<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013</id><updated>2011-11-02T02:20:32.846-07:00</updated><title type='text'>CURHATNYA KEUANGAN PRIBADI DAN USAHA KECIL</title><subtitle type='html'>Hidup Terencana Lebih Bermakna, so Rencanakan Keuangan Anda</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-4822304793547331222</id><published>2011-11-02T02:11:00.000-07:00</published><updated>2011-11-02T02:20:32.964-07:00</updated><title type='text'>MENYIAPKAN DANA KURBAN</title><content type='html'>Berkurbanlah sebagai bukti cinta padaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah Radhiyallahu’anha, Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari Bani Adam ketika hari Raya Idul Adha selain menyembelih qurban...” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beribadah kurban termasuk disunahkan dalam Islam. Ibadah kurban merupakan suatu ibadah anjuran yang digariskan oleh Islam, dan tentu saja kurban mempunyai nilai ganda. Selain  bernilai ibadah yang memberikan ganjaran pahala bagi peserta kurban, lebih jauh memiliki arti penting dalam hubungan sosial kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah kurban mempunyai dua makna terpenting bagi seorang Muslim. Pertama, sebagai bukti kepatuhannya dengan merelakan sebagian harta yang dimilikinya, yang sesungguhnya itu merupakan titipan Allah SWT yang berasal dari rizki yang ditebarkan-Nya di muka bumi. Sebagai rasa syukur dan terima kasih atas nikmat kehidupan yang layak tersebut. Kedua, sebagai bukti semangat dalam dirinya untuk membantu saudara-saudara yang hidup dalam kesusahan. Sebab, sebagian besar hewan kurban itu, telah diikhlaskan oleh para peserta kurban untuk disumbangkan kepada mereka yang hidupnya kurang beruntung, dan berpenghasilan rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda sudah menyiapkan dana kurban?  Dana kurban idealnya dikeluarkan setiap tahun pada saat  hari Raya Idhul Adha makanya sebaiknya masuk dalam perencanaan keluangan keluarga dan masuk dalam budget tahunan. Dananya didapat dari mana? Ya bisa menabung bulanan dari menyisihkan gaji, atau juga bisa diambil dari  sisa THR,  komisi , bonus akhir tahun, atau jika ada rejeki tambahan semestinya ditabungkan ke dalam tabungan kurban.&lt;br /&gt;Sebetulnya jika punya niatan kuat untuk membuka tabungan kurban setiap bulannya kayaknya setiap umat muslim mampu berkurban. Sebagai gambaran jika harga  kambing  Rp 1.500.000/ekor , jika bagi hasil tabungan ekuivalen rate 2 %/tahun, maka setoran tabungan kurban kambing  perbulan sekitar Rp 125.000/bulan atau Rp 4000 an /hari. Jika harga sapi  7 juta rupiah, maka tabungan yang perlu disiapkan sebesar Rp 600.000/bulan atau Rp 20.000/hari.  Kalau kita berniat menyisihkan saya yakin bisa ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu usahakan pesan kambing kurban jauh-jauh hari sebelum hari raya Idhul Adha ke peternakan atau pesan dulu ke pedagang,  karena kalau dekat -dekat hari raya Idhul Adha harga dah melonjak tajam. Kabarnya Idhul Adha sekarang harga kambing mengalami lonjakan tinggi hingga 30 %.  Wah inflasinya tinggi sekali ya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat kurban menurut hadis Rasulullah SAW adalah hewan yang sehat, gemuk, dan bertanduk. Makanya pastikan membeli hewan yang sehat dilengkapi sertifikat dari Balai  karantina atau dinas kesehatan setempat.  Jangan hanya melihat harganya yang murah atau hewannya yang gemuk saja, tp pastikan kesehatannya  biar berkah bagi yang memakannya.&lt;br /&gt;Lalu, dana persiapan kurban sebaiknya disimpan dimana?  Bisa dibuatkan rekening khusus tabungan kurban atau digabung ke rekening tabungan jangka pendek lainnya.   Selain itu bagi yang mau berpartisipasi di tabungan kurban Bank Syariah  yang biasanya bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat dalam program tebar hewan kurban juga bisa. Kurban akan  dilaksanakan oleh mereka di daerah-daerah yang membutuhkan. Selain itu ada bagi hasil yang kompetitif bagi si penabung dibandingkan tabungan biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini alternatif  tabungan kurban di salah satu  Bank Syariah yaitu Tabungan Kurban BSM :&lt;br /&gt;Manfaat: &lt;br /&gt;• Pelaksanaan kurban dan aqiqah yang dikoordinir oleh Badan Amil Kurban yang berpengalaman.&lt;br /&gt;• Harga hewan kurban sudah termasuk biaya penyaluran ke daerah yang membutuhkan.&lt;br /&gt;• Kemudahan rencana/persiapan ibadah kurban &amp; aqiqah &lt;br /&gt;Fasilitas: &lt;br /&gt;• Sertifikat dan bukti pelaksanaan ibadah kurban dan aqiqah. &lt;br /&gt;• Setor on-line diseluruh cabang BSM. &lt;br /&gt;• Bagi hasil. &lt;br /&gt;Akad: &lt;br /&gt;• Akad yang digunakan adalah akad mudharabah muthlaqah &lt;br /&gt;• Mudharabah muthlaqah adalah akad antara pihak pemilik modal (shahibul maal) dengan pengelola (mudharib) untuk memperoleh keuntungan, yang kemudian akan dibagikan sesuai nisbah yang disepakati. Dalam hal ini, mudharib (bank) diberikan kekuasaan penuh untuk mengelola modal atau arah investasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat  hari Raya Idhul Adha 1432 H dan selamat berkurban. Semoga berkah, Amiin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-4822304793547331222?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/4822304793547331222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=4822304793547331222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/4822304793547331222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/4822304793547331222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2011/11/menyiapkan-dana-kurban.html' title='MENYIAPKAN DANA KURBAN'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-1597198242364419655</id><published>2011-10-23T22:28:00.001-07:00</published><updated>2011-10-23T22:36:21.563-07:00</updated><title type='text'>Kartu Kredit Syariah</title><content type='html'>Rekan-rekan pembaca blog&lt;br /&gt;Ini materi wawancara saya dengan Majalah Sharing beberapa waktu lalu&lt;br /&gt;tentang kartu kredit syariah&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Sejauh mana  Anda mengetahui tentang kartu kredit syariah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Syariah Nasional MUI telah memberikan fatwa  terhadap penggunaan kartu kredit. Ketentuan tentang penggunaan kartu kredit adalah :&lt;br /&gt;1. Tidak menimbulkan riba&lt;br /&gt;2. Tidak digunakan untuk transaksi yang tidak sesuai syariah&lt;br /&gt;3. Tidak mendorong pengeluaran yang berlebihan, dengan cara antara lain menetapkan pagu maksimal pembelanjaan.