Sejauh mana Anda mengetahui tentang kartu kredit syariah?
Dewan Syariah Nasional MUI telah memberikan fatwa terhadap penggunaan kartu kredit. Ketentuan tentang penggunaan kartu kredit adalah :
1. Tidak menimbulkan riba
2. Tidak digunakan untuk transaksi yang tidak sesuai syariah
3. Tidak mendorong pengeluaran yang berlebihan, dengan cara antara lain menetapkan pagu maksimal pembelanjaan.
4. Pemegang kartu harus memiliki kemampuan finansial untuk melunasi pada waktunya.
Untuk memfasilitasi hal tersebut saat ini beberapa bank syariah telah menerbitkan kartu kredit syariah atau syariah card meskipun sebagian lainnya masih melakukan kajian sebelum mengeluarkan kartu kredit syariah. Fasilitas ini lahir meskipun masih ada pro dan kontra karena sebagian kalangan tidak setuju karena bisa mendorong nasabah berperilaku konsumtif yang bertentangan dengan prinsip Islam. Kartu kredit syariah berbeda dengan kartu kredit konvensional karena bisa memenuhi ke 4 ketentuan DSN tersebut.
Kartu kredit konvensional mengutamakan adanya bunga sebesar 2-4% per bulan sebagai bentuk pengambilan keuntungan terhadap pelunasan tagihan yang dicicil. Nilai ini berbentuk bunga berbunga, sehingga dalam 1 tahun saja, bunganya saja bisa mendekati nilai transaksi awal.
Selain itu Skema akad yang digunakan kartu kredit syariah antara lain : :
1. Akad Kafalah
Dalam akad kafalah ini, Bank Syariah sebagai penerbit kartu kredit akan bertindak selaku penjamin bagi nasabahnya, terhadap merchant yang melakukan transaksi dengan nasabah tersebut. Bank Syariah akan menjamin semua kewajiban pembayaran dari nasabahnya yang membeli barang atau menerima jasa dari merchant dimaksud. Karena Bank Syariah telah bertindak selaku penjamin, maka Bank Syariah berhak menagih iuran bulanan (membership fee).
Misalnya begini:
Santi merupakan nasabah kartu kredit pada Bank Syariah. Suatu hari Santi membeli buku di toko buku terkemuka dengan menggunakan kartu kredit tersebut. Pada saat itu, Santi tidak membayar harga buku dengan tunai, melainkan dengan kartu kredit atau dengan cara hutang. Jadi seolah-olah Santi berhutang kepada toko buku tersebut. Toko buku tersebut bisa mempercayai Santi , karena adanya jaminan dari Bank Syariah penerbit kartu kredit.
2. Akad Qardh
Bank Syariah selaku pemberi pinjaman kepada nasabahnya atas seluruh transaksi penarikan tunai yang menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh Bank Syariah dimaksud. Jadi maksudnya begini:
Dalam suatu transaksi kartu kredit, terkadang Nasabah diberikan fasilitas untuk menarik dana secara tunai dengan menggunakan kartu kredit tersebut; walaupun nasabah tidak memiliki simpanan dalama bentuk uang tunai dalam rekening kartu kredit dimaksud. Namun, Bank Syariah memberikan dana talangan kepada nasabah, yang nantinya harus dikembalikan lagi oleh nasabah tersebut. Atas pelayanan qardh, maka bank berhak mengenakan biaya administrasi kepada nasabah. Selain itu bank juga mengenakan denda jika nasabah telat membayar tagihan. Denda ini masuk ke dana sosial untuk kepentingan umum.
3. Akad Ijarah
Bank Syariah selaku penyedia jasa system pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang Kartu Kredit. Atas Ijarah tersebut, nasabah dari Bank Syariah yang bersangkutan dikenakan iuran tahunan (annual membership fee).
2. Tip dan trik pemakaian kartu kredit syariah :
a. Baik kartu kredit konvensional maupun syariah intinya sama yaitu jangan menjadikan hutang sebagai salah satu sarana membiayai kebutuhan hidup. Untuk itu gunakan secara bijak, hanya sebagai alat pembayaran yang memudahkan.
b. Kartu kredit hanya sebagai alat pembayaran atau memudahkan transaksi dan usahakan lunas sebelum jatuh tempo sehingga tidak terkena denda. Pastikan memiliki uang untuk membayarnya pada saat tagihan datang.
c. Hanya digunakan untuk belanja pada merchant-merchant yang sesuai syariah supaya Anda tidak terjebak pada hal yang mudharat.
d. Kalau Anda memiliki tipe yang berhitung dulu sebelum belanja dan bukan karakter pemboros tidak ada salahnya memiliki kartu kredit. Fasilitas pinjaman dalam kartu kredit membuat Anda punya cadangan dana yang dapat digunakan dalam keadaan darurat terutama jika dana tunai tidak tersedia. Katakan seperti ada musibah mendadak yang menimpa kondisi Anda seperti sakit, kecelakaan, paling tidak bisa mengantisipasinya.
e. Gunakan untuk belanja yang produktif misalnya barang-barang kebutuhan modal kerja, usahakan jangan belanja barang konsumtif agar Anda terhindar dari mubazir dan berlebih-lebihan.
f. Nasabah dan bank sama-sama terbatasi untuk saling ‘menjaga’. Artinya, bank tidak mendorong nasabah untuk berlaku konsumtif dengan memberikan batasan maksimal pembelanjaan, dan nasabah pun dapat merasa aman dan nyaman berbelanja dengan kewajiban untuk melunasi pada waktunya. Untuk itu lakukan sosialisasi sebaik mungkin untuk produk kartu kredit syariah ini kepada nasabah agar kerugian atas penyimpangan bisa dihindari. Jadi inspirasi belanja bijak dan sesuai koridor syariah harus tetap ditanamkan oleh bank pada nasabah.
3.Evaluasi terhadap kartu kredit syariah yang saat ini beredar di masyarakat :
a. Sosialisasi belanja bijak , tidak boros dan sesuai koridor syariah belum sepenuhnya dilakukan oleh bank syariah sehingga masih banyak nasabah yang konsumtif dan mendorong NPL yang tinggi di perbankan syariah.
b. Kartu kredit ini dalam penggunaannya tidak ada pembatasan dalam konteks tempat-tempat yang tidak diperbolehkan menggunakan kartu kredit syariah dan yang diperbolehkan. Saat ini kartu kredit syariah sama dengan kartu kredit bank konvensional dalam melakukan afiliasi, misalnya dengan mastercard, visa, dsb, sehingga dengan afiliasi ini penggunaannya bisa digunakan dimana saja yang bertanda visa, mastercard dsb. Jadi kartu kredit syariah digunakan di bar atau diskotik sekalipun. Mekanisme pengawasan cukup sulit dan bank hanya bisa melakukan himbauan semata.
Permasalahannya kemudian, uang yang digunakan adalah uang nasabah yang menginginkan disimpan di bank syariah agar sesuai prinsip syariah. Dengan menggunakan kartu kredit pada tempat-tempat yang tidak sesuai syariah artinya telah terjadi penyimpangan dari penyaluran dana masyarakat yang tidak sesuai prinsip syariah.
c. Salah satu misi utama bank syariah adalah mendorong terciptanya sektor rill yang banyak menyerap tenaga kerja bukannya sebaliknya menciptakan ummat yang konsumtif. Kalau banyak kartu kredit syariah yang bermasalah misalnya pembayaran kartu kredit syariah banyak yang macet, hal ini bisa mengganggu misi utama bank syariah dalam mendorong terciptanya sektor rill tsb. Untuk itu pemilihan membership kartu kredit atau nasabah menurut saya perlu seleksi ketat dan pastikan histori kredit di tempat lain terpercaya dan baik.
d. Perlu ada penelitian dan kajian lebih dalam mengenai manfaat atau kah mudharat dari kartu kredit ini, dan bagaimana track record dari nasabah kartu kredit bank syariah. Bila memang lebih banyak mudharat maka lebih baik baik bank syariah fokus pada kartu debit dan pembiayaan produktif
Demikian, semoga bisa menjawab.
Wassalamu’alaikum
Sri Khurniatun, MM, RFA, RIFA
Managing Partner Kurnia Consulting
Biro Perencanaan Keuangan Keluarga dan UKM berprinsip syariah
Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang
Kamis, 25 Agustus 2011
Mengelola Tunjangan Hari Raya
Pertanyaan :
Assamu’alaikum Wr.Wb.
Ibu Sri, minggu ini saya menerima Tunjangan Hari Raya. Tetapi karena banyak pengeluaran di bulan Ramadhan ini pengalaman yang sudah-sudah uang THR tidak cukup untuk berlebaran, apalagi kami punya kewajiban mudik untuk bersilaturahmi dengan orang tua dan kerabat. Sehingga kami selalu mengambil tabungan untuk menutupi kekurangan padahal tabungan ini sebenarnya kami peruntukkan untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak bila anak sakit atau ada musibah.
Untuk itu mohon tips-tips agar saya bisa mengelola THR dengan baik dan tidak tekor?
Wassalam Wr.Wb.
Yofina – Tangerang
Jawaban :
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Menjelang lebaran memang ada kewajiban dari perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya kepada para karyawannya sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan. Bagi mayoritas orang THR ini dianggap rejeki nomplok yang jatuh menjelang lebaran. Umumnya pengeluaran di bulan Ramadhan dan Idhul Fitri memang meningkat bahkan bisa 2 – 3 kali lipat dibandingkan bulan lainnya sehingga sangat terbantu oleh adanya THR.
Sayangnya banyak yang belum mampu mengelola THR dengan baik. Buktinya sudah ada THR pun pengeluaran masih bertambah, bahkan tekor. Harusnya dengan adanya tambahan pemasukan di bulan itu kan gaji menjadi 2 kali lipat karena umumnya besarnya THR minimal 1 bulan gaji. Seharusnya sebagian THR bisa ditabung tetapi dalam prakteknya yang sering terjadi belum bisa membiayai seluruh pengeluaran dan akhirnya membobol tabungan juga. Nah untuk itu diperlukan tips-tips agar bisa mengelola THR dengan baik, antara lain :
1. Setiap alur dana yang masuk sesuai proses perencanaan keuangan, hendaknya mengikuti ketentuan Penerimaan – Zakat – Bayar Utang - Tabungan – Pengeluaran. Oleh karena itu segera setelah terima THR bayarkan zakatnya 2,5 % dari nominal THR yang diterima, 30 % buat melunasi hutang yang tidak wajib (kalau ada). Pengertian hutang wajib yang umumnya dilunasi dengan penghasilan rutin seperti cicilan KPR bulanan. Hutang yang tidak wajib contohnya cicilan kartu kredit atau hutang lainnya., sehingga THR bisa memperingan beban hutang kita. Selanjutnya usahakan minimal 10 % dari THR ditabung atau diinvestasikan, barulah sisanya digunakan untuk belanja kebutuhan hari raya.
2. Agar sisa dana yang ada cukup untuk membiayai pengeluaran lebaran catat dan susunlah anggaran pengeluaran yang besarnya disesuaikan dengan dana yang ada. Jangan besar pasak daripada tiang. Buatlah skala prioritas dalam pengeluaran. Contohnya berikan THR juga untuk orang yang bekerja pada kita seperti karyawan bagi yang memiliki usaha, pembantu, sopir, dll. Pengeluaran berikutnya mungkin pemberian infaq kepada orang tua dan kerabat. Barulah menentukan pengeluaran untuk hari raya seperti belanja bahan makanan, kue-kue kering dan pakaian jika memang dananya mencukupi. Tidak apa-apa lebaran tanpa baju baru jika baju lama masih bersih dan rapi. Rasanya aneh jika memaksakan lebaran berpakaian baru tapi hutangnya belum dilunasi.
Sekali lagi : komponen besarnya anggaran harus disesuaikan dengan dana yang tersedia. Ini penting!
3. Lalu bagaimana dengan biaya mudik? Sebenarnya biaya mudik itu tidak bisa dibebankan pada THR karena besarnya THR yakin tidak mencukupi jika harus digunakan untuk menanggung biaya mudik. Seharusnya biaya mudik sudah dianggarkan tersendiri sebagai komponen biaya liburan dan sudah disiapkan tabungannya. Bila memang belum memiliki persiapan buat biaya mudik tidak usah memaksakan diri untuk mudik. Silaturahmi bisa dilakukan dengan telpon atau sms saja.
Demikian, selamat mengelola THR. Perlu diingat kadang kita tergoda untuk menghabiskan dana untuk lebaran, pas abis lebaran kita gigit jari karena balik dari mudik tidak memiliki uang lagi, dan bagi yang karyawan gajiannya masih lama. Hasilnya berhutang lagi. Semoga terhindar dari yang demikian. Amin
Wassalam.
Selasa, 02 Agustus 2011
Mengatur Keuangan Bulan Ramadhan dan Idhul Fitri
Selain persiapan fisik, mental, ruhiyah, maupun ilmu pengetahuan, ternyata persiapan maliyah (materi) juga tidak kalah pentingnya. Betapa tidak? Karena pada bulan ini memerlukan sarana penunjang yaitu materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya sih pada bulan ini kita sudah punya tabungan yang cukup yang telah dikumpulkan selama 11 bulan lainnya sebagai bekal ibadah. Jadi ketika memasuki bulan Ramadhan kita dapat beribadah dengan khusyu tanpa disibukkan lagi dengan kerja ngoyo untuk mencari harta.
Pengaturan keuangan juga menjadi sesuatu yang penting di momen Ramadhan dan Idhul Fitri karena tergolong dalam ujian pengendalian diri. Kebanyakan di momen hari besar ini kemampuan pengendalian diri lainnya bisa sukses, tetapi ternyata pengendalian diri untuk tidak boros dalam pengeluaran tidak berhasil. Banyak anggaran rumah tangga yang jebol karena pengeluaran membengkak dan menghabiskan seluruh simpanan. Umumnya pengeluaran sebuah keluarga di bulan ini bisa meningkat 2 – 3 kali lipat dari pengeluaran di bulan lainnya. Selain karena kebutuhan yang lebih banyak, juga dipicu kenaikan harga barang yang sudah mulai terasa di awal Ramadhan. Lalu bagaimana kita mengelola keuangan sehingga kita dapat melewati momen Ramadhan dan Idhul Fitri dengan selamat agar ibadahnya terjaga dan keuangan rumah tangga juga terpelihara?
Susunlah Anggaran
Anggaran ini sangat penting sebagai pedoman dalam berbelanja selama satu bulan penuh. Dengan anggaran yang rapi kita bisa terhindar dari pembelanjaan yang tidak perlu sehingga dapat menekan pengeluaran. Anggaran bisa memilah mana yang harus diprioritaskan untuk dibelanjakan. Untuk itu selain kita menyusun aktivitas ibadah dan amalan Ramadhan, usahakan juga untuk menyusun anggaran selama satu bulan. Hitunglah berapa anggaran yang diperlukan untuk belanja rutin dan pos-pos tambahan untuk keperluan lebaran seperti zakat, busana baru, kue-kue suguhan, hadiah lebaran, biaya mudik, dll. Pos rutin dipenuhi oleh anggaran bulanan seperti biasa dan pos tambahan dibiayai oleh THR (Tunjangan Hari Raya) yang diperoleh. Kunci dalam menyusun anggaran tentunya harus disesuaikan dengan pemasukan yang ada dan tidak dilebih-lebihkan. Misalnya jika memang dana tidak mencukupi untuk mudik tidak usah memaksakan diri untuk pulang kampung. Silaturahmi bisa dilakukan via telepon atau sms yang lebih menghemat. Kunci sukses dari penyusunan anggaran ini yaitu sudah jelas : harus mematuhinya ! Kita harus punya komitmen kuat agar tidak belanja keluar dari yang sudah dianggarkan.
Aturlah Menu dengan baik
Mengapa pengaturan menu makanan menjadi hal yang penting? Karena tiap Ramadhan umumnya belanja dapur harus diistimewakan. Pola konsumsi sebenarnya di bulan ini berubah karena kita tidak harus menyiapkan menu makan pagi dan makan siang. Logikanya sih kita harusnya bisa menghemat. Tetapi pada kenyatannya pos belanja dapur ini meningkat setiap bulan puasa. Kenapa anggaran bisa membengkak karena umumnya kita terdorong untuk makan yang lebih enak dan berkualitas dibandingkan bulan lainnya. Hal ini cukup wajar karena seharian kita berpuasa, tetapi sebenarnya yang harus dipentingkan adalah kadar gizinya dan keseimbangan menunya, tidak harus yang serba mahal. Disini peran ibu dalam pengaturan menu menjadi sangat penting. Bagaimana bisa menyusun menu yang sehat untuk berbuka puasa tanpa harus mahal. Perlu diingat lagi usahakan pengeluaran belanja dapur ini sama besarnya dengan pengeluaran rutin di bulan lain sehingga tidak merusak anggaran. Satu hal lagi adalah kaum ibu kadang ingin menyiapkan menu untuk buka puasa bisa 3 – 4 menu, ada kolak, es campur, gorengan, selain menu makan besarnya. Inilah yang mengakibatkan pembengkakan anggaran. Mengapa tidak 1 – 2 menu makanan saja, toh kadang kita berbuka dengan seteguk air dan 3 buah kurma seperti yang disunahkan Rasul, kita sudah berasa kenyang. Begitu juga untuk kue suguhan untuk hari raya usahakan membuat kue yang disesuaikan dengan perkiraan jumlah tamu yang hadir ke rumah Anda.
Bijak dalam berbelanja
Satu hal lagi yang mungkin menyebabkan anggaran di bulan Ramadhan dan Idhul Fitri bisa jebol karena kita tidak bijak dalam berbelanja. Sering lepas kontrol dalam pengeluaran karena tidak dianggarkan sebelumnya atau kita justru tidak mematuhi anggaran. Usahakan membeli barang untuk keperluan Ramadhan dan Idhul Fitri jauh-jauh hari menjelang hari H karena belum mengalami lonjakan kenaikan harga yang tinggi. Sayangnya tradisi perusahaan di negara kita memberikan uang THR mendekati lebaran sehingga kesempatan belanja juga mepet waktunya. Untuk itu rasanya perlu ada himbauan atau aturan agar THR diberikan di awal Ramadhan. Selain belum ada kenaikan harga tentunya bila segala sesuatu keperluan Lebaran telah disiapkan jauh hari sebelum memasuki Ramadhan, tentunya kita bisa lebih khusyu dalam beribadah tanpa disibukkan dengan kegiatan belanja lagi. Untuk menyiasati harga yang naik cobalah mencari tempat belanja yang lebih murah misalnya di tempat belanja grosir. Kita bisa berbelanja sekaligus dalam jumlah banyak dengan harga lebih murah, atau rame-rame berpatungan dengan tetangga membeli dalam partai besar.
Persiapan Sedekah
Hal lain yang krusial di bulan Ramadhan adalah pahala bersedekah berlipat ganda dibandingkan bulan biasa. Sehingga perlu ada persiapan dana yang cukup untuk melipat gandakan sedekah di bulan ini. Selain zakat fitrah, tentunya kita ingin juga memberikan hadiah lebaran atau THR buat khadimat atau orang yang bekerja pada kita, orang tua atau sanak famili yang membutuhkannya. Adalah jauh lebih penting menyisihkan uang untuk zakat dan sedekah bagi kaum dhuafa ketimbang memesan makanan yang berlebihan atau membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.
Marilah kita menunaikan ibadah puasa dengan senantiasa mengendalikan diri dari hawa nafsu. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1428 H.
*) Penulis adalah konsultan keuangan keluarga muslim
Mengatur Keuangan Bulan Ramadhan dan Idhul Fitri
Selain persiapan fisik, mental, ruhiyah, maupun ilmu pengetahuan, ternyata persiapan maliyah (materi) juga tidak kalah pentingnya. Betapa tidak? Karena pada bulan ini memerlukan sarana penunjang yaitu materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya sih pada bulan ini kita sudah punya tabungan yang cukup yang telah dikumpulkan selama 11 bulan lainnya sebagai bekal ibadah. Jadi ketika memasuki bulan Ramadhan kita dapat beribadah dengan khusyu tanpa disibukkan lagi dengan kerja ngoyo untuk mencari harta.
Pengaturan keuangan juga menjadi sesuatu yang penting di momen Ramadhan dan Idhul Fitri karena tergolong dalam ujian pengendalian diri. Kebanyakan di momen hari besar ini kemampuan pengendalian diri lainnya bisa sukses, tetapi ternyata pengendalian diri untuk tidak boros dalam pengeluaran tidak berhasil. Banyak anggaran rumah tangga yang jebol karena pengeluaran membengkak dan menghabiskan seluruh simpanan. Umumnya pengeluaran sebuah keluarga di bulan ini bisa meningkat 2 – 3 kali lipat dari pengeluaran di bulan lainnya. Selain karena kebutuhan yang lebih banyak, juga dipicu kenaikan harga barang yang sudah mulai terasa di awal Ramadhan. Lalu bagaimana kita mengelola keuangan sehingga kita dapat melewati momen Ramadhan dan Idhul Fitri dengan selamat agar ibadahnya terjaga dan keuangan rumah tangga juga terpelihara?
Susunlah Anggaran
Anggaran ini sangat penting sebagai pedoman dalam berbelanja selama satu bulan penuh. Dengan anggaran yang rapi kita bisa terhindar dari pembelanjaan yang tidak perlu sehingga dapat menekan pengeluaran. Anggaran bisa memilah mana yang harus diprioritaskan untuk dibelanjakan. Untuk itu selain kita menyusun aktivitas ibadah dan amalan Ramadhan, usahakan juga untuk menyusun anggaran selama satu bulan. Hitunglah berapa anggaran yang diperlukan untuk belanja rutin dan pos-pos tambahan untuk keperluan lebaran seperti zakat, busana baru, kue-kue suguhan, hadiah lebaran, biaya mudik, dll. Pos rutin dipenuhi oleh anggaran bulanan seperti biasa dan pos tambahan dibiayai oleh THR (Tunjangan Hari Raya) yang diperoleh. Kunci dalam menyusun anggaran tentunya harus disesuaikan dengan pemasukan yang ada dan tidak dilebih-lebihkan. Misalnya jika memang dana tidak mencukupi untuk mudik tidak usah memaksakan diri untuk pulang kampung. Silaturahmi bisa dilakukan via telepon atau sms yang lebih menghemat. Kunci sukses dari penyusunan anggaran ini yaitu sudah jelas : harus mematuhinya ! Kita harus punya komitmen kuat agar tidak belanja keluar dari yang sudah dianggarkan.
Aturlah Menu dengan baik
Mengapa pengaturan menu makanan menjadi hal yang penting? Karena tiap Ramadhan umumnya belanja dapur harus diistimewakan. Pola konsumsi sebenarnya di bulan ini berubah karena kita tidak harus menyiapkan menu makan pagi dan makan siang. Logikanya sih kita harusnya bisa menghemat. Tetapi pada kenyatannya pos belanja dapur ini meningkat setiap bulan puasa. Kenapa anggaran bisa membengkak karena umumnya kita terdorong untuk makan yang lebih enak dan berkualitas dibandingkan bulan lainnya. Hal ini cukup wajar karena seharian kita berpuasa, tetapi sebenarnya yang harus dipentingkan adalah kadar gizinya dan keseimbangan menunya, tidak harus yang serba mahal. Disini peran ibu dalam pengaturan menu menjadi sangat penting. Bagaimana bisa menyusun menu yang sehat untuk berbuka puasa tanpa harus mahal. Perlu diingat lagi usahakan pengeluaran belanja dapur ini sama besarnya dengan pengeluaran rutin di bulan lain sehingga tidak merusak anggaran. Satu hal lagi adalah kaum ibu kadang ingin menyiapkan menu untuk buka puasa bisa 3 – 4 menu, ada kolak, es campur, gorengan, selain menu makan besarnya. Inilah yang mengakibatkan pembengkakan anggaran. Mengapa tidak 1 – 2 menu makanan saja, toh kadang kita berbuka dengan seteguk air dan 3 buah kurma seperti yang disunahkan Rasul, kita sudah berasa kenyang. Begitu juga untuk kue suguhan untuk hari raya usahakan membuat kue yang disesuaikan dengan perkiraan jumlah tamu yang hadir ke rumah Anda.
Bijak dalam berbelanja
Satu hal lagi yang mungkin menyebabkan anggaran di bulan Ramadhan dan Idhul Fitri bisa jebol karena kita tidak bijak dalam berbelanja. Sering lepas kontrol dalam pengeluaran karena tidak dianggarkan sebelumnya atau kita justru tidak mematuhi anggaran. Usahakan membeli barang untuk keperluan Ramadhan dan Idhul Fitri jauh-jauh hari menjelang hari H karena belum mengalami lonjakan kenaikan harga yang tinggi. Sayangnya tradisi perusahaan di negara kita memberikan uang THR mendekati lebaran sehingga kesempatan belanja juga mepet waktunya. Untuk itu rasanya perlu ada himbauan atau aturan agar THR diberikan di awal Ramadhan. Selain belum ada kenaikan harga tentunya bila segala sesuatu keperluan Lebaran telah disiapkan jauh hari sebelum memasuki Ramadhan, tentunya kita bisa lebih khusyu dalam beribadah tanpa disibukkan dengan kegiatan belanja lagi. Untuk menyiasati harga yang naik cobalah mencari tempat belanja yang lebih murah misalnya di tempat belanja grosir. Kita bisa berbelanja sekaligus dalam jumlah banyak dengan harga lebih murah, atau rame-rame berpatungan dengan tetangga membeli dalam partai besar.
Persiapan Sedekah
Hal lain yang krusial di bulan Ramadhan adalah pahala bersedekah berlipat ganda dibandingkan bulan biasa. Sehingga perlu ada persiapan dana yang cukup untuk melipat gandakan sedekah di bulan ini. Selain zakat fitrah, tentunya kita ingin juga memberikan hadiah lebaran atau THR buat khadimat atau orang yang bekerja pada kita, orang tua atau sanak famili yang membutuhkannya. Adalah jauh lebih penting menyisihkan uang untuk zakat dan sedekah bagi kaum dhuafa ketimbang memesan makanan yang berlebihan atau membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.
Marilah kita menunaikan ibadah puasa dengan senantiasa mengendalikan diri dari hawa nafsu. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1428 H.