&lt;br /&gt;4. Pemegang kartu harus memiliki kemampuan finansial untuk melunasi pada waktunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memfasilitasi hal tersebut saat ini beberapa bank syariah telah menerbitkan kartu kredit syariah atau syariah card meskipun  sebagian lainnya masih melakukan kajian sebelum mengeluarkan kartu kredit syariah. Fasilitas ini lahir meskipun masih ada pro dan kontra karena sebagian kalangan tidak setuju karena bisa mendorong nasabah berperilaku konsumtif yang bertentangan dengan prinsip Islam. Kartu kredit syariah berbeda dengan kartu kredit konvensional karena bisa memenuhi ke 4 ketentuan DSN tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu kredit konvensional mengutamakan adanya bunga sebesar 2-4% per bulan sebagai bentuk pengambilan keuntungan terhadap pelunasan tagihan yang dicicil. Nilai ini berbentuk bunga berbunga, sehingga dalam 1 tahun saja, bunganya saja bisa mendekati nilai transaksi awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Skema akad yang digunakan kartu kredit syariah  antara lain : :&lt;br /&gt;1. Akad Kafalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam akad kafalah ini, Bank Syariah sebagai penerbit kartu kredit akan bertindak selaku penjamin bagi nasabahnya, terhadap merchant yang melakukan transaksi dengan nasabah tersebut. Bank Syariah akan menjamin semua kewajiban pembayaran dari nasabahnya yang membeli barang atau menerima jasa dari merchant dimaksud. Karena Bank Syariah telah bertindak selaku penjamin, maka Bank Syariah berhak menagih iuran bulanan (membership fee). &lt;br /&gt;Misalnya begini:&lt;br /&gt;Santi merupakan nasabah kartu kredit pada Bank Syariah. Suatu hari Santi  membeli buku di  toko buku terkemuka  dengan menggunakan kartu kredit tersebut. Pada saat itu, Santi  tidak membayar harga buku  dengan tunai, melainkan dengan kartu kredit atau dengan cara hutang. Jadi seolah-olah  Santi  berhutang kepada toko buku  tersebut. Toko buku tersebut bisa mempercayai Santi , karena adanya jaminan dari Bank Syariah penerbit kartu kredit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Akad Qardh&lt;br /&gt;Bank Syariah selaku pemberi pinjaman kepada nasabahnya atas seluruh transaksi penarikan tunai yang menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh Bank Syariah dimaksud. Jadi maksudnya begini:&lt;br /&gt;Dalam suatu transaksi kartu kredit, terkadang Nasabah diberikan fasilitas untuk menarik dana secara tunai dengan menggunakan kartu kredit tersebut; walaupun nasabah tidak memiliki simpanan dalama bentuk uang tunai dalam rekening kartu kredit dimaksud. Namun, Bank Syariah memberikan dana talangan kepada nasabah, yang nantinya harus dikembalikan lagi oleh nasabah tersebut. Atas pelayanan qardh, maka bank berhak mengenakan biaya administrasi  kepada nasabah. Selain itu bank juga mengenakan denda jika nasabah telat membayar tagihan. Denda ini masuk ke dana sosial untuk kepentingan umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Akad Ijarah&lt;br /&gt;Bank Syariah selaku penyedia jasa system pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang Kartu Kredit. Atas Ijarah tersebut, nasabah dari Bank Syariah yang bersangkutan dikenakan iuran tahunan (annual membership fee).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Tip dan trik pemakaian kartu kredit syariah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Baik kartu kredit konvensional maupun syariah intinya sama  yaitu jangan menjadikan hutang sebagai salah satu sarana membiayai kebutuhan hidup. Untuk itu gunakan secara bijak, hanya sebagai alat pembayaran yang memudahkan.&lt;br /&gt;b. Kartu kredit hanya sebagai alat pembayaran atau memudahkan transaksi dan usahakan lunas sebelum jatuh tempo sehingga tidak terkena denda. Pastikan memiliki uang untuk membayarnya pada saat tagihan datang. &lt;br /&gt;c. Hanya digunakan untuk belanja pada merchant-merchant yang sesuai syariah supaya Anda tidak terjebak pada hal yang mudharat. &lt;br /&gt;d. Kalau Anda memiliki tipe yang berhitung dulu sebelum belanja dan bukan karakter pemboros tidak ada salahnya memiliki kartu kredit.  Fasilitas pinjaman dalam kartu kredit membuat Anda punya cadangan dana yang dapat digunakan dalam keadaan darurat terutama jika dana tunai tidak tersedia.  Katakan seperti ada musibah mendadak yang menimpa kondisi Anda seperti sakit, kecelakaan, paling tidak bisa mengantisipasinya.&lt;br /&gt;e. Gunakan untuk belanja yang produktif misalnya barang-barang kebutuhan modal kerja, usahakan jangan belanja barang  konsumtif  agar Anda terhindar dari mubazir dan berlebih-lebihan.  &lt;br /&gt;f. Nasabah dan bank sama-sama terbatasi untuk saling ‘menjaga’. Artinya, bank tidak mendorong nasabah untuk berlaku konsumtif dengan memberikan batasan maksimal pembelanjaan, dan nasabah pun dapat merasa aman dan nyaman berbelanja dengan kewajiban untuk melunasi pada waktunya. Untuk itu lakukan sosialisasi sebaik mungkin  untuk produk kartu kredit syariah ini kepada nasabah agar  kerugian atas penyimpangan bisa dihindari. Jadi inspirasi belanja bijak dan sesuai koridor syariah harus tetap ditanamkan oleh bank pada nasabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Evaluasi  terhadap kartu kredit syariah yang saat ini beredar di masyarakat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Sosialisasi belanja bijak , tidak boros dan sesuai koridor syariah belum sepenuhnya dilakukan oleh bank syariah sehingga masih banyak nasabah yang konsumtif dan mendorong NPL yang tinggi di perbankan syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.  Kartu kredit ini dalam penggunaannya tidak ada pembatasan dalam konteks tempat-tempat yang tidak diperbolehkan menggunakan kartu kredit syariah dan yang diperbolehkan. Saat ini kartu kredit syariah sama dengan kartu kredit bank konvensional dalam melakukan afiliasi, misalnya dengan mastercard, visa, dsb, sehingga dengan afiliasi ini penggunaannya bisa digunakan dimana saja yang bertanda visa, mastercard dsb. Jadi kartu kredit syariah digunakan di bar atau diskotik sekalipun. Mekanisme pengawasan cukup sulit dan bank hanya bisa melakukan himbauan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya kemudian, uang yang digunakan adalah uang nasabah yang menginginkan disimpan di bank syariah agar sesuai prinsip syariah. Dengan menggunakan kartu kredit pada tempat-tempat yang tidak sesuai syariah artinya telah terjadi penyimpangan dari penyaluran dana masyarakat yang tidak sesuai prinsip syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.  Salah satu misi utama bank syariah adalah mendorong terciptanya sektor rill yang banyak menyerap tenaga kerja bukannya sebaliknya menciptakan ummat yang konsumtif. Kalau banyak kartu kredit syariah yang bermasalah misalnya pembayaran kartu kredit syariah banyak yang macet, hal ini bisa mengganggu misi utama bank syariah dalam mendorong terciptanya sektor rill tsb. Untuk itu  pemilihan membership kartu kredit atau nasabah menurut saya perlu seleksi ketat dan pastikan histori kredit di tempat lain terpercaya dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.  Perlu ada penelitian dan kajian lebih dalam mengenai manfaat atau kah mudharat dari kartu kredit ini, dan bagaimana track record dari nasabah kartu kredit bank syariah. Bila memang lebih banyak mudharat maka lebih baik baik bank syariah fokus pada kartu debit dan pembiayaan produktif&lt;br /&gt;Demikian, semoga bisa menjawab.