*) Penulis adalah konsultan keuangan keluarga muslim
Selasa, 05 April 2011
EVALUASI FINANCIAL KLINIC IFPC EXPO
Mudah2an acara yang insya Allah menjadi agenda rutin tahunan dan akan berlangsung di beberapa kota dapat memberikan manfaat bagi pesertanya. Amiin
Pada kesempatan ini saya ingin sharing tentang sesi financial clinic ni
apa saja sih permasalahan orang-orang or evaluasi buat peserta yang ikut sesi financial clinic. Kali ini saya sharing problem mrk aja dulu ya nanti lain kali kita sharing pemecahannya .
Hasil evaluasi buat peserta yang ikut sesi financial clinic Kurnia Consulting :
1. Tidak memiliki tujuan keuangan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang sehingga tidak memiliki perencanaan investasi yang jelas
2. tidak memiliki tabungan dana darurat, umumnya tabungan sebagian besar memiliki tetapi belum ada yang dialokasikan untuk dana darurat
3. Tidak memiliki asuransi kesehatan dan sudah merasa cukup dengan fasilitas askes dari kantornya padahal mrk tidak mengetahui detil apa kebutuhan asuransi nya sudah memadai.
4. Karena tidak memiliki rencana investasi maka sisa cashflow bulanan tidak teralokasikan dengan baik sehingga habis sia-sia tidak jelas
5. Lajang banyak juga yang memiliki asuransi jiwa padahal belum memiliki tanggungan yang harus dicover resiko jika terjadi musibah
6. Banyak yang memiliki asuransi jiwa tetapi tidak tahu apakah Uang Pertanggungan cukup atau tidak bahkan banyak yang tidak tahu berapa nilai UP yang didapat jika terjadi musibah
7. rasio likuiditas keuangan terlalu tinggi banyak yang menyimpan di kas tetapi sedikit di investasikan
8. Asuransi digabungkan dengan investasi jadi beban bulanan cukup besar tetapi tidak diketahui coverage resiko maupun nilai investasinya berapa.. dan mereka tidak pernah melakukan evaluasii
9. Tidak memiliki perencanaan dana pendidikan anak
10. Tidak memiliki perencanaan pensiun dan menyerahkan nasibnya pada pensiun plan dari kantornya
11. penghasilan naik tetapi tidak memiliki tabungan karena tidak pernah mengalokasikan khusus untuk ditabungkan
12. Belum memiliki tujuan keuangan mana yang prioritas dan yang realistis untuk diupayakan..kalaupun memiliki tujuan keuangan terlalu muluk dan ingin dipenuhi semuanya dalam jangka pendek.
Ok apa lagi ya... kayaknya segitu dulu ya evaluasinya... nanti dilanjut lagi. Bagaimana pemecahan dari problem di atas tar kita bahas satu persatu ya
Teria kasih
So hidup terencana akan lebih bermakna, rencanakan keuangan Anda
Wassalam
Sri Khurniatun
Managing Partner Kurnia Consulting
Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang
Senin, 03 Januari 2011
Resolusi Keuangan 2011
Oleh : Sri Khurniatun, MM, RFA*)
Tanpa terasa kita sudah memasuki tahun 1432 H/2011 M. Banyak pengamat ekonomi memprediksi tahun 2011 lebih baik daripada tahun lalu. Kita tentunya berharap demikian dan apapun prediksi ekonomi negara yang jelas kita harus selalu mengoptimalkan produktifitas dan karya .
Ada baiknya di tahun baru ini kita sejenak menengok ke belakang atau melakukan refleksi dan muhasabah. Hasil dari evaluasi akhir tahun adalah sebuah resolusi awal tahun : sebuah komitmen untuk menjalankan sebuah perilaku atau gaya hidup yang lebih baik.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan “ (QS Al Hasyr : 18).
Apa pentingnya menyusun resolusi di awal tahun? Tentu saja banyak. Diantaranya dengan menyusun target maka kita akan fokus untuk mencapainya. Orang yang merencanakan hidupnya dan memiliki tujuan akan lebih terarah dibandingkan dengan orang yang hanya mengikuti arus. Tentunya asalkan dijalankan dengan konsisten dan realistis dalam menyusunnya.
Baik, kali ini saya akan mengajak Anda bersama-sama menyusun resolusi keuangan di tahun 2011. Resolusi ini diharapkan akan menumbuhkan kebiasaan yang baik dan membuang kebiasaan yang buruk dalam memperlakukan uang yang kita miliki. Ada beberapa hal yang kita tetapkan dalam resolusi tahun baru ini.
Pertama, kebiasaan berbelanja. Poin ini memang sulit untuk dilakukan apalagi bila selama ini Anda tergolong boros dan tidak pernah memiliki perencanaan dalam belanja. Bila kita tidak komit untuk mengubah perilaku ini maka akan terjebak dalam kesulitan yang lebih dalam. Maka sudah saatnya kita belanja bijak dengan membeli apa yang dibutuhkan dan menghindari keinginan yang tidak perlu. Panda-pandai juga memilih tempat belanja yang murah dan buatlah budget dalam belanja. Jangan lupa belanja sebatas apa yang dianggarkan dan usahakan catatlah setiap pengeluaran.
Kedua, lebih berhati-hati dengan hutang. Meskipun tawaran kemudahan berhutang banyak sekali tidak lantas mudah mengambil hutang baru. Cicilan hutang tidak boleh lebih dari 30 % penghasilan. Pilih hutang yang produktif untuk membeli barang yang mengalami potensi kenaikan harga. Bagaimana jika butuh barang konsumtif tetapi tidak mampu membelinya? Lebih baik menabung dulu dan menunda pembelian sampai uangnya cukup. Toh tidak terlalu penting dan mendesak harus ada saat ini. Bagi yang punya hutang segeralah dilunasi dan hindari hutang yang mengandung riba. Bayarlah hutang tepat waktu agar kredibilitas Anda sebagai peminjam tetap baik.
Ketiga, tentukan tujuan keuangan. Memiliki perencanaan dalam hidup akan jauh lebih bermakna daripada tidak sama sekali. Sudahkah Anda membuat tujuan keuangan yang ingin dicapai di tahun 2011? Tujuan keuangan hendaklah spesifik dan terukur serta realistis. Banyak teman yang segan menyusun tujuan keuangan karena merasa tidak pernah berhasil mencapainya. Menurut saya beliau tidak memiliki keyakinan yang kuat dan mungkin saja tujuan keuangannya tidak terukur dan tidak realistis. Bagi saya memiliki tujuan keuangan justru memudahkan kita untuk menyusun perencanaan berapa uang yang harus kita tabung dan investasikan untuk mencapainya.
Bagi yang belum memiliki tujuan keuangan mulailah menyusun dari sekarang karena momennya pas di awal tahun. Mulailah dari tujuan keuangan jangka pendek ( 1 tahun ke depan atau sepanjang tahun 2011) atau tujuan keuangan jangka panjang (3 atau 5 tahun ke depan). Jangka pendek bisa dilakukan dengan menabung di bank untuk mencapainya. Sementara jangka panjang bisa berinvestasi pada produk yang potensi imbal hasilnya lebih bagus dalam jangka panjang seperti emas, reksadana syariah atau saham syariah. Tujuan keuangan apa saja yang harus dimiliki keluarga? Prioritas adalah memiliki dana darurat, pendidikan anak, pensiun, naik haji/umroh, beli rumah, kendaraan, liburan, dan lain-lain. Bila Anda ingin minta bantuan untuk menghitung kebutuhan investasinya, silakan berkonsultasi dengan perencana keuangan.
Keempat, miliki proteksi. Anda perlu memiliki dana darurat untuk berjaga-jaga jika terjadi musibah. Minimal siapkan dana darurat sebesar 3 bulan pengeluaran untuk dana cadangan. Selain itu untuk mengcover resiko sakit lebih efisien jika membeli asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga, dan asuransi jiwa untuk kepala keluarga.
Kelima, lakukan financial check up rutin. Tiap tahun lakukan perhitungan terhadap per tumbuhan asset yang Anda miliki. Apakah kekayaan Anda positif artinya asset lebih besar dibandingkan dengan hutang ataukah justru negatif artinya lebih besar porsi hutang dibandingkan harta. Bila Anda ingin meningkatkan kekayaan sudah saatnya mengurangi hutang konsumtif dan memperbanyak asset produktif. Financial check up ini penting untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini terutama untuk mengetahui kesehatan keuangan Anda. Ada banyak hal yang harus di check up yaitu pertumbuhan asset, penghasilan, pengeluaran, dana cadangan, hutang, kondisi investasi, dan lain-lain. Financial check up ini perlu dilakukan rutin sebagai evaluasi terhadap kondisi keuangan Anda. Dengan melakukan ini kita dapat mengatur strategi untuk memperbaiki kondisi keuangan kita. Ini mendukung untuk mencapai perencanaan keuangan lebih tepat.
Keenam, mencari penghasilan tambahan. Ini bertujuan agar penghasilan Anda lebih baik dari tahun sebelumnya. Tantangan hidup ke depan makin sulit dimana kebutuhan hidup semakin meningkat dan harga-harga juga tambah melambung. Maka kita harus mencari sumber sumber income tambahan. Anda harus kreatif dan lebih produktif. Manfaatkan hobi Anda dan update terus keahlian yang bisa dijual. Misalnya hobi fotografi. Anda bisa menawarkan diri menjadi fotografer media, atau hobi menulis bisa menyusun buku, dll. Dengan melakukan hal-hal yang Anda sukai segala sesuatu terasa lebih ringan dan menyenangkan. Insya Allah juga bisa menambah pundi-pundi finansial Anda.
Bagaimana dengan Anda? Semoga tahun 2011 ini merupakan momentum Anda untuk meraih kehidupan keuangan yang lebih baik. Ingat hikmah dari firman Allah “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib manusia, kecuali mereka mengubah dirinya sendiri,” (QS Ar Raad : 11).
Yang penting lakukan mulai dari yang kita bisa dulu sambil terus meningkatkan ilmu dan ikhtiar kita. Insya Alllah berbuah manfaat dan keberkahan hidup. Orang yang terus memperbaiki diri adalah tergolong orang-orang yang beruntung. Amin !
*) Penulis adalah perencana keuangan syariah, Managing Partner Kurnia Consulting dan pengarang buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang. Hampir sebagian besar content tulisan ini pernah dimuat di Majalah Pengusaha Muslim Edisi 2 bulan Pebruari 2010.
Kamis, 08 Juli 2010
MENGHADAPI KENAIKAN HARGA
Salam kenal Ibu Sri,
Langsung saja, saya seorang ibu rumah tangga yang berbisnis makanan kecil-kecilan di rumah dan menerima pesanan. Hasilnya lumayan bisa menambah belanja dapur. Suami bekerja sebagai PNS dan tidak mempunyai penghasilan sampingan. Anak kami 3 orang. Beban hidup kami bertambah berat menghadapi kenaikan harga sembako di bulan ini. Boro-boro menabung buat belanja sehari-hari juga belum tentu cukup. Harga bahan baku dagangan juga naik jadi saya kepikiran buat menaikkan harga jualan tetapi takut kalau dagangan tidak laku. Adakah kiat-kiat dari Ibu untuk mengatasi permasalahan ini?
Annisa H
Jakarta Selatan
Jawaban :
Halo Ibu Annisa, senang sekali berkenalan dengan Anda.
Kita semua prihatin dengan kenaikan harga barang yang terjadi akibat harga sembako akibat kenaikan tariff dasar listrik yang naik mencapai 40 % - 50 % di bulan ini. Tetapi kita tidak boleh mengeluh dan meratapi kondisi ini. Kita harus hadapi kenyataan ini dengan tenang dengan mencari solusi terbaik dan terus meningkatkan kecerdasan finansial. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menyiasati kenaikan harga sehingga tetap bisa memenuhi kebutuhan kita dengan baik, antara lain :
1. Susunlah anggaran belanja bulanan
Anggaran bulanan membuat kita lebih terkendali dalam mengatur pengeluaran. Setiap awal bulan catatlah semua pengeluaran yang akan dilakukan. Tentu saja besar pengeluaran harus disesuaikan dengan penghasilan yang diterima. Kemudian patuhi anggaran tersebut.
2. Buatlah perencanaan keuangan dengan matang
Perencanaan keuangan ini penting agar setiap kebutuhan di masa depan sudah diperhitungkan sebelumnya dengan mempertimbangan kenaikan harga atau inflasi yang terjadi. Contohnya bila Anda tahun depan akan menyekolahkan anak Anda ke SMA dan butuh Uang Pangkal 5 juta rupiah , dan dengan asumsi kenaikan harga tahun depan 10 %, maka Uang Pangkal yang harus disiapkan menjadi 5 juta rupiah + 10 % X 5 juta = 5.500.000 rupiah. Lakukan setiap kebutuhan Anda di masa depan dengan perhitungan seperti ini sehingga kita lebih siap untuk menghadapi kenaikan harga dengan merencanakan sebelumnya.
3. Lakukan investasi pada produk yang bisa mengimbangi tingkat inflasi
Jaman sulit begini apa memungkinkan untuk investasi? Tetap perlu bu. Investasi tetap jalan biarpun pada kondisi apapun. Kita tidak tahu apakah di masa depan kondisi akan lebih sulit lagi. Sisihkan minimal 10 % penghasilan di depan begitu kita terima dan investasikan pada produk keuangan yang hasilnya bisa mengimbangi kenaikan harga. Contohnya : emas dan reksadana. Biasanya emas harganya hampir selalu naik kalau terjadi kenaikan harga barang. Emas yang cocok buat investasi adalah emas batangan atau emas koin. Reksadana adalah produk investasi yang dilakukan bersama-sama. Caranya adalah kita menyetor sejumlah dana pada lembaga yang bernama manajer investasi kemudian dana kita bersama investor lain diinvestasikan ke berbagai produk investasi seperti saham, obligasi, deposito,dll.
4. Bijak dalam pengeluaran
Lakukan evaluasi setiap pengeluaran yang dilakukan. Lihatlah komponen mana yang bisa dihemat. Berpikir ulang dahulu setiap melakukan pembelian. Prioritas belanja yang diperlukan dahulu. Carilah tempat belanja yang lebih murah. Usahakan jangan terlalu sering pergi ke pusat perbelanjaan. Bila akan berbelanja buatlah catatan terlebih dahulu sesuai anggaran yang disusun. Hemat pemakaian listrik dan telepon, dan rawatlah barang-barang di rumah dengan baik sehingga tidak cepat rusak.
5. Mencari penghasilan tambahan
Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi maka tindakan realistis adalah terus berikhtiar untuk mencari penghasilan tambahan. Untuk yang ini Bu Anissa sudah terbiasa berdagang. Tetapi mungkin belum optimal untuk memasarkan dalam skala lebih luas lagi misalnya tidak hanya dagang di rumah dan tunggu pesanan, tetapi tawarkan ke perkantoran, klub arisan, pengajian, dll. Ibu harus aktif dalam berbagai komunitas sehngga orang akan mengenal makanan buatan Ibu. Upaya lain misalnya libatkan anggota keluarga untuk aktif mencari penghasilan tambahan ini. Potensi suami di luar jam kerja bisa digunakan, tidak ada salahnya melibatkan anak berjualan agar mengasah kecerdasan finansial sejak dini.
Kemudian untuk memutuskan harga dagangan Ibu dinaikkan atau tidak lakukan perhitungan dengan detil. Hitung kembali besarnya tambahan biaya produksi akibat ada kenaikan harga. Usahakan cari cara lain dibanding menaikkan harga agar tidak memberatkan konsumen, misalnya dengan mencari pengganti bahan baku yang lebih murah, atau dengan ukuran yang lebih kecil. Komunikasikan pada konsumen perihal ini dan ketika terpaksa menaikkan harga minta pertimbangan pada konsumen agar tidak memberatkan.
Demikian Ibu Annisa , semoga bisa membantu.
Jumat, 02 Juli 2010
Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak
Semoga bermanfaat
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam kenal Bu Sri,
Saya seorang calon ibu yang sedang mengandung anak pertama. Saya ingin memberikan masa depan yang baik untuk anak saya nantinya dengan memberikan pendidikan yang terbaik. Untuk itu saya ingin mempersiapkan dana pendidikannya. Pertanyaan saya :
1. Kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana pendidikan buat anak apakah pas mengandung atau nanti setelah melahirkan,
2. Bagaimana langkah-langkah untuk menyiapkan dana pendidikan anak,
3. Apa investasi yang tepat buat persiapan dana pendidikan anak saya? Terima kasih atas jawaban yang diberikan.
Riyanti – Sidoarjo, Jawa Timur
Jawaban
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Salam kenal kembali Ibu Riyanti,
Keputusan Anda untuk mempersiapkan dana pendidikan anak secara dini sangat tepat. Semakin panjang jangka waktu persiapannya akan memperingan Anda karena beban investasi lebih ringan. Apalagi data menunjukkan bahwa biaya pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan yang melebihi inflasi. Sebagai gambaran jika inflasi di negara kita 6–7 % maka biaya pendidikan bisa naik 10–20%. Apalagi pada sekolah unggulan/favorit yang untuk mendaftarpun bisa waiting list maka kenaikan biaya bisa lebih besar lagi. Waktu yang tepat buat mempersiapkan dana pendidikan anak tidak ada patokan yang baku. Anda bisa mempersiapkan sejak mengandung atau sesudah melahirkan. Intinya semakin cepat akan semakin baik dan ringan untuk berinvestasi.
Kemudian ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam perencanaan dana pendidikan antara lain :
1. Tentukan kapan dana dibutuhkan. Jika Anda sedang mengandung anak pertama maka dana untuk masuk TK dibutuhkan 5 tahun lagi. Dengan demikian waktu Anda berinvestasi untuk dana pendidikan TK selama 5 tahun.
2. Cari informasi dana pendidikan untuk anak Anda saat ini. Misalnya untuk TK tentukan standar sekolah yang diinginkan dan informasi keseluruhan biaya yang dibutuhkan, mulai dari uang pangkal, seragam, buku-buku, dan biaya extrakurikuler.
3. Kalikan dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahun hingga anak Anda masuk sekolah. Contohnya biaya pendidikan TK besarnya 5 juta, dengan asumsi kenaikan per tahun 10 %, maka dana yang dibutuhkan 5 tahun lagi sebesar = Rp 5 juta X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 = 8.857.085
4. Tentukan dana yang perlu ditabung per tahun atau perbulan. Untuk mengetahuinya perlu dicari asumsi imbal hasil dari investasi yang Anda lakukan. Maka dapat ditentukan tabungan per tahun atau per bulan. Semakin tinggi imbal hasil yang diharapkan maka tabungan semakin kecil.
5. Pilihlah produk investasi yang memberikan imbal hasil yang diharapkan, ada beberapa alternatif instrumen investasi yang dipilih dalam mempersiapkan dana pendidikan anak, antara lain :
1. Tabungan di Bank
Umumnya kebanyakan orang tua masih menggunakan cara menabung di bank dalam mempersiapkan dana pendidikan. Kelebihannya uang yang disimpan aman, hasilnya pasti. Kekurangannya memberikan bagi hasil yang rendah dan bila orang tua sebagai penabung meninggal dunia maka tabungan dana pendidikan akan terhenti. Tetapi untuk hal ini jangan khawatir karena saat ini produk tabungan pendidikan biasanya sudah ditambahkan manfaat asuransi jiwa. Jadi jika si penabung meninggal dunia maka setoran tabungan akan diteruskan oleh perusahaan asuransi hingga dananya tetap tersedia. Biasanya produk tabungan pendidikan ini tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo yaitu saat anak masuk sekolah.
2. Deposito Bank
Deposito bisa dilakukan bila Anda ingin melakukan investasi sekaligus di depan dan tidak disetor bulanan. Atau bisa dilakukan dengan setoran tabungan per bulan sampai jumlahnya mencapai yang disyaratkan bank untuk membuka deposito, tiap bank berbeda-beda tetapi umumnya di atas Rp 1 juta rupiah, barulah rekening dipindahkan ke deposito. Deposito umumnya memberikan bagi hasil lebih tinggi dari tabungan, aman, dan terjamin. Tetapi umumnya masih memberikan imbal hasil rendah sehingga perlu waktu lebih lama atau dana lebih besar agar dananya bisa mencukupi.
3. Asuransi Pendidikan
Cara kerjanya adalah Anda membayar sejumlah premi sekaligus atau berkala pada perusahaan asuransi. Selanjutnya orang tua akan mendapatkan dana pendidikan yang disesuaikan dengan tahapan masuk sekolah anak. Kelebihan asuransi pendidikan bila dana setoran terhenti karena penabung meninggal dunia maka perusahaan asuransi akan menjamin dana pendidikan tetap diberikan. Kekurangannya biasanya imbal hasil yang ditawarkan kecil, sehingga perlu dana lebih besar agar sesuai dengan kebutuhan dananya.
4. Emas
Berinvestasi dengan emas juga bisa menjadi alternatif karena harga emas biasanya mengalami kenaikan yang seimbang dengan inflasi. Emas juga bisa diterima di mana-mana. Kekurangannya butuh penyimpanan yang aman, dan harganya memang naik tetapi hanya mengimbangi inflasi sehingga belum memberikan imbal hasil yang memadai.
5. Reksadana
Merupakan investasi yang dilakukan secara berjamaah dengan menggabungkan seluruh uang investor dalam satu wadah yang dikelola manajer investasi. Biasanya oleh manajer investasi uang akan diinvestasikan pada produk keuangan seperti deposito, saham dan obligasi. Kelebihan biasanya memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada produk keuangan lainnya karena dikelola manajer investasi dan investasi pada produk yang memiliki keuntungan lebih tinggi. Kekurangannya sebagaimana kaidah yang berlaku dalam investasi, makin besar potensi untung resiko juga tinggi karena nilai reksadana bisa turun sehingga mengurangi jumlah uang yang diinvestasikan.
6. Tanah atau properti
Ini bisa dilakukan bila jangka waktu persiapan dana pendidikan masih cukup panjang misalnya lebih dari 10 tahun. Properti dan tanah memang kenaikan harganya cukup tinggi diatas nilai inflasi, tetapi perlu dana investasi yang besar untuk membelinya dan properti/tanah dananya tidak mudah dicairkan dalam waktu cepat.
Demikian Ibu Riyanti, semoga bisa membantu.
Selamat mempersiapkan dana pendidikan anak Anda.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Sri Khurniatun, MM, RFA
Managing Director Kurnia Consulting
dan Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang.
Kamis, 24 Juni 2010
Asuransi Unitlink dan Non Unitlink
ini tulisan saya diportal Eramuslim
Semoga bermanfaat
terima kasih
Assalamu’alaikum,
Salam kenal ibu Sri,
Perkenalkan saya Eddy, profesi pebisnis rumah makan di Yogyakarta. Saya ada pertanyaan tentang perencanaan keuangan. Sekarang ini banyak penawaran asuransi untuk pendidikan anak yang berbasis Unit Link. Bisa ibu jelaskan apa kelebihan
dan kekurangan asuransi Unit Link dengan asuransi yang Non Unit Link?
Kemudian saya sudah punya asuransi yang non unit link, menurut agen salah satu perusahaan asuransi mengatakan kalau asuransi yang saya miliki masih kurang & perlu di tambah lagi. Pertanyaan saya bagaimana menentukan/menghitung bahwa asuransi yang saya miliki saat ini masih kurang dan perlu di tambah lagi? Mohon pencerahannya.
Terima kasih
Eddy – Yogyakarta
Jawaban
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Salam kenal kembali Bapak Eddy, senang menerima pertanyaan Anda.
Saat ini banyak banget produk investasi, mulai dari reksadana yang dikemas dengan tabungan di bank, dan ada juga asuransi yang dikemas dengan instrumen investasi atau dikenal dengan Unit Link. Unitlink menawarkan kemudahan berasurani sekaligus berinvestasi. Artinya selain mendapatkan manfaat proteksi asuransi Anda juga sekaligus berinvestasi. Bisa kita rumuskan unitlink = asuransi + reksadana.
Apa keuntungan berinvestasi di unit link dibandingkan beli asuransi biasa? Umumnya asuransi biasa misalnya asuransi jiwa hanya mengcover resiko bahkan ketika jatuh tempo kita tidak mengalami apa-apa premi yang kita bayarkan bisa hangus atau mendapatkan nilai tunai dalam jumlah yang kecil. Sedangkan unitlink nasabah punya pilihan kemana uangnya akan diputar bahkan bisa menentukan sendiri berapa besar premi untuk asuransi dan premi untuk investasi. Selain itu nasabah bisa bebas memilih instrumen investasi apakah mau ke reksadana, obligasi, pasar uang, dll. Sedangkan asuransi biasa atau model dwiguna yang menawarkan skema investasi seperti asuransi pendidikan dan pensiun, investasi yang dilakukan oleh nasabahnya dikelola oleh perusahaan asuransi sendiri dan dananya bercampur dengan dana klaim untuk nasabah. Hal ini menyebabkan perusahaan asuransi cenderung lebih konservatif dalam berinvestasi. Dan biasanya juga kurang transparan kepada nasabahnya mengenai hasil investasi yang diberikan. Kalau unitlink dana investasinya diserahkan pada manajer investasi untuk diputar pada instrumen investasi, dan hasil investasinya dapat kita baca di harian bisnis yang memuat perkembangan harga unitlink.
Kelebihan lain dari unit link tentunya praktis, tidak usah membeli reksadana dan asuransi dalam produk yang terpisah. Kalau kita beli reksadana sendiri biayanya lebih besar, tetapi bila dikemas dalam bentuk unitlink biaya lebih murah karena saat ini bila kita membeli reksadana investor harus menyerahkan deposit awal yang cukup besar.
Kekurangan unitlink karena ada 2 manfaat maka preminya menjadi mahal dibanding asuransi biasa. Kemudian biasanya nilai tunai dari hasil investasinya biasanya baru kita peroleh pada tahun ketiga karena tahun 1 dan 2 banyak untuk menutup premi asuransi dan biaya agen. Dibandingkan produk investasi murni seperti reksadana, unitlink juga memberikan hasil yang lebih rendah. Selain itu investor juga belum bisa melakukan penarikan dana selama beberapa tahun awal. Bila kita berhenti bayar premi bisa hangus dana yang sudah disetorkan.
Untuk menghitung kebutuhan asuransi sudah cukup atau masih kurang, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama, apakah Anda memiliki hutang dimana bila Anda meninggal maka usahakan tidak mewariskan hutang ini pada keluarga Anda. Maka Unit Pertanggungan yang didapat dari perusahaan asuransi seharusnya dapat mengcover hutang Anda. Kedua, untuk menghitung Unit Pertanggungan bisa menggunakan pendekatan Human Live Value, artinya besaran Unit Pertanggungan dihitung berdasarkan besaran pengeluaran rutin per bulan yang keluarga lakukan dikalikan dengan asumsi lamanya penggunaan dana oleh keluarga yang ditinggalkan. Untuk itu hitunglah jumlah pengeluaran Anda per bulan termasuk dana pendidikan anak –anak sampai selesai kuliah di perguruan tinggi atau sampai anak mandiri. Hitunglah dengan menyesuaikan inflasi per tahun misalnya 10 %, dan dikurangkan dengan jumlah asset yang Anda miliki yang bisa mengcover penghasilan Anda bila tiba-tiba terjadi musibah pada Anda.
Bila belum jelas, Anda bisa berkonsultasi langsung pada kami Pak Eddy. Akan kami buatkan Rencana keuangan Lengkap yang berisi kebutuhan asuransi dan instrumen investasi yang Anda perlukan untuk mencapai tujuan keuangan Anda.
Demikian, semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum
Sri Khurniatun, MM, RFA
Managing Director Kurnia Consulting
Biro Perencanaan Keuangan Keluarga dan UKM
Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang
Rabu, 19 Mei 2010
KURNIA CONSULTING, CURHATNYA KEUANGAN INDONESIA
Saya mau update dikit ya tentang Kurnia Consulting
Semoga berkenan membacanya
Curhat (curahan hati) masalah percintaan, karir, atau kesehatan banyak tersedia sarananya diberbagai media massa atau klinik konsultasi. Tetapi curhat mengenai keuangan inilah yang dilakukan oleh saya, Sri Khurniatun, MM, RFA , salah satu member komunitas TDA (Tangan Diatas) yang sudah sejak 1 tahun lalu mengembangkan bisnis jasa konsultan perencana keuangan independen dibawah bendera Kurnia Consulting. Ok pada kesempatan kali ini saya akan bercerita sedikit tentang Kurnia Consulting dan jasa apa saja yang ditawarkan.
Apa itu Perencanaan Keuangan?
Banyak orang yang sudah kenal dengan profesi perencana keuangan tetapi masih banyak orang yang belum paham cara kerjanya. Apalagi banyak kalangan agen yang menawarkan produk keuangan tertentu juga menamakan dirinya perencana keuangan. Ya itu sah-sah saja karena dia memang menjual produknya menggunakan konsep perencana keuangan. Tetapi menurut pendapat saya mereka adalah agen atau tenaga penjual produk keuangan. Lalu bagaimana sesungguhnya cara kerja perencana keuangan?
Perencana Keuangan diperlukan sebagai penasehat untuk mengatur kehidupan keuangan pribadi dan keluarga, serta akhir-akhir ini berkembang ke keuangan bisnis/usaha kecil dan membuat plan/rencana yang matang dalam mencapai tujuan keuangannya.
Ada banyak tujuan keuangan dari pribadi dan keluarga yang ingin dicapai seperti menyekolahkan anak, persiapan pensiun, membayar hutang, membeli kendaraan dan rumah, berinvestasi, dll. Uang yang yang dimiliki belum tentu cukup untuk memenuhi semua kebutuhan makanya perlu perencanaan yang matang dalam mencapai tujuan keuangannya. Atau justru klien yang uangnya banyak tetapi tidak memiliki ilmu dan waktu yang cukup untuk mengelola uangnya.
Nah, peran perencana keuangan adalah untuk menganalisa kondisi keuangan klien kemudian memberikan saran bagaimana agar tujuan keuangannya tercapai. Jadi ibarat psikolog atau dokter yang memberikan advis masalah kesehatan keuangan pada kliennya.
Lalu siapa target pasar Kurnia Consulting?
Setiap individu dan keluarga yang ingin curhat keuangan itulah target pasar Kurnia Consulting. Saya yakin setiap orang tentunya ingin merencanakan keuangannya dengan matang dan tentunya membutuhkan sparringc partner dalam perjalanan meraih tujuan keuangannya. Jadi setiap orang pada dasarnya butuh jasa ini makanya anggapan yang salah kalau perencana keuangan hanya terbatas untuk orang yang kaya saja.
Saat ini Kurnia Consulting melebarkan sayap tidak hanya keluarga saja target kliennya tetapi juga Usaha Kecil Menengah yang butuh laporan keuangan, SOP (Standard Operating dan Procedur) Bisnis serta laporan pajak.
Dalam setahun perjalanan kami telah melayani banyak klien keluarga maupun klien korporat diantaranya toko Quemama, Resto Ayam Goreng Tujuh Sambal, Bakso Kepala Sapi Cabang Bandung, kursus Bahasa Inggris untuk anak Little Tree, Pulsa Lancar, dll.
Apa beda Perencana Keuangan Independen dengan yang tidak Independen?
Profesi perencana keuangan ada 2 macam, yaitu yang terikat pada lembaga keuangan tertentu seperti bank, asuransi, atau manajer investasi. Profesi ini tidak independen dan tentunya dalam memberikan rekomendasi dikaitkan dengan produk yang mereka promosikan. Kedua, adalah perencana keuangan independen yang tentunya bisa memberikan saran obyektif karena tidak terikat pada kepentingan menjual produk tertentu. Nah, saya sendiri lebih memilih jalur independen agar lebih obyektif dan bisa memberikan rekomendasi terbaik untuk klien tanpa ada kepentingan lain.
Bagaimana tips memilih Perencana Keuangan?
Selain independen, tentunya harus bisa memberikan kenyamanan bagi klien dan memberikan kepercayaan yang tinggi. Wajar karena isi dapurnya kita bongkar tentunya klien harus merasa aman. Selain itu pengetahuan seorang perencana keuangan juga sangat penting. Tanyakan pendidikan formal atau sertifikasi apa yang dimiliki perencana keuangan. Tentunya ini diperlukan agar mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan klien yang beragam.
Apa tantangan Kurnia Consulting?
Memang tidak mudah menjual jasa ini karena kultur masyarakat kita yang masih tabu untuk curhat keuangan pribadinya. Selain itu masih banyak juga pengusaha UKM yang memandang belum perlu menyusun laporan keuangan padahal ketika mau ekspansi ataupun butuh solusi modal, jasa kami sangatlah diperlukan sebagai pihak independen yang memberikan evaluasi terhadap kinerja usahanya. Tetapi saya yakin dengan edukasi pasar yang tepat dan penjelasan betapa pentingnya jasa saya maka pasar akan terbuka luas. Dan harapan saya bisa memiliki 100 klien/tahun semoga bisa tercapai.
Jasa apa lagi yang dilayani Kurnia Consulting?
Selain penyusunan rencana keuangan keluarga seperti perencanaan dana darurat, perencanaan pensiun, dana pendidikan anak, perencanaan proteksi, haji, zakat, waris, dll, Kurnia Consulting juga membantu pengusaha UKM menyusun rencana bisnis, laporan keuangan, perpajakan, dan SOP bisnis.
Sebagai pelengkap dari jasa konsultasi, kami juga menyediakan layanan edukasi berupa Rubrikasi di beberapa media, saat ini bekerja sama tetap dengan Majalah Wirausaha Keuangan, Majalah Pengusaha Muslim, dan portal Era Muslim. Kami juga menerbitkan buku yang berjudul Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang. Selain itu juga melayani seminar dan training dengan topik pengelolaan keuangan keluarga dan keuangan UKM baik untuk perusahaan maupun komunitas.
Bagaimana Caranya Jadi Klien Kurnia Consulting?
Silakan kontak via telephone maupun email, kami akan segera menghubungi Anda untuk memberikan pelayanan dan solusi keuangan terbaik.
Kontak Kami :
KURNIA CONSULTING
Menara BCA, 50th floor, Grand Indonesia
Jl. MH. Thamrin No.1, Jakarta 10310
Telp : 021-92519848
Fax : 021-7940149
Email : kurnia_09@yahoo.com
Senin, 08 Maret 2010
Jadilah Perempuan Cerdas Finansial
Tanggung jawab perempuan yang besar menuntut perempuan harus piawai dalam mengelola keuangan rumah tangganya. Maka sederetan persyaratan yang tidak ringan mutlak dipenuhi agar perempuan memiliki kualitas tinggi bidang pengelolaan uang, seperti perempuan tidak boleh boros, cerdas dalam pengeluaran, mampu membantu suami mendapatkan penghasilan, bisa menabung dan berinvestasi, serta mampu memberikan ilmu kecerdasan finansial pada anak. Apalagi sudah menjadi anggapan umum dimasyarakat kalau rumah tangga yang gagal mengelola uang karena tabiat ibu yang pemboros dan tidak becus mengatur uang. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya benar tetapi kita sebagai kaum perempuan mesti mewaspadainya.
Kita semua paham bahwa semua tanggung jawab ini jika dijalankan dengan totalitas dan penuh pengabdian akan berbuah manis. Siapa sih yang tidak ingin masa depan keluarganya terencana dengan baik? Tentunya hal ini menuntut pengorbanan sang ibu dan insya Allah berbuah pahala juga nantinya.
Lalu kemampuan apa saja sih yang harus dimiliki perempuan agar dikatakan cerdas secara finansial?
1. Mampu mengatur pengeluaran secara bijak
Saat ini banyak rumah tangga yang gagal merencanakan masa depan karena tidak mampu menyisihkan tabungan. Bukan karena pendapatan yang rendah tetapi karena tidak bisa mengelola penghasilan dengan baik. Besarnya pengeluaran yang banyak umumnya karena tidak bisa membedakan antara ”kebutuhan” dan ”keinginan”. Gaya hidup yang konsumtif saat ini dipicu iklan berlebihan, yang disodorkan media massa tiap detik, sehingga memerlukan kendali diri yang kuat dari perempuan sebagai manajer keuangan. Rumus paling jitu harus selalu diterapkan : jangan pernah lebih besar pasak daripada tiang! Aturlah pengeluaran agar selalu lebih kecil dari pemasukan sehingga sebagian bisa ditabung. Prioritaskan membeli barang yang dibutuhkan, jangan belanja karena iklan dan diskon, serta gunakan daftar belanja dan patuhi.
2. Mampu menyusun anggaran rumah tangga
Ada baiknya jika pengelolaan keuangan rumah tangga sama seperti mengelola perusahaan. Agar dapat mengefisienkan penghasilan yang diperoleh maka setiap ibu rumah tangga dituntut mampu menyusun anggaran. Anggaran disusun berdasarkan periode penerimaan penghasilan bisa mingguan atau bulanan. Umumnya disusun berdasarkan bulanan. Catat semua pengeluaran rutin bulanan, dan buatlah anggaran pengeluaran yang lebih kecil dari penghasilan. Setelah itu patuhi dengan berbelanja hanya sebesar jumlah yang dianggarkan. Kita akan terhindar dari defisit, pemborosan, dan memungkinkan untuk surplus sehingga bisa menabung dan berinvestasi
3. Mampu menabung dan berinvestasi
Perempuan dianggap lebih cermat dalam mengelola uang sehingga lebih mudah menabung. Pada kenyataannya sebagian besar perenpuan masih sulit menabung dengan macam-macam alasan seperti penghasilan yang kurang, banyak pengeluaran mendadak, dll. Padahal tidak harus menunggu penghasilan besar baru menabung karena semakin besar penghasilan toh pengeluaran juga bertambah. Makanya ubah paradigma menabung dengan cara jadikan menabung sebagai pengeluaran rutin dan masukkan dalam anggaran bulanan. Menabunglah diawal bulan minimal 10 % dari penghasilan sebelum terpakai untuk keperluan lain. Usahakan tidak menunda menabung dan meskipun sedikit asal rutin. Kemudian kenalilah produk-produk investasi selain tabungan dan deposito agar bisa mendapatkan hasil lebih optimal.
4. Mampu mencari penghasilan tambahan
Memang tanggung jawab mencari nafkah ditangan suami tetapi tidak ada salahnya bila perempuan ikut membantu mendapatkan penghasilan tambahan. Hal ini penting untuk meminimalisir resiko yang terjadi bila suami tertimpa musibah seperti PHK, sakit, dll. Dan tentu saja dengan penghasilan bertambah maka tingkat kesejahteraan keluarga akan lebih baik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan kaum perempuan dalam mendapatkan penghasilan seperti bekerja pada orang lain sebagai karyawan, bekerja mandiri dengan mengandalkan keahlian seperti mengajar, menulis buku, menjahit, dll. Atau membuka usaha warung, toko, biro jasa dll. Selain itu bisa juga menjadi investor dengan membeli produk investasi seperti emas, deposito, reksadana,dll. Bisa juga menanamkan modal pada usaha orang lain. Untuk itu kenalilah potensi masing-masing, dan yang penting dengan modal kemauan dan ikhtiar yang kuat maka penghasilan tambahan bisa diwujudkan.
5. Menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya
Kemampuan ini cukup penting dimiliki kaum perempuan karena sebelum mengajarkan tentang kecerdasan finansial pada anak jadikan dirinya sebagai teladan dulu dalam mengelola uang. Teori tentang penghematan tidak akan diterapkan oleh anak jika sang ibu mudah tergoda untuk belanja, mengoptimalkan potensi anak juga tidak berjalan jika ibunya lebih banyak menganggur di rumah. Oleh karena itu selain pengetahuan yang dalam tentang seluk-beluk keuangan rumah tangga, seorang ibu harus dibekali dengan praktek dan contoh nyata sehingga bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.
Memang tidak mudah menjadi perempuan yang cerdas secara finansial. Namun bila 5 kemampuan di atas diupayakan secara optimal hasilnya dapat dirasakan dalam kurun waktu yang panjang dan bisa diwariskan pada generasi selanjutnya. Insya Allah berkah dan bermanfaat. Wallahu’alam bissawab.
*) Penulis adalah konsultan keuangan keluarga muslim, Owner Kurnia Consulting
Kamis, 04 Februari 2010
Berinvestasi di sukuk ritel syariah
Sukuk ritel adalah surat berharga yang diterbitkan pemerintah berdasarkan prinsip syariah, dan dijual kepada individu atau perorangan melalui agen penjual, dengan jumlah pembelian minimum Rp 5.000.000 dengan jangka waktu investasi 3 tahun. Sukuk ritel yang pertama yaitu seri 001 terbit pada tahun 2008 dan langsung habis di pasaran karena imbal hasil yang ditawarkan sangat menarik yaitu sebesar 12 %/tahun. Ini jauh lebih menarik dibanding deposito yang waktu itu hanya berkisar 7 – 8 %/tahun. Sementara untuk sukuk ritel seri 002 imbal hasil yang ditawarkan memang lebih rendah dari seri pertama dulu yaitu sebesar 8,7 %. Tetapi ini tetap lebih tinggi dari bunga deposito dimana saat ini hanya sekitar 6,5 %.
Keuntungan berinvestasi di sukuk ritel sudah jelas aman karena pembayaran pokok dan imbalan kupon sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh negara, menguntungkan karena imbalan/kupon lebih tinggi daripada bunga deposito dimana untuk sukuk ritel yang sekarang terbit 8,7 %/tahun, dan angka ini tetap sampai dengan saat jatuh tempo dan dibayar tiap bulan atau 12 kali dalam setahun. Selain itu penerbitannya sesuai dengan prinsip syariah dan telah mendapatkan fatwa serta opini syariah dari Dewan Syariah Nasional – MUI. Membeli sukuk juga salah satu cara untuk berpartisipasi dalam pembangunan negeri karena pemerintah memang menerbitkan sukuk guna keperluan membiayai pembangunan.
Selain sukuk sebelumnya pernah terbit ORI (Obligasi Ritel Indonesia) yang diterbitkan juga oleh pemerintah, dan saat ini sampai seri 006 dan diterbitkan hampir tiap tahun. Tetapi bedanya produk ini memberikan kupon sebagai imbal hasil yang berbasis bunga, jadi tidak menggunakan skema syariah.
Lalu benarkah sukuk ritel ini tidak ada resikonya? Tidak ada produk investasi yang kebal resiko. Yang jelas resiko gagal bayar dari sukuk ritel ini memang tidak ada karena pokok dan imbalan/kupon dijamin pemerintah. Tetapi ada resiko yang tetap melekat pada produk ini yaitu resiko pasar yaitu terjadi bila harga jual sukuk ritel lebih rendah dibanding harga pembelian. Ini dihindari dengan tidak menjual sukuk pada saat jatuh tempo atau Anda jual pada saat harga pasar sedang tinggi. Resiko lain adalah resiko likuiditas yaitu dapat terjadi jika investor memerlukan dana tunai dan kesulitan untuk menjual pada harga pasar yang wajar.
Bagaimana cara mendapatkan sukuk ritel? Prosedur pembelian maupun penjualan sukuk ritel ini cukup mudah. Bila Anda memiliki dana minimal Rp 5 juta , maka bisa memesan sukuk ritel seri 002 melalui agen penjual yang ditetapkan pemerintah. Sebagian besar Bank milik pemerintah menjadi agen penjual sukuk, selain beberapa bank swasta dan manajer investasi.
Untuk sukuk ritel seri SR-001 sudah habis terjual untuk pasar perdana. Bila Anda berminat membelinya juga bisa didapatkan pada pasar sekunde atau istilah lain pasar seken. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli sukuk di pasar sekunder lebih mahal dibandingkan pasar perdana karena harga sukuk dipasar sekunder tergantung mekanisme pasar atau kekuatan permintaan dan penawaran. Tetapi dengan semakin menurunnya BI rate ada kecenderungan harga sukuk akan semakin meningkat maka meskipun Anda membeli sukuk di pasar sekunder masih memungkinkan untuk mendapatkan capital gain (selish harga) bila sukuk ini dijual kembali, selain Anda mendapatkan imbalan/kupon per bulannya.
Lalu apakah sukuk ritel bisa dicairkan kapan saja? Sama halnya produk keuangan lainnya seperti reksadana, sukuk ritel ini bisa diperjual belikan di pasar sekunder. Bila setiap saat Anda memerlukan dana bisa dijual di pasar sekunder melalui agen penjual dimana Anda pernah membelinya. Untuk menjual di pasar sekunder tentunya Anda harus mengamati berapa harga jualnya supaya Anda tidak mengalami capital loss (kerugian karena harga jual lebih rendah daripada harga beli).
Ok, bagi Anda yang mo investasi menguntungkan, silakan hubungi agen penjual di sekitar Anda.
Selamat berinvestasi, semoga berkah dan menguntungkan
Selasa, 19 Januari 2010
Kalau Mau jadi Entrepreneur, Harus Ngerti Laporan Keuangan!
Kalau mau jadi entrepreneur yang berhasil, kita harus ngerti laporan keuangan! Ah masa sih? Saya dengar anda berkata. Ya! Anda harus ngerti laporan keuangan! Ini ilmu penting!
Coba bayangkan sebuah keluarga..yang terdiri dari 1 Ayah, 1 Ibu dan 1 anak. Bayangkan si Ayah bekerja, sementara si Ibu tidak. Si Ayah setiap gajian memberi uangnya ke istrinya untuk kebutuhan rumahtangganya. Si Ibu mengeluarkan uang setiap keluarganya butuh. Kadang2 untuk belanja dapur, kadang2 untuk dia sendiri, kadang2 kalau anaknya minta sesuatu dibelikan sama si Ibu, kadang2 bareng si Ayah kalau pergi makan di luar. Eh gak sampai 2 minggu, uangnya sudah habis. Sementara si Ayah, gajian masih 2 minggu lagi.
Pertama, kalau si ibu gak menyimpan bukti2 kwitansi atau gak punya pencatatan tanggal berapa belanja apa, tanggal berapa belanja apa lagi. Wah gak akan ke 'trace' kemana saja tuh uang menghilang. Kecuali kalau punya ingatan yang super. Pencatatan atau laporan keuangan itu seperti cerita. Dari situ kita tahu, oh ternyata 2 hari setelah gajian..ada tagihan telpon yang rutin dibayar. Oh terus tagihan bulan ini kenapa ya besar? Oh ternyata setelah dilihat, karena si Ayah banyak dinas keluar kota. Jadi si Ibu sering nelp Ayahnya. Oh ternyata, si anak setiap tanggal sekian bayar uang les privatnya yang bayarnya 3 bulan sekali. Ternyata juga bulan ini ada acara2 ulang tahun tiga orang temannya si anak. Si ibu en anak beliin hadiah buat mereka. Makanya bulan ini pengeluarannya lumayan besar. Jadi, kalau udah punya pencatatan dan laporan keuangan, kita bisa tahu 'cerita'nya. Dan dari 'cerita' ini kita bisa menganalisa penyebabnya. Dan membuat perubahan kalau perlu.
Yang kedua, kalau kita gak punya pencatatan, atau laporan, kita gak akan bisa membuat budgeting atau perencanaan untuk masa depan keluarga kita. Misalnya kita pengen nih beli rumah, tapi kalau gak tahu berapa uang yang bisa kita sisihkan untuk cicilan hutang..ya repot juga. Kalau kita pengen merencanakan dana pendidikan anak, kita juga perlu tahu berapa uang yang bisa kita tabung. Dan itu bisa kita ketahui dari laporan keuangan kita. Kalau kita punya laporan keuangan, kita bisa mengira2 bulan depan berapa nih uang yang diperlukan untuk belanja dapur. Berapa yang diperlukan untuk kebutuhan sekolah, dll.
Keuangan itu jantungnya bisnis kita. Kalau kita tidak bisa mengelola keuangan usaha kita dengan baik. Ya kasarnya siap2 aja menunggu kematiannya. Wuih! Takut euy. Seperti halnya keluarga diatas, bisnis kita butuh laporan keuangan. Dari situ kita bisa baca 'cerita'nya, kinerja bisnis kita sperti apa. Kita mengelolanya udah baik belum. Kita bisa baca laporan keuangan dan membuat keputusan untuk masa depan bisnis kita. Kalau ngerti laporan keuangan kita juga bisa tahu apa kita dibohongin sama staff keuangan kita. Terus serunya lagi, kita bisa 'baca' bisnis orang lain. Apakah bisnis tersebut menguntungkan atau tidak untuk kita ikut serta berinvestasi.
Saya tahu beberapa bisnis yang mungkin orang melihatnya waahh kayaknya berkembang pesat...tapi ternyata beberapa tahun udah tutup. Salah satunya karena mereka gak punya pencatatan dan laporan keuangan. Seandainya usaha mereka punya laporan keuangan, mereka bisa 'baca' usaha mereka. Kenapa koq tiba2 ada yang mandeg. Kenapa koq gak ada kas yang dipegang sama sekali untuk operasional. Misalnya omzet Rp.50juta/bulan, tapi bingung koq di akhir bulan yang ada di kas cuman Rp.1jt. Kemana aja tuh uangnya pergi?? Itulah mengapa laporan keuangan SANGAT dibutuhkan.
Terus, did I hear you say 'you don't like accounting'??? Sama!! Saya juga dulu paling anti namanya akuntansi. Nilai akuntansi saya paling rendah daripada nilai mata pelajaran lainnya. Hahaha... saya juga dulu paling anti yang namanya hitung2an...ngeliat laba rugi, neraca aja udah pusing duluan. Disuruh ngitung pemasukan dan pengeluaran udah stress duluan..hehe..Itu duluu..karena saya gak ngerti manfaatnya laporan keuangan. Kalau sudah tahu betapa bermanfaat nih laporan keuangan, mau gak mau kita jadi belajar. Belajar dari mana saja...buku2, teman, internet, kursus.
Akuntansi itu simple koq...intinya nyatat transaksi, transaksinya dipilah2 masuk akun apa yang sesuai, terus akun2 yang sama itu dikumpulin en digabung..jadi dech laporan keuangan. Gitu aja koq!
Intinya kita harus ngerti filosofi dari laporan keuangan itu sendiri. Masalah catat mencatat gak harus kita yang mengerjakan, tapi bisa minta bantuan orang lain. Saya sendiri sedang meminta bantuan konsultan keuangan/akuntan untuk membereskan laporan2 keuangan usaha saya dari awal berdiri hingga sekarang.
Laporan keuangan itu terdiri dari apa aja sih?
1.Ada laporan laba rugi, untuk mencari tahu kita untung atau rugi selama periode tertentu. Misalnya selama 1 bulan atau 1 tahun kita untung atau rugi.
2.Ada neraca, ini potret kekayaan kita pada waktu tertentu. Misalnya pada akhir bulan atau akhir tahun, berapa sih kekayaan usaha kita? Neraca sendiri itu dibagi jadi aktiva (di kiri) dan pasiva (di kanan).
Aktiva itu kekayaan kita misalnya kas, uang di bank, aset (sperti gedung sendiri, mobil usaha, dll), piutang (piutang itu utang orang lain ke kita), dll.
Pasiva itu sumber kekayaan kita yang terdiri dari hutang dan modal. Maksudnya kekayaan bisnis kita itu didapat dari mana? Dari minjam/hutang? Atau dari uang modal kita sendiri? Contohnya kalau usaha kita adalah menjahit baju. Kita punya mesin jahit. Nah mesin itu dibelinya pake uang siapa? Dari uang kita sendiri atau minjam dari orang lain.
3. Laporan lainnya ada laporan arus kas. Laporan arus kas itu laporan uang kas yang masuk dan keluar.
4. Laporan perubahan modal/ekuitas itu laporan yang menunjukkan modal pemilik dalam suatu periode tertentu. Apakah modalnya bertambah atau malah berkurang karena diambil terus sama pemiliknya.
Ok, met membuat en membaca laporan keuangan!
Salam suksesmulia dan berkah!
Ayesha
http://ayeshananda.blogspot.com
Minggu, 03 Januari 2010
Resolusi Keuangan Tahun 2010
Salah satu kebiasaan yang perlu ditanamkan di awal tahun adalah membuat resolusi atau pencapaian yang ingin dicapai di tahun mendatang. Apa pentingnya? Tentu saja banyak diantaranya dengan menyusun target maka kita akan fokus untuk mencapainya. Apalagi bila resolusi tersebut dideklarasikan kepada orang terdekat kita akan merasa malu kalau tidak memiliki komitmen kuat untuk mencapainya. Dan jangan lupa orang yang merencanakan hidupnya dan memiliki tujuan akan lebih terarah dibandingkan dengan orang yang hanya mengikuti arus. Bukankah begitu?
Ok, sesuai dengan bidang saya adalah perencana keuangan kali ini saya akan mengajak Anda bersama-sama menyusun resolusi keuangan di tahun 2010. Dengan resolusi ini tentu saja kita akan menumbuhkan kebiasaan yang baik dan membuang kebiasaan buruk dalam memperlakukan uang yang kita miliki. Ada beberapa hal yang perlu kita soroti untuk tahun mendatang, yakni :
1. Kebiasaan mengeluarkan uang
Poin ini memang sulit untuk dilakukan apalagi bila selama ini Anda tergolong boros dan tidak memiliki perencanaan dalam belanja. Tetapi kalau kita tidak komit untuk mengubahnya akan terjebak dalam kesulitan yang lebih dalam. Maka sudah saatnya kita berbelanja lebih bijak dengan berbelanja yang dibutuhkan dan menghindari keinginan yang tidak perlu. Pandai-pandai memilih tempat belanja yang lebih murah, buatlah budget dalam belanja dan jangan lupa belanjalah sebatas apa yang dianggarkan.
2. Lebih berhati-hati dengan hutang
Meskipun tawaran kemudahan berhutang banyak sekali di depan mata kita tidak lantas kita jadi mudah pula untuk ambil hutang baru. Cicilan hutang tidak boleh lebih dari 30 % penghasilan. Pilih hutang yang baik yaitu untuk beli barang produktif atau barang yang memiliki potensi kenaikan harga. Bolehlah belanja barang elektronik seperti handphone, DVD player dengan menggunakan kartu kredit? Bagi saya itu tergolong kerugian karena bunganya yang tinggi per bulannya selain itu nilai barangnya menyusut apalagi ditambah kita harus mengeluarkan biaya tambahan ketika menggunakan barang tersebut yaitu buat beli pulsa ataupun listrik untuk DVD player. Sungguh kerugian yang berlapis-lapis. Lalu bagaimana bila tidak mampu beli barang tersebut dengan cash? Lebih baik menabung dulu sampai uangnya cukup dan menunda pembelian toh tidak terlalu penting HP baru kalau masih ada HP lama
3. Milikilah tujuan keuangan
Memiliki perencanaan dalam hidup akan jauh lebih bermakna daripada tidak sama sekali. Sudahkah Anda membuat tujuan keuangan yang ingin dicapai di tahun 2010. Tujuan keuangan ini hendaklah spesifik dan terukur, dan tentu saja realistis. Misalnya saya ingin tahun 2010 membeli laptop merk X seharga …., atau saya ingin beribadah Umroh pada bulan Ramadhan 2010 dengan biaya sebesar …. Dengan memiliki tujuan keuangan maka memudahkan kita untuk menyusun perencanaan berapa uang yang harus kita tabung dan investasikan untuk mencapainya.
Bagi yang belum punya tujuan keuangan sama sekali mulailah menyusun tujuan keuangan di awal tahun ini baik tujuan keuangan jangka pendek atau jangka panjang. Jangka pendek berarti rencana untuk tahun 2010 mendatang dan jangka panjang untuk 3 hingga 5 tahun mendatang. Jangka pendek bisa dilakukan dengan menabung atau memiliki deposito dan untuk jangka panjang bisa beinvestasi pada produk yang potensi imbal hasilnya lebih bagus seperti beli emas, reksadana, atau saham.
Tujuan keuangan yang perlu kita susun dan penting dimiliki oleh setiap keluarga adalah dana darurat, pendidikan anak, pensiun, naik haji, beli rumah, kendaraan, liburan dll. Bila Anda ingin minta bantuan untuk menghitung kebutuhan investasi dan memilih kendaraan investasinya silakan berkonsultasi dengan perencana keuangan.
4. Milikilah Proteksi
Anda perlu memiliki dana untuk berjaga-jaga untuk mengantisipasi jika terjadi musibah. Minimal siapkan dana darurat sebesar 3 bulan pengeluaran untuk dana cadangan Anda. Dan untuk mengantisipasi resiko sakit tidak ada salahnya membeli asuransi kesehatan bila Anda tidak memiliki fasilitas kesehatan dari kantor. Sebagai kepala keluarga Anda juga perlu membeli asuransi jiwa untuk menjaga kelangsungam hidup keluarga bila terjadi musibah pada diri Anda. Asuransi lain yang perlu adalah asuransi kecelakaan, asuransi rumah dan kendaraan. Dengan memiliki asuransi diharapkan kerugian Anda jika tertimpa musibah akan ditransfer ke perusahaan asuransi. Jangan lupa tetap hitung asuransi agar sesuai kebutuhan dan pilih produk asuransinya dengan tepat.
5. Lakukan Financial Check up rutin
Tiap tahun lakukan perhitungan terhadap pertumbuhan asset yang Anda miliki. Apakah kekayaan Anda positif artinya asset lebih besar dibandingkan dengan hutang atau justru negatif ketika hutang Anda jauh lebih besar dibanding harta yang Anda miliki. Bila Anda ingin meningkatkan kekayaan sudah saatnya mengurangi hutang dan memperbanyak asset yang produktif. Financial checkup ini penting untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini terutama untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan Anda. Ada banyak hal yang harus di checkup yaitu pertumbuhan asset, penghasilan dan pengeluaran, dana cadangan, hutang, kondisi investasi, dll. Financial check up ini perlu dilakukan rutin sebagai evaluasi terhadap kondisi keuangan Anda. Dengan melakukan ini kita dapat mengatur strategi untuk memperbaiki kondisi keuangan kita dan ini mendukung untuk mencapai perencanaan keuangan lebih tepat. Seorang perencana keuangan dapat membantu Anda untuk melakukan Financial Chek Up
dengan baik.
Ok, bagaimana dengan Anda? Semoga tahun 2010 mendatang merupakan momentum Anda untuk meraih kehidupan keuangan yang lebih baik. Ingat kata pepatah : Change or die, atau hikmah yang kita petik dari kitab suci kita Al Qur’an : Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib manusia kecuali mereka mengubah dirinya sendiri (Ar R’ad : 11). Yang penting lakukan mulai dari yang kita bisa dulu sambil terus meningkatkan ilmu dan ikhtiar kita. Insya Allah berbuah manfaat dan keberkahan hidup. Amin !
*) Penulis adalah perencana keuangan syariah, Managing Director Kurnia Consulting dan pengarang buku “Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang”, Bisa dihubungi di email : kurnia_09@yahoo.com dan nomor HP 021-92519848.
Kumpulan tulisannya dapat dibaca di www.srikhurniatun.blogspot.com
Sri Khurniatun, RFA
Managing Director Kurnia Consulting
Biro Perencana Keuangan Pribadi dan Keluarga
www.srikhurniatun.blogspot.com
Penulis buku "Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang"
Telp. 021-92519848
YM : kurnia_09
Selasa, 03 November 2009
Mempersiapkan dana haji
Memang rukun Islam ini tak wajib diikuti bila tidak mampu. Tetapi kewajiban bagi setiap muslim untuk berusaha memenuhinya. Asalkan punya niat dan komitmen yang kuat serta mempunyai strategi perencanaan keuangan yang baik, insya Allah kita dapat menunaikan haji dengan lancar karena punya persiapan dana yang memadai. Apalagi untuk menunaikan ibadah haji butuh dana besar dan selalu naik dari tahun ke tahun. Penyebabnya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar sehingga biaya perjalanan haji jadi membengkak, selama ini ongkos naik haji diperhitungkan dalam kurs dollar Amerika Serikat. Faktor lain adalah naiknya setoran pemerintah kita kepada negara Arab Saudi, biaya akomodasi di Saudi yang meningkat, serta tiket pesawat yang harganya naik.
Bagaimana cara yang efektif untuk mempersiapkan dana haji?
1. Persiapan yang utama tentunya adalah mental dan fisik untuk menunaikan ibadah. Ibadah haji butuh fisik yang prima dan ruhiyah yang tinggi karena sepanjang waktu disana adalah untuk kegiatan ibadah. Untuk itu persiapan utama adalah kesehatan yang baik dan semangat ibadah yang tinggi.
2. Hitunglah berapa biaya haji yang dibutuhkan 5 tahun lagi, Caranya mencari info biaya haji saat ini beserta biaya lain yang diperlukan misalnya biaya mengadakan kegiatan walimatus syafar, biaya oleh-oleh, dll. Perhitungkan inflasi kenaikan biaya haji per tahunnya, (bisa pakai asumsi kenaikan 10 %/tahun ), dengan cara ini dapat ditentukan berapa biaya haji yang diperlukan 5 tahun lagi.
3. Berikutlah pilihlah produk investasi yang tepat dan sesuaikan dengan profil resiko Anda. Perhatikan juga jangka waktu berinvestasi. Karena Anda masih 5 tahun lagi bisa menggunakan produk yang lebih beresiko seperti reksadana syariah karena umumnya memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan tabungan serta deposito. Tetapi bila Anda tidak ingin produk yang beresiko Anda bisa menabung di tabungan haji yang kini tersedia di bank syariah. Produk tabungan haji ini umumnya memudahkan seseorang menyiapkan ONH karena bisa langsung didebet dari gaji atau tabungan kita sehingga kita dipaksa secara rutin untuk menyetor uangnya. Dengan memiliki tabungan haji ini maka otomatis Anda sudah didaftarkan ke Departemen Agama untuk mendapatkan kuota haji. Hanya sifat produk ini untuk menyimpan saja bukan berinvestasi.
Alternatif lain untuk mempersiapkan dana haji ini adalah dengan membeli emas. Umumnya biaya haji yang dibutuhkan berkisar antara 250 – 300 gram emas. Berinvestasi di emas ini memiliki keuntungan antara lain bila terjadi kenaikan harga, maka harga emas juga naik. Nilai emas juga berbanding lurus dengan nilai mata uang dollar AS. Artinya harga emas akan naik bila nilai dollar naik. Emas disini adalah emas koin atau batangan bukan emas perhiasan.
4. Berikutnya, pastikan Anda mendapatkan kuota atau kursi untuk menunaikan ibadah haji di 5 tahun mendatang. Untuk yang berinvestasi di tabungan haji di bank syariah ini sudah otomatis karena sudah didaftarkan. Tetapi bagaimana yang berinvestasi di emas atau reksadana? Ini bisa diatasi dengan mencairkan reksadana atau emas di tahun ke 4 dan menyimpannya di tabungan haji sehingga di tahun ke 5 Anda bisa dapat kuota.
Yok.. mulai sekarang siapkan dana haji, biar mimpi melihat Kabah bisa jadi kenyataan
Labaik Allahuma labaik..............................
Selasa, 27 Oktober 2009
PERENCANAAN KEUANGAN SYARIAH ; APA & BAGAIMANA ?
Fungsi dari perencanaan keuangan keluarga adalah merencanakan masa depan sedini mungkin untuk mencapai tujuan keuangan yang dicita-citakan melalui pengelolaan keuangan yang terencana, teratur dan bijak. Dengan adanya perencanaan keuangan, kita bisa mengontrol kondisi keuangan kita sekarang dan hari esok. Perencanaan keuangan secara komprehensif dapat meningkatkan kualitas hidup dengan cara mengurangi kekhawatiran akan kepastian masa depan finansial seseorang. Dengan melakukan perencanaan keuangan, kita bisa mendapatkan manfaat berupa:
o Meningkatkan efektifitas dalam mencari, menggunakan dan memproteksi sumber daya keuangan.
o Meningkatkan kontrol terhadap kegiatan keuangan dengan menghindari hutang yang berlebihan, kebangkrutan, dan ketergantungan terhadap orang lain secara finansial.
o Meningkatkan kualitas hubungan personal dengan adanya perencanaan yang baik dan efektifitas komunikasi ketika mengambil keputusan finansial.
o Kebebasan dari kekhawatiran finansial dengan cara melihat masa depan, mengantisipasi kebutuhan biayanya, dan mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.
Pada kenyataanya, di Indonesia masih sangat sedikit keluarga yang sudah menyusun rencana keuangannya. Faktor penyebabnya antara lain:
1. Kesadaran masyarakat yang rendah.
Perencanaan keuangan hanyalah untuk orang kaya, begitu persepsi yang sebagian masyarakat. Padahal, menjadi “kaya” adalah hasil dari proses perencanaan keuangan.
2. Tidak mempunyai tujuan keuangan yang jelas.
Tidak adanya visi masa depan menyebabkan kita bersikap mementingkan kebutuhan jangka pendek saja. Cenderung menghabiskan uang untuk memenuhi keinginan jangka pendek semata.
3. Keterbatasan waktu.
Pentingnya melakukan perencanaan keuangan baru dirasakan ketika kebutuhannya sudah di depan mata. Inilah yang menyebabkan masih banyaknya keluarga yang menganggap biaya pendidikan sebagai “biaya tak terduga” dan terpaksa harus berhutang untuk itu.
4. Keterbatasan ilmu dan pengetahuan bagaimana mengelola keuangan keluarga yang baik.
Pada jenjang pendidikan manapun, pada konsentrasi keilmuan apapun, lembaga pendidikan formal di Indonesia belum mengajarkan materi mengenai keuangan keluarga.
5. Belum mampu memilih produk keuangan yang semakin beragam.
Makin banyaknya produk keuangan tidak diimbangi dengan sosialisasi, edukasi, dan infrastruktur yang merata. Produk keuangan tertentu bahkan berkesan hanya untuk kalangan ekonomi atas, atau yang tinggal di kota besar saja.
Faktor tersebut di atas menjadi sebagian alasan mengapa sebagian masyarakat kita belum sejahtera. Sedikitnya ada 4 masalah utama yang membuat orang gagal menciptakan kehidupan yang sejahtera sebagaimana mereka harapkan, yakni:
1. Sikap suka menunda-nunda (procrastination)
2. Kebiasaan menghabiskan (spending habits)
3. Inflasi yang terus meningkat
4. Kebijakan pemerintah
Dua hambatan pertama adalah faktor internal atau personal yang dapat dirubah, dan dua penyebab berikutnya adalah faktor eksternal atau kondisi ekonomi makro yang mungkin tidak dapat kita rubah, tetapi sebetulnya dapat kita antisipasi.
Proses perencanaan keuangan terdiri dari 5 prosedur yang logis, dengan urutan sebagai berikut :
1. Menentukan tujuan keuangan
2. Mengidentifikasi alternatif
2. Membuat dan mengimplementasikan rencana keuangan
4. Mengevaluasi rencana keuangan tersebut
Dimulai dari menentukan situasi keuangan sekarang berkaitan dengan penghasilan, pengeluaran, biaya hidup, arus kas keluar masuk, jumlah hutang, jumlah asset, dan lainnya.. Tahap selanjutnya adalah menentukan tujuan keuangan., misalnya saja, naik haji pada usia 45, menyekolahkan anak ke universitas ternama di Jakarta. Kemudian mengidentifikasi alternatif misalnya sebuah tujuan keuangan bisa kita capai dengan cara berinvestasi sedari sekarang atau berhutang ketika dibutuhkan, dan instrumen investasi apa yang bisa digunakan sebagai kendaraan investasinya. Tahapan berikutnya adalah membuat dan mengimplementasikan rencana keuangan setelah menentukan pilihan dan cara efektif untuk mencapai tujuan keuangan. Selanjutnya evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah rencana keuangan yang kita terapkan berhasil mendekati sasaran atau ada penyimpangan. Bila terdapat penyimpangan maka harus direvisi kembali misal dengan mengubah pilihan investasi, menambah income, dsb.
Atau kalau kita analogikan dengan mudah, sebetulnya proses perencanaan keuangan itu sama dengan suatu perjalanan dari satu titik start ke titik lain yang disebut dengan titik finish. Kendaraan yang bisa dipilih bermacam-macam untuk bisa sampai ke titik finish, namun tentunya dengan konsekuensi bahan bakar, kecepatan, keselamatan yang berbeda-beda pula. Jalan yang dipilih pun bisa bermacam-macam tergantung dari kendaraan atau jalur yang ditempuh. Semakin cepat untuk mencapai tujuan maka bahan bakar yang kita gunakan juga semakin banyak dan kendaraan yang kita pakai harus yang berkualitas dan terpercaya.
Profesi perencana keuangan juga dibutuhkan dalam mengelola keuangan keluarga secara syariah. Sebagaimana kita ketahui dalam suatu keluarga muslim juga diperlukan keseimbangan hidup baik dunia maupun di akhirat. Proses merencanakan keuangan keluarga secara syariah dimulai dari niat untuk merencanakan kehidupan yang baik dimasa depan dan berusaha dengan diringi sikap yang tawakal. Tujuan keuangan keluarga pun bisa dipecah menjadi tujuan keuangan untuk memenuhi kehidupan di dunia seperti merencanakan pendidikan anak, rumah, kendaraan, liburan, dll. Sedangkan tujuan keuangan untuk memenuhi kebutuhan akhirat seperti biaya umroh/haji, zakat/sedekah, berkorban, dll. Tujuan keuangan ini juga disesuaikan prioritasnya sesuai dengan prinsip syariah Islam misalnya menikahkan anak adalah prioritas dibandingkan membelikan rumah untuk mereka. Pendidikan anak lebih diutamakan daripada naik haji, dll.
Hal lain yang membedakan perencanaan keuangan syariah dan konvensional adalah pemilihan produk investasi yang digunakan adalah yang sesuai dengan syariah Islam, yaitu pada deposito bagi hasil di bank syariah, asuransi syariah, dan reksadana syariah. Aspek transaksi keuangan pun diusahakan tidak melanggar aturan syariat dan menghindari riba (bunga), maysir (judi dan spekulasi), serta gharar (ketidak pastian). Membuat rencana waris juga tidak boleh melanggar hukum waris Islam, dan perbedaan lain adalah adanya cleansing wealth (penyucian harta) berupa zakat, infaq, sedekah, dan wakaf. Jadi perencanaan keuangan syariah senantiasa diletakkan pada prinsip halal dan barokah dan berorientasi kepentingan dunia dan akhirat.
Hasil akhir dari perencanaan keuangan syariah adalah sebuah keluarga akan terpenuhi kebutuhan primernya, ada pengumpulan asset dan investasi secara Islam, kebahagiaan duniawi, ada pengumpulan asset dan investasi akhirat, serta mencapai kebahagiaan ukhrowi (akhirat).
Profesi perencana keuangan syariah ada 2 macam, yang pertama adalah yang terikat pada lembaga keuangan tertentu seperti bank, asuransi, atau manajer investasi dan tentunya dalam memberikan rekomendasi dikaitkan dengan produk yang mereka promosikan. Kemudian yang kedua adalah perencana keuangan independen yang tentunya bisa memberikan saran yang obyektif karena tidak terikat pada kepentingan menjual produk tertentu. Landasan kepercayaan harus terjalin antara klien (keluarga) dengan perencana keuangan agar saling terbuka dalam memberikan informasi yang dibutuhkan. Keterbukaan ini penting agar kondisi klien ini dapat diketahui permasalahannya secara detil, sehingga perencana bisa melakukan analisis dan memberikan rekomendasi yang tepat.
Lalu kemampuan profesional apa saja yang harus dimiliki oleh perencana keuangan syariah? Tentunya sesuai tujuan utama dari perencana keuangan yaitu mampu memberikan konsultasi sesuai dengan kebutuhan klien, menentukan investasi yang sesuai, dan mampu memberikan analisis yang terbuka dan transparan terhadap investasi yang menjadi pilihan. Perencana keuangan syariah juga dituntut menguasai permasalahan investasi syariah, asuransi secara syariah, pajak dan zakat, faraid (ilmu waris) dan hibah, wasiat, serta infaq dan sadaqah.
Hal yang lain yang cukup krusial adalah seorang perencana keuangan syariah dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas agar mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan nasabah yang beragam, dapat dipercaya, disiplin dan bertanggung jawab, dan tentunya harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada keluarga yang menjadi kliennya sehingga tujuan mereka dapat tercapai. Tak ubahnya dengan profesi psikolog maka perencana keuangan syariah wajib mampu menjadi tempat berbagi/curhat bagi kliennya. Tugas yang mulia tentunya, adakah Anda tertarik dengan profesi ini?
*) Penulis adalah perencana keuangan syariah, Managing Director Kurnia Consulting
Kamis, 16 Juli 2009
TIPS dan TRIK AGAR CERDAS DAN CERDIK MENGELOLA UANG
- Judul Buku: Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang
- Pengarang: Sri Khurniatun, RFA
- Penerbit: TransMedia Pustaka
- Jumlah halaman: 156 halaman
Uang bukan segala-segalanya, tetapi segalanya tidak berjalan lancar tanpa adanya uang. Darimanapun sumber uang entah dari bekerja ataupun berwirausaha tetap butuh pengelolaan dengan baik agar tidak kebobolan oleh nafsu belanja, iming-iming kemudahan berhutang di depan mata maupun inflasi. Demikianlah prolog dari buku ”Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang” buah pena Sri Khurniatun, RFA.
Inilah satu-satunya buku keuangan yang komprehensif. Jarang buku yang mengupas buku keuangan pribadi maupun keuangan bisnis dalam satu topik, umumnya diulas dalam buku yang berlainan. Namun buku ini lain dan lebih beragam karena memuat 2 bagian yaitu bagian pertama tentang mengelola keuangan pribadi dan bagian kedua mengelola keuangan bisnis. Membeli buku ini tentu saja lebih efisien karena ”two in one’ jadi ada 2 bahasan dalam satu buku.
Pada bagian pertama terdiri dari 5 bab tentang perencanaan keuangan pribadi. Dimulai dari pentingnya perencanaan keuangan bagi pribadi dan keluarga. Kurangnya kesadaran warga Indonesia dalam menyusun rencana keuangan juga dibahas antara lain tidak punya tujuan keuangan yang jelas, keterbatasan waktu, dan tidak menguasai ilmu mengelola keuangan dengan baik. Bab berikutnya membahas tips mengelola keuangan rumah tangga dimulai dari menentukan tujuan keuangan, menyusun anggaran keluarga, menentukan sistem pengelolaan penghasilan, pentingnya dana darurat dan asuransi, serta tips membangun komunikasi keuangan dengan pasangan. Dilanjutkan bab khusus tentang mengelola keuangan bagi kaum lajang, mengatasi hutang pribadi dan bagian ini ditutup dengan bahasan kiat memilih investasi. Ragam contoh produk investasi juga dibahas tuntas dalam bab terakhir dari bagian pertama ini.
Bagian kedua buku ini fokus membahas bagaimana tips mengelola keuangan bagi pelaku usaha kecil yang umumnya kondisi keuangan yang belum rapi contohnya uang bisnis dan uang pribadi masih tercampur, dan belum punya pembukuan yang standar. Diawali dari merancang modal usaha, memilih sumber modal, mengenal jenis-jenis suku bunga kredit, dan bagaimana memulai usaha dengan modal sendiri. Bab berikutnya lebih ke arah teknis membuat pembukuan, laporan keuangan, dan menghitung titip impas/Break Even Point. Bab ini juga disertai contoh praktikal dalam bentuk tabel pembukuan maupun perhitungannya sederhana sehingga dapat dikuti dengan mudah.
Bab selanjutnya berisi kiat mengelola hutang usaha,bagaimana langkahnya sebelum berhutang dan bagaimana pula mengatasi hutang yang macet. Termasuk berbisnis dengan cara bagi hasil juga diulas dalam bab ini. Dan pada bagian 2 ini ditutup dengan topik ada lima kesalahan pebisnis dalam mengelola keuangan yaitu mencampur uang pribadi dan usaha, tidak mempunyai formula pembagian keuntungan, menggunakan kredit konsumtif untuk usaha, hanya menggunakan tolak ukur omset sebagai standar kesuksesan, dan melakukan aktivitas yang menyebabkan aliran kas macet. Tidak lupa disertai dengan tips untuk memperbaiki kesalahan tersebut.
Buku ini patut menjadi bacaan wajib bagi rumah tangga sekaligus pelaku usaha kecil yang masih awam mengelola keuangan dan perlu hal yang simpel dan mudah dimengerti. Istimewanya lagi masing-masing bab ada contoh kasus nyata dalam bentuk format tanya jawab, jadi tidak hanya sekedar wacana. Buku ini hadir sebagai salah satu panduan bagi mereka yang menginginkan kehidupan keuangan pribadi maupun bisnis yang lebih terencana, teratur dan bijak. Anda layak memiliki dan membacanya!
Berikut pujian terhadap buku ini
”Memahami dan mempraktekkan manajemen keuangan pribadi dan bisnis salah satu kunci bagi mereka yang menginginkan keamanan, kesejahteraan, dan kebebasan secara finansial”.
-Badroni Yuzirman – Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas Tangan Diatas (TDA)
”Mau ngatur pengeluaran rumah tangga, menambah penghasilan sampingan, ngurusin hutang pribadi ataupun usaha, atau menambah modal usaha? Buku ini semua punya solusinya”
- Ahmad Gozali, Perencana Keuangan Safir Senduk dan Rekan
”Melalui buku ini penulis memberikan rincian betapa pentingnya perencanaan keuangan bagi siapapun. Tanya jawab dan solusi perencanaan keuangan pribadi dan keluarga dibahas gamblang sehingga mudah diikuti oleh setiap kalangan”
- Haryajid Ramelan, Perencana Keuangan dan Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia
”Buku ini mudah, simpel, dan ringan. Semoga buku ini menambah khasanah pengetahuan pengelolaan keuangan keluarga sekaligus usaha kecil yang kita rintis. Lebih baik menyisakan waktu untuk belajar masalah keuangan keluarga dan usaha kecil daripada terperosok ke berbagai permasalahan dengan biaya belajar (kerugian) yang lebih besar.
- Isdiyanto, Pemimpin Redaksi Majalah Wirausaha dan Keuangan
”Manusia punya dua masalah keuangan, kekurangan dan kelebihan uang. Buku ini insya Allah bisa jadi solusi untuk dua masalah tersebut.
Jay de Terorist – Rektor Institut Kemandirian