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Khurniatun, MM, RFA, RIFA&lt;br /&gt;Managing Partner Kurnia Consulting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biro Perencanaan Keuangan Keluarga dan UKM  berprinsip syariah&lt;br /&gt;Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-1597198242364419655?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/1597198242364419655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=1597198242364419655' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/1597198242364419655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/1597198242364419655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2011/10/kartu-kredit-syariah.html' title='Kartu Kredit Syariah'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-660784334483004024</id><published>2011-08-25T19:49:00.000-07:00</published><updated>2011-08-25T19:51:09.600-07:00</updated><title type='text'>Mengelola Tunjangan Hari Raya</title><content type='html'>MENGELOLA TUNJANGAN HARI RAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Sri, minggu ini saya menerima Tunjangan Hari Raya.  Tetapi karena banyak pengeluaran di bulan Ramadhan ini pengalaman yang sudah-sudah uang THR tidak cukup untuk berlebaran, apalagi kami punya kewajiban mudik untuk bersilaturahmi dengan orang tua dan kerabat.  Sehingga kami selalu mengambil tabungan untuk menutupi kekurangan padahal tabungan ini sebenarnya kami peruntukkan untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak bila anak sakit atau ada musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu mohon tips-tips agar saya bisa mengelola THR dengan baik dan tidak tekor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yofina – Tangerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang lebaran memang ada kewajiban dari perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya kepada para karyawannya sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan. Bagi mayoritas orang THR ini dianggap rejeki nomplok yang jatuh menjelang lebaran. Umumnya pengeluaran di bulan Ramadhan dan Idhul Fitri memang meningkat bahkan bisa 2 – 3 kali lipat dibandingkan bulan lainnya sehingga sangat terbantu oleh adanya THR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya banyak yang belum mampu mengelola THR dengan baik. Buktinya sudah ada THR pun pengeluaran masih bertambah, bahkan tekor. Harusnya dengan adanya tambahan pemasukan di bulan itu kan gaji menjadi 2 kali lipat karena umumnya besarnya THR minimal 1 bulan gaji. Seharusnya sebagian THR bisa ditabung tetapi dalam prakteknya yang sering terjadi belum bisa membiayai seluruh pengeluaran dan akhirnya membobol tabungan juga.  Nah untuk itu diperlukan tips-tips agar bisa mengelola THR dengan baik, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.	Setiap alur dana yang masuk sesuai proses perencanaan keuangan,  hendaknya mengikuti ketentuan Penerimaan – Zakat – Bayar Utang - Tabungan – Pengeluaran. Oleh karena itu segera setelah terima THR bayarkan zakatnya 2,5 % dari nominal THR yang diterima, 30 % buat melunasi hutang yang tidak wajib (kalau ada). Pengertian hutang wajib yang umumnya dilunasi dengan penghasilan rutin seperti cicilan KPR bulanan. Hutang yang tidak wajib contohnya cicilan kartu kredit atau hutang lainnya., sehingga THR bisa memperingan beban hutang kita. Selanjutnya usahakan minimal 10 % dari THR ditabung atau  diinvestasikan, barulah sisanya digunakan untuk belanja kebutuhan hari raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.	Agar sisa dana yang ada cukup untuk membiayai pengeluaran lebaran catat dan susunlah anggaran pengeluaran yang besarnya disesuaikan dengan dana yang ada. Jangan besar pasak daripada tiang. Buatlah skala prioritas dalam pengeluaran. Contohnya berikan THR juga untuk orang yang bekerja pada kita seperti karyawan bagi yang memiliki usaha, pembantu, sopir, dll. Pengeluaran berikutnya mungkin pemberian infaq kepada orang tua dan kerabat. Barulah menentukan pengeluaran untuk hari raya seperti belanja bahan makanan, kue-kue kering dan pakaian jika memang dananya mencukupi. Tidak apa-apa lebaran tanpa baju baru jika baju lama masih bersih dan rapi. Rasanya aneh jika memaksakan lebaran berpakaian baru tapi hutangnya belum dilunasi.&lt;br /&gt;Sekali lagi : komponen besarnya anggaran harus disesuaikan dengan dana yang tersedia. Ini penting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.	Lalu bagaimana dengan biaya mudik? Sebenarnya biaya mudik itu tidak bisa dibebankan pada THR karena besarnya THR yakin tidak mencukupi jika harus digunakan untuk menanggung biaya mudik.  Seharusnya biaya mudik sudah dianggarkan tersendiri sebagai komponen biaya liburan dan sudah disiapkan tabungannya. Bila memang belum memiliki persiapan buat biaya mudik tidak usah memaksakan diri untuk mudik. Silaturahmi bisa dilakukan dengan telpon atau sms saja.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, selamat mengelola THR. Perlu diingat kadang kita tergoda untuk menghabiskan dana untuk lebaran, pas abis lebaran kita gigit jari karena balik dari mudik tidak memiliki uang lagi, dan bagi yang karyawan gajiannya masih lama. Hasilnya berhutang lagi. Semoga terhindar dari yang demikian. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-660784334483004024?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/660784334483004024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=660784334483004024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/660784334483004024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/660784334483004024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2011/08/mengelola-tunjangan-hari-raya.html' title='Mengelola Tunjangan Hari Raya'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-9168775658808099622</id><published>2011-08-02T20:29:00.000-07:00</published><updated>2011-08-02T20:32:00.468-07:00</updated><title type='text'>Mengatur Keuangan Bulan Ramadhan dan Idhul Fitri</title><content type='html'>Saat ini kita telah kedatangan tamu yang istimewa yaitu Bulan Ramadhan 1432 H. Kedatangan bulan Ramadhan ini tentunya kita sambut dengan gembira karena kesempatan untuk meraih pahala telah kita peroleh. Karena segala aktivitas di bulan Ramadhan bernilai ibadah, maka   persiapan ke arah itu harus dilakukan baik pribadi maupun keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain persiapan fisik, mental, ruhiyah, maupun ilmu pengetahuan, ternyata persiapan maliyah (materi) juga tidak kalah pentingnya. Betapa tidak?  Karena pada bulan ini memerlukan sarana penunjang yaitu materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya sih pada bulan ini kita sudah punya tabungan yang cukup yang telah dikumpulkan selama 11 bulan lainnya sebagai bekal ibadah. Jadi ketika memasuki bulan Ramadhan kita dapat beribadah dengan khusyu tanpa disibukkan lagi dengan kerja ngoyo untuk mencari harta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan keuangan juga menjadi sesuatu yang penting di momen Ramadhan dan Idhul Fitri karena tergolong dalam ujian  pengendalian diri. Kebanyakan di momen hari besar ini kemampuan pengendalian diri lainnya   bisa sukses, tetapi ternyata pengendalian diri untuk tidak boros dalam pengeluaran tidak berhasil. Banyak anggaran rumah tangga yang jebol karena pengeluaran membengkak dan menghabiskan seluruh simpanan. Umumnya pengeluaran sebuah keluarga di bulan ini bisa meningkat 2 – 3 kali lipat dari pengeluaran di bulan lainnya. Selain karena kebutuhan yang lebih banyak,  juga dipicu kenaikan harga barang yang sudah mulai terasa di awal Ramadhan. Lalu bagaimana kita mengelola keuangan sehingga kita dapat melewati momen Ramadhan dan Idhul Fitri dengan selamat agar ibadahnya terjaga dan keuangan rumah tangga juga terpelihara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunlah Anggaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran ini sangat penting sebagai pedoman dalam berbelanja selama satu bulan penuh. Dengan anggaran yang rapi kita bisa terhindar dari pembelanjaan yang tidak perlu sehingga dapat menekan pengeluaran. Anggaran bisa memilah mana yang harus diprioritaskan untuk dibelanjakan. Untuk itu selain kita menyusun aktivitas ibadah dan amalan  Ramadhan, usahakan juga untuk menyusun anggaran selama satu bulan. Hitunglah berapa anggaran yang diperlukan untuk belanja rutin dan pos-pos tambahan untuk keperluan lebaran seperti zakat, busana baru, kue-kue suguhan, hadiah lebaran, biaya mudik, dll. Pos rutin dipenuhi oleh anggaran bulanan seperti biasa dan pos tambahan dibiayai oleh THR (Tunjangan Hari Raya) yang diperoleh. Kunci dalam menyusun anggaran tentunya harus disesuaikan dengan pemasukan yang ada dan tidak dilebih-lebihkan. Misalnya jika  memang dana tidak mencukupi untuk mudik tidak usah memaksakan diri untuk pulang kampung. Silaturahmi bisa dilakukan via telepon atau sms yang lebih menghemat. Kunci sukses dari penyusunan anggaran ini yaitu sudah jelas : harus mematuhinya !  Kita harus punya komitmen kuat agar tidak belanja keluar dari yang sudah dianggarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturlah Menu dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pengaturan menu makanan menjadi hal yang penting? Karena tiap  Ramadhan umumnya belanja dapur harus diistimewakan. Pola konsumsi sebenarnya di bulan ini berubah karena kita tidak harus menyiapkan menu makan pagi dan makan siang. Logikanya sih kita harusnya bisa menghemat. Tetapi pada kenyatannya pos belanja dapur ini meningkat setiap bulan puasa. Kenapa anggaran bisa membengkak karena umumnya kita terdorong untuk makan yang lebih enak dan berkualitas dibandingkan bulan lainnya. Hal ini cukup wajar karena seharian kita berpuasa, tetapi sebenarnya yang harus dipentingkan adalah kadar gizinya dan keseimbangan menunya, tidak harus yang serba mahal. Disini peran ibu dalam pengaturan menu menjadi sangat penting. Bagaimana bisa menyusun menu yang sehat untuk berbuka puasa tanpa harus mahal. Perlu diingat lagi usahakan pengeluaran belanja dapur ini sama besarnya dengan pengeluaran rutin di bulan lain sehingga tidak merusak anggaran. Satu hal lagi adalah kaum ibu kadang ingin menyiapkan menu untuk buka puasa bisa 3 – 4 menu, ada kolak, es campur, gorengan, selain menu makan besarnya. Inilah yang mengakibatkan pembengkakan anggaran. Mengapa tidak 1 – 2 menu makanan saja, toh kadang kita berbuka dengan seteguk air dan 3 buah kurma seperti yang disunahkan Rasul, kita sudah berasa kenyang. Begitu juga untuk kue suguhan untuk hari raya usahakan membuat kue yang disesuaikan dengan perkiraan jumlah tamu yang hadir ke rumah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bijak dalam berbelanja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang mungkin menyebabkan anggaran di bulan Ramadhan dan Idhul Fitri bisa jebol karena kita tidak bijak dalam berbelanja. Sering lepas kontrol dalam pengeluaran karena tidak dianggarkan sebelumnya atau kita justru tidak mematuhi anggaran. Usahakan membeli barang untuk keperluan Ramadhan dan Idhul Fitri jauh-jauh hari menjelang hari H karena belum mengalami lonjakan kenaikan harga yang tinggi. Sayangnya tradisi perusahaan di negara kita memberikan uang THR  mendekati lebaran sehingga kesempatan belanja juga mepet waktunya. Untuk itu rasanya perlu ada himbauan atau aturan agar THR diberikan di awal Ramadhan.  Selain belum ada kenaikan harga tentunya bila segala sesuatu keperluan Lebaran telah disiapkan jauh hari sebelum memasuki Ramadhan, tentunya kita bisa lebih khusyu dalam beribadah tanpa disibukkan dengan kegiatan belanja lagi. Untuk menyiasati harga yang naik cobalah mencari tempat belanja yang lebih murah misalnya di tempat belanja grosir. Kita bisa berbelanja sekaligus dalam jumlah banyak dengan harga lebih murah, atau rame-rame berpatungan dengan tetangga membeli dalam partai besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Sedekah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang krusial di bulan Ramadhan adalah pahala bersedekah berlipat ganda dibandingkan bulan biasa. Sehingga perlu ada persiapan dana yang cukup untuk melipat gandakan sedekah di bulan ini. Selain zakat fitrah, tentunya kita ingin juga memberikan hadiah lebaran atau THR buat khadimat atau orang yang bekerja pada kita, orang tua atau  sanak famili yang membutuhkannya. Adalah jauh lebih penting menyisihkan uang untuk zakat dan sedekah bagi kaum dhuafa ketimbang memesan makanan yang berlebihan atau membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita menunaikan ibadah puasa dengan senantiasa mengendalikan diri dari hawa nafsu. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1428 H. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah konsultan keuangan keluarga  muslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-9168775658808099622?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/9168775658808099622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=9168775658808099622' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/9168775658808099622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/9168775658808099622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2011/08/mengatur-keuangan-bulan-ramadhan-dan_02.html' title='Mengatur Keuangan Bulan Ramadhan dan Idhul Fitri'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-1860654039392180717</id><published>2011-08-02T20:21:00.000-07:00</published><updated>2011-08-02T20:25:29.824-07:00</updated><title type='text'>Mengatur Keuangan Bulan Ramadhan dan Idhul Fitri</title><content type='html'>Saat ini kita telah kedatangan tamu yang istimewa yaitu Bulan Ramadhan 1432 H. Kedatangan bulan Ramadhan ini tentunya kita sambut dengan gembira karena kesempatan untuk meraih pahala telah kita peroleh. Karena segala aktivitas di bulan Ramadhan bernilai ibadah, maka   persiapan ke arah itu harus dilakukan baik pribadi maupun keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain persiapan fisik, mental, ruhiyah, maupun ilmu pengetahuan, ternyata persiapan maliyah (materi) juga tidak kalah pentingnya. Betapa tidak?  Karena pada bulan ini memerlukan sarana penunjang yaitu materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya sih pada bulan ini kita sudah punya tabungan yang cukup yang telah dikumpulkan selama 11 bulan lainnya sebagai bekal ibadah. Jadi ketika memasuki bulan Ramadhan kita dapat beribadah dengan khusyu tanpa disibukkan lagi dengan kerja ngoyo untuk mencari harta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan keuangan juga menjadi sesuatu yang penting di momen Ramadhan dan Idhul Fitri karena tergolong dalam ujian  pengendalian diri. Kebanyakan di momen hari besar ini kemampuan pengendalian diri lainnya   bisa sukses, tetapi ternyata pengendalian diri untuk tidak boros dalam pengeluaran tidak berhasil. Banyak anggaran rumah tangga yang jebol karena pengeluaran membengkak dan menghabiskan seluruh simpanan. Umumnya pengeluaran sebuah keluarga di bulan ini bisa meningkat 2 – 3 kali lipat dari pengeluaran di bulan lainnya. Selain karena kebutuhan yang lebih banyak,  juga dipicu kenaikan harga barang yang sudah mulai terasa di awal Ramadhan. Lalu bagaimana kita mengelola keuangan sehingga kita dapat melewati momen Ramadhan dan Idhul Fitri dengan selamat agar ibadahnya terjaga dan keuangan rumah tangga juga terpelihara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunlah Anggaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran ini sangat penting sebagai pedoman dalam berbelanja selama satu bulan penuh. Dengan anggaran yang rapi kita bisa terhindar dari pembelanjaan yang tidak perlu sehingga dapat menekan pengeluaran. Anggaran bisa memilah mana yang harus diprioritaskan untuk dibelanjakan. Untuk itu selain kita menyusun aktivitas ibadah dan amalan  Ramadhan, usahakan juga untuk menyusun anggaran selama satu bulan. Hitunglah berapa anggaran yang diperlukan untuk belanja rutin dan pos-pos tambahan untuk keperluan lebaran seperti zakat, busana baru, kue-kue suguhan, hadiah lebaran, biaya mudik, dll. Pos rutin dipenuhi oleh anggaran bulanan seperti biasa dan pos tambahan dibiayai oleh THR (Tunjangan Hari Raya) yang diperoleh. Kunci dalam menyusun anggaran tentunya harus disesuaikan dengan pemasukan yang ada dan tidak dilebih-lebihkan. Misalnya jika  memang dana tidak mencukupi untuk mudik tidak usah memaksakan diri untuk pulang kampung. Silaturahmi bisa dilakukan via telepon atau sms yang lebih menghemat. Kunci sukses dari penyusunan anggaran ini yaitu sudah jelas : harus mematuhinya !  Kita harus punya komitmen kuat agar tidak belanja keluar dari yang sudah dianggarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturlah Menu dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pengaturan menu makanan menjadi hal yang penting? Karena tiap  Ramadhan umumnya belanja dapur harus diistimewakan. Pola konsumsi sebenarnya di bulan ini berubah karena kita tidak harus menyiapkan menu makan pagi dan makan siang. Logikanya sih kita harusnya bisa menghemat. Tetapi pada kenyatannya pos belanja dapur ini meningkat setiap bulan puasa. Kenapa anggaran bisa membengkak karena umumnya kita terdorong untuk makan yang lebih enak dan berkualitas dibandingkan bulan lainnya. Hal ini cukup wajar karena seharian kita berpuasa, tetapi sebenarnya yang harus dipentingkan adalah kadar gizinya dan keseimbangan menunya, tidak harus yang serba mahal. Disini peran ibu dalam pengaturan menu menjadi sangat penting. Bagaimana bisa menyusun menu yang sehat untuk berbuka puasa tanpa harus mahal. Perlu diingat lagi usahakan pengeluaran belanja dapur ini sama besarnya dengan pengeluaran rutin di bulan lain sehingga tidak merusak anggaran. Satu hal lagi adalah kaum ibu kadang ingin menyiapkan menu untuk buka puasa bisa 3 – 4 menu, ada kolak, es campur, gorengan, selain menu makan besarnya. Inilah yang mengakibatkan pembengkakan anggaran. Mengapa tidak 1 – 2 menu makanan saja, toh kadang kita berbuka dengan seteguk air dan 3 buah kurma seperti yang disunahkan Rasul, kita sudah berasa kenyang. Begitu juga untuk kue suguhan untuk hari raya usahakan membuat kue yang disesuaikan dengan perkiraan jumlah tamu yang hadir ke rumah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bijak dalam berbelanja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang mungkin menyebabkan anggaran di bulan Ramadhan dan Idhul Fitri bisa jebol karena kita tidak bijak dalam berbelanja. Sering lepas kontrol dalam pengeluaran karena tidak dianggarkan sebelumnya atau kita justru tidak mematuhi anggaran. Usahakan membeli barang untuk keperluan Ramadhan dan Idhul Fitri jauh-jauh hari menjelang hari H karena belum mengalami lonjakan kenaikan harga yang tinggi. Sayangnya tradisi perusahaan di negara kita memberikan uang THR  mendekati lebaran sehingga kesempatan belanja juga mepet waktunya. Untuk itu rasanya perlu ada himbauan atau aturan agar THR diberikan di awal Ramadhan.  Selain belum ada kenaikan harga tentunya bila segala sesuatu keperluan Lebaran telah disiapkan jauh hari sebelum memasuki Ramadhan, tentunya kita bisa lebih khusyu dalam beribadah tanpa disibukkan dengan kegiatan belanja lagi. Untuk menyiasati harga yang naik cobalah mencari tempat belanja yang lebih murah misalnya di tempat belanja grosir. Kita bisa berbelanja sekaligus dalam jumlah banyak dengan harga lebih murah, atau rame-rame berpatungan dengan tetangga membeli dalam partai besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Sedekah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang krusial di bulan Ramadhan adalah pahala bersedekah berlipat ganda dibandingkan bulan biasa. Sehingga perlu ada persiapan dana yang cukup untuk melipat gandakan sedekah di bulan ini. Selain zakat fitrah, tentunya kita ingin juga memberikan hadiah lebaran atau THR buat khadimat atau orang yang bekerja pada kita, orang tua atau  sanak famili yang membutuhkannya. Adalah jauh lebih penting menyisihkan uang untuk zakat dan sedekah bagi kaum dhuafa ketimbang memesan makanan yang berlebihan atau membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita menunaikan ibadah puasa dengan senantiasa mengendalikan diri dari hawa nafsu. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1428 H. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah konsultan keuangan keluarga  muslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-1860654039392180717?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/1860654039392180717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=1860654039392180717' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/1860654039392180717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/1860654039392180717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2011/08/mengatur-keuangan-bulan-ramadhan-dan.html' title='Mengatur Keuangan Bulan Ramadhan dan Idhul Fitri'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-5158233256260180624</id><published>2011-04-05T18:29:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T19:41:24.882-07:00</updated><title type='text'>EVALUASI FINANCIAL KLINIC IFPC EXPO</title><content type='html'>Alhamdulillah Independent Financial Planner Expo yang berlangsung tgl 26 Maret lalu berjalan lancar dan jumlah peserta cukup membludak dan memenuhi Assembly Hall Bapindo Plaza. Dan seharian itu Kurnia Consulting alhamdulillah bisa berpartisipasi dalam sesi free financial clinic kepada puluhan peserta.&lt;br /&gt;Mudah2an acara yang insya Allah menjadi agenda rutin tahunan dan akan berlangsung di beberapa kota dapat memberikan manfaat bagi pesertanya. Amiin&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini saya ingin sharing tentang sesi financial clinic ni&lt;br /&gt;apa saja sih permasalahan orang-orang or evaluasi buat peserta yang ikut sesi financial clinic. Kali ini saya sharing problem mrk aja dulu ya nanti lain kali kita sharing pemecahannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil evaluasi buat peserta yang ikut sesi financial clinic Kurnia Consulting :&lt;br /&gt;1. Tidak memiliki tujuan keuangan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang sehingga tidak memiliki perencanaan investasi yang jelas&lt;br /&gt;2. tidak memiliki tabungan dana darurat, umumnya tabungan sebagian besar memiliki tetapi belum ada yang dialokasikan untuk dana darurat&lt;br /&gt;3. Tidak memiliki asuransi kesehatan dan sudah merasa cukup dengan fasilitas askes dari kantornya padahal mrk tidak mengetahui detil apa kebutuhan asuransi nya sudah memadai.&lt;br /&gt;4. Karena tidak memiliki rencana investasi maka sisa cashflow bulanan tidak teralokasikan dengan baik sehingga habis sia-sia tidak jelas&lt;br /&gt;5. Lajang banyak juga yang memiliki asuransi jiwa padahal belum memiliki tanggungan yang harus dicover resiko jika terjadi musibah&lt;br /&gt;6. Banyak yang memiliki asuransi jiwa tetapi tidak tahu apakah Uang Pertanggungan cukup atau tidak bahkan banyak yang tidak tahu berapa nilai UP yang didapat jika terjadi musibah&lt;br /&gt;7. rasio likuiditas keuangan terlalu tinggi banyak yang menyimpan di kas tetapi sedikit di investasikan&lt;br /&gt;8. Asuransi digabungkan dengan investasi jadi beban bulanan cukup besar tetapi tidak diketahui coverage resiko maupun nilai investasinya berapa.. dan mereka tidak pernah melakukan evaluasii&lt;br /&gt;9. Tidak memiliki  perencanaan dana pendidikan anak &lt;br /&gt;10. Tidak memiliki perencanaan pensiun dan menyerahkan nasibnya pada pensiun plan dari kantornya&lt;br /&gt;11. penghasilan naik  tetapi tidak memiliki tabungan karena tidak pernah mengalokasikan khusus untuk ditabungkan&lt;br /&gt;12. Belum memiliki tujuan keuangan mana yang prioritas dan yang realistis untuk diupayakan..kalaupun memiliki tujuan keuangan terlalu muluk dan ingin dipenuhi semuanya dalam jangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok apa lagi ya... kayaknya segitu dulu ya evaluasinya... nanti dilanjut lagi. Bagaimana pemecahan dari problem di atas tar kita bahas satu persatu ya&lt;br /&gt;Teria kasih&lt;br /&gt;So hidup terencana akan lebih bermakna, rencanakan keuangan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Khurniatun&lt;br /&gt;Managing Partner Kurnia Consulting&lt;br /&gt;Penulis Buku Cerdas dan Cerdik  Mengelola Uang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-5158233256260180624?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/5158233256260180624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=5158233256260180624' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5158233256260180624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5158233256260180624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2011/04/evaluasi-financial-klnik-ipfc-expo.html' title='EVALUASI FINANCIAL KLINIC IFPC EXPO'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-8975660972568982433</id><published>2011-01-03T21:24:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T21:25:40.988-08:00</updated><title type='text'>Resolusi Keuangan 2011</title><content type='html'>RESOLUSI KEUANGAN 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      Oleh : Sri Khurniatun, MM, RFA*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa kita sudah memasuki tahun 1432 H/2011 M. Banyak pengamat ekonomi memprediksi tahun 2011 lebih baik daripada tahun lalu. Kita tentunya berharap demikian dan apapun prediksi ekonomi negara  yang jelas kita harus selalu mengoptimalkan produktifitas dan karya .&lt;br /&gt;Ada baiknya di tahun baru ini kita sejenak menengok ke belakang  atau melakukan refleksi dan muhasabah. Hasil dari evaluasi akhir tahun adalah sebuah resolusi awal tahun  : sebuah komitmen untuk menjalankan sebuah perilaku atau gaya hidup yang lebih baik.&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan “ (QS  Al Hasyr : 18).  &lt;br /&gt;Apa  pentingnya menyusun resolusi di awal tahun? Tentu saja banyak. Diantaranya dengan menyusun target maka kita akan fokus untuk mencapainya. Orang yang merencanakan hidupnya dan memiliki tujuan akan lebih terarah dibandingkan dengan orang yang hanya mengikuti arus. Tentunya asalkan dijalankan dengan konsisten dan realistis dalam menyusunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, kali  ini saya akan mengajak Anda bersama-sama menyusun resolusi keuangan di tahun 2011. Resolusi ini diharapkan akan menumbuhkan kebiasaan yang baik dan membuang kebiasaan yang buruk dalam memperlakukan uang yang kita miliki. Ada beberapa hal yang kita tetapkan dalam resolusi tahun baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kebiasaan berbelanja. Poin ini memang sulit untuk dilakukan apalagi bila selama ini Anda tergolong boros dan tidak pernah memiliki perencanaan dalam belanja. Bila kita tidak komit untuk mengubah perilaku ini maka akan terjebak dalam kesulitan yang lebih dalam. Maka sudah saatnya kita belanja bijak dengan membeli apa yang dibutuhkan dan menghindari keinginan yang tidak perlu. Panda-pandai juga memilih tempat belanja yang murah dan buatlah budget dalam belanja. Jangan lupa belanja sebatas apa yang dianggarkan dan usahakan catatlah setiap pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, lebih berhati-hati dengan hutang. Meskipun tawaran kemudahan berhutang banyak sekali tidak lantas mudah mengambil hutang baru. Cicilan hutang tidak boleh lebih dari 30 %  penghasilan. Pilih hutang yang produktif untuk membeli barang yang mengalami potensi kenaikan harga. Bagaimana jika butuh barang konsumtif tetapi tidak mampu membelinya? Lebih baik menabung dulu dan menunda pembelian sampai uangnya cukup. Toh tidak terlalu penting dan mendesak harus ada saat ini. Bagi yang punya hutang segeralah dilunasi dan hindari hutang yang mengandung riba. Bayarlah hutang tepat waktu agar kredibilitas Anda sebagai peminjam tetap baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tentukan tujuan keuangan. Memiliki perencanaan dalam hidup akan jauh lebih bermakna daripada tidak sama sekali. Sudahkah Anda membuat tujuan keuangan yang ingin dicapai di tahun 2011? Tujuan keuangan hendaklah spesifik dan terukur serta realistis. Banyak teman yang segan menyusun tujuan keuangan karena merasa tidak pernah berhasil mencapainya. Menurut saya beliau tidak memiliki keyakinan yang kuat dan mungkin saja tujuan keuangannya tidak terukur dan tidak realistis.  Bagi saya memiliki tujuan keuangan justru memudahkan kita untuk menyusun perencanaan berapa uang yang harus kita tabung dan investasikan untuk mencapainya.&lt;br /&gt;Bagi yang belum memiliki tujuan keuangan mulailah menyusun dari sekarang karena momennya pas di awal tahun. Mulailah dari tujuan keuangan jangka pendek ( 1 tahun ke depan atau sepanjang tahun 2011) atau tujuan keuangan jangka panjang  (3 atau 5 tahun ke depan). Jangka pendek bisa dilakukan dengan menabung di bank untuk mencapainya. Sementara jangka panjang bisa berinvestasi pada produk yang potensi imbal hasilnya lebih bagus dalam jangka panjang seperti emas, reksadana syariah atau saham syariah. Tujuan keuangan apa saja yang harus dimiliki keluarga? Prioritas adalah  memiliki dana darurat, pendidikan anak, pensiun, naik haji/umroh, beli rumah, kendaraan, liburan, dan lain-lain. Bila Anda ingin minta bantuan untuk menghitung kebutuhan investasinya, silakan berkonsultasi dengan perencana keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, miliki proteksi. Anda perlu memiliki dana darurat untuk berjaga-jaga jika terjadi musibah. Minimal siapkan dana darurat sebesar 3 bulan pengeluaran untuk dana cadangan.  Selain itu untuk mengcover resiko sakit lebih efisien jika membeli asuransi kesehatan untuk seluruh anggota  keluarga, dan asuransi jiwa untuk kepala keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, lakukan financial check up rutin. Tiap tahun lakukan perhitungan terhadap per tumbuhan asset  yang Anda miliki. Apakah kekayaan Anda positif artinya asset lebih besar dibandingkan dengan hutang ataukah justru negatif  artinya lebih besar porsi hutang dibandingkan harta. Bila Anda ingin meningkatkan kekayaan sudah saatnya mengurangi hutang konsumtif dan memperbanyak asset produktif. Financial check up ini penting untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini terutama untuk mengetahui kesehatan keuangan Anda. Ada banyak hal yang harus di check up yaitu pertumbuhan asset, penghasilan, pengeluaran, dana cadangan, hutang, kondisi investasi, dan lain-lain. Financial check up ini perlu dilakukan rutin sebagai evaluasi terhadap kondisi keuangan Anda. Dengan melakukan ini kita dapat mengatur strategi untuk memperbaiki kondisi keuangan kita. Ini mendukung untuk mencapai perencanaan keuangan lebih tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, mencari penghasilan tambahan. Ini bertujuan agar penghasilan Anda lebih baik dari tahun sebelumnya. Tantangan hidup ke depan makin sulit dimana  kebutuhan hidup semakin meningkat dan harga-harga juga tambah melambung. Maka kita harus mencari sumber sumber income tambahan. Anda harus kreatif dan lebih produktif. Manfaatkan hobi Anda dan update terus keahlian yang bisa dijual. Misalnya hobi fotografi. Anda bisa menawarkan diri menjadi fotografer media, atau hobi menulis bisa menyusun buku, dll. Dengan  melakukan hal-hal yang Anda sukai segala sesuatu terasa lebih ringan dan menyenangkan. Insya Allah juga bisa menambah pundi-pundi finansial Anda.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda? Semoga tahun 2011 ini merupakan momentum Anda untuk meraih kehidupan keuangan yang lebih baik. Ingat hikmah dari firman Allah “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib manusia, kecuali mereka mengubah dirinya sendiri,” (QS Ar Raad : 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting lakukan mulai dari yang kita bisa dulu sambil terus meningkatkan ilmu dan ikhtiar kita. Insya Alllah berbuah manfaat dan keberkahan hidup. Orang yang terus memperbaiki diri adalah tergolong orang-orang yang beruntung. Amin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah perencana keuangan syariah, Managing Partner Kurnia Consulting dan pengarang buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang.  Hampir sebagian besar content tulisan ini pernah dimuat di Majalah Pengusaha Muslim Edisi 2 bulan Pebruari 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-8975660972568982433?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/8975660972568982433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=8975660972568982433' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/8975660972568982433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/8975660972568982433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2011/01/resolusi-keuangan-2011.html' title='Resolusi Keuangan 2011'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-2537429430730726859</id><published>2010-07-08T19:32:00.000-07:00</published><updated>2010-07-08T19:35:55.471-07:00</updated><title type='text'>MENGHADAPI  KENAIKAN HARGA</title><content type='html'>Pertanyaan :&lt;br /&gt;Salam kenal Ibu Sri, &lt;br /&gt;Langsung saja, saya seorang ibu rumah tangga yang  berbisnis makanan kecil-kecilan di rumah  dan  menerima pesanan. Hasilnya lumayan bisa menambah belanja dapur. Suami bekerja sebagai PNS dan tidak mempunyai penghasilan sampingan. Anak kami 3 orang.  Beban hidup kami bertambah berat menghadapi kenaikan harga sembako  di bulan ini. Boro-boro menabung buat belanja sehari-hari juga belum tentu cukup. Harga bahan baku dagangan  juga   naik jadi saya kepikiran buat menaikkan harga jualan tetapi takut kalau dagangan tidak laku. Adakah kiat-kiat dari  Ibu  untuk mengatasi permasalahan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Annisa H&lt;br /&gt;Jakarta Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo Ibu Annisa, senang sekali berkenalan dengan Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua prihatin dengan kenaikan harga barang yang terjadi akibat harga sembako akibat kenaikan tariff dasar listrik  yang naik mencapai 40 % - 50 % di bulan  ini. Tetapi kita tidak boleh mengeluh dan meratapi kondisi ini. Kita harus hadapi kenyataan ini dengan tenang dengan mencari solusi terbaik dan terus meningkatkan kecerdasan finansial. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menyiasati kenaikan harga sehingga  tetap bisa memenuhi kebutuhan kita dengan baik, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Susunlah anggaran belanja bulanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Anggaran bulanan   membuat kita lebih terkendali dalam mengatur pengeluaran. Setiap awal bulan catatlah semua pengeluaran yang akan dilakukan. Tentu saja besar pengeluaran harus disesuaikan dengan penghasilan yang diterima. Kemudian patuhi anggaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buatlah perencanaan keuangan dengan matang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Perencanaan keuangan ini penting agar setiap kebutuhan di masa depan sudah diperhitungkan sebelumnya dengan mempertimbangan kenaikan harga atau inflasi yang terjadi. Contohnya bila Anda   tahun depan akan menyekolahkan anak Anda ke SMA dan butuh Uang Pangkal 5 juta rupiah , dan dengan asumsi kenaikan harga tahun depan 10 %, maka Uang Pangkal yang harus disiapkan menjadi  5 juta rupiah +  10 % X 5 juta = 5.500.000 rupiah. Lakukan setiap kebutuhan Anda di masa depan dengan perhitungan seperti ini sehingga kita lebih siap untuk menghadapi kenaikan harga dengan merencanakan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lakukan investasi pada produk yang bisa mengimbangi tingkat inflasi    &lt;br /&gt;   Jaman sulit begini apa memungkinkan untuk investasi? Tetap perlu bu. Investasi tetap jalan biarpun pada kondisi apapun. Kita tidak tahu apakah di masa depan kondisi akan lebih sulit lagi. Sisihkan minimal 10 % penghasilan di depan begitu kita terima dan investasikan pada produk keuangan yang hasilnya bisa mengimbangi kenaikan harga. Contohnya : emas dan reksadana. Biasanya emas harganya hampir selalu naik kalau terjadi kenaikan harga barang. Emas yang cocok buat investasi adalah emas batangan atau emas koin. Reksadana adalah produk investasi  yang dilakukan bersama-sama.  Caranya adalah  kita menyetor sejumlah dana pada lembaga yang bernama manajer  investasi kemudian dana kita bersama investor lain diinvestasikan ke berbagai produk investasi seperti saham, obligasi, deposito,dll. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;4. Bijak dalam pengeluaran&lt;br /&gt;    Lakukan evaluasi setiap pengeluaran yang dilakukan. Lihatlah komponen mana yang bisa dihemat. Berpikir ulang dahulu setiap melakukan pembelian. Prioritas belanja yang diperlukan dahulu. Carilah tempat belanja yang lebih murah. Usahakan jangan terlalu sering pergi ke pusat perbelanjaan. Bila akan berbelanja buatlah catatan terlebih dahulu sesuai anggaran yang disusun. Hemat pemakaian listrik dan telepon, dan rawatlah barang-barang di rumah dengan baik sehingga tidak cepat rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mencari penghasilan tambahan&lt;br /&gt;    Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi maka tindakan realistis adalah terus berikhtiar untuk mencari penghasilan tambahan. Untuk yang ini Bu Anissa sudah terbiasa berdagang. Tetapi mungkin belum optimal untuk memasarkan dalam skala lebih luas lagi misalnya tidak hanya dagang di rumah dan tunggu pesanan, tetapi tawarkan ke perkantoran, klub arisan, pengajian, dll. Ibu harus aktif  dalam berbagai komunitas sehngga orang akan mengenal makanan buatan Ibu. Upaya lain misalnya libatkan anggota keluarga untuk aktif mencari penghasilan tambahan ini. Potensi suami di luar jam kerja bisa digunakan, tidak ada salahnya melibatkan anak berjualan agar mengasah kecerdasan finansial sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kemudian untuk memutuskan harga dagangan Ibu dinaikkan atau tidak lakukan perhitungan dengan detil. Hitung kembali besarnya tambahan biaya produksi akibat ada kenaikan harga. Usahakan cari cara lain dibanding menaikkan harga agar tidak memberatkan konsumen, misalnya dengan mencari pengganti bahan baku yang lebih murah,  atau dengan ukuran yang lebih kecil. Komunikasikan pada konsumen perihal ini dan ketika terpaksa menaikkan harga minta pertimbangan pada konsumen agar tidak memberatkan. &lt;br /&gt;   Demikian Ibu Annisa , semoga bisa membantu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-2537429430730726859?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/2537429430730726859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=2537429430730726859' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/2537429430730726859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/2537429430730726859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2010/07/menghadapi-kenaikan-harga_08.html' title='MENGHADAPI  KENAIKAN HARGA'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-4893728248026069735</id><published>2010-07-02T02:36:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T02:47:45.899-07:00</updated><title type='text'>Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak</title><content type='html'>Pembaca blog, ini tulisan saya yang dimuat di eramuslim.com.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam kenal Bu Sri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seorang calon ibu yang sedang mengandung anak pertama. Saya ingin memberikan masa depan yang baik untuk anak saya nantinya dengan memberikan pendidikan yang terbaik. Untuk itu saya ingin mempersiapkan dana pendidikannya. Pertanyaan saya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana pendidikan buat anak apakah pas  mengandung atau nanti setelah melahirkan,&lt;br /&gt;2.  Bagaimana langkah-langkah untuk menyiapkan dana pendidikan anak,&lt;br /&gt;3.  Apa investasi yang tepat buat persiapan dana pendidikan anak saya? Terima kasih atas jawaban yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riyanti – Sidoarjo, Jawa Timur&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam kenal kembali Ibu Riyanti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Anda untuk mempersiapkan dana pendidikan anak secara dini sangat tepat. Semakin panjang jangka waktu persiapannya akan memperingan Anda karena beban investasi lebih ringan. Apalagi data menunjukkan bahwa biaya pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan yang melebihi inflasi. Sebagai gambaran jika inflasi di negara kita 6–7 % maka biaya pendidikan bisa naik 10–20%. Apalagi pada sekolah unggulan/favorit yang untuk mendaftarpun bisa waiting list maka kenaikan biaya bisa lebih besar lagi. Waktu yang tepat buat mempersiapkan dana pendidikan anak tidak ada patokan yang baku. Anda bisa mempersiapkan sejak mengandung atau sesudah melahirkan. Intinya semakin cepat akan semakin baik dan ringan untuk berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam perencanaan dana pendidikan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Tentukan kapan dana dibutuhkan. Jika Anda sedang mengandung anak pertama maka   dana untuk masuk TK dibutuhkan 5 tahun lagi. Dengan demikian waktu Anda berinvestasi untuk dana pendidikan TK selama 5 tahun.&lt;br /&gt; 2.   Cari informasi dana pendidikan untuk anak Anda saat ini. Misalnya untuk TK tentukan standar sekolah yang diinginkan dan informasi keseluruhan biaya yang dibutuhkan, mulai dari uang pangkal, seragam, buku-buku, dan biaya extrakurikuler.&lt;br /&gt;3.   Kalikan dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahun hingga anak Anda masuk sekolah. Contohnya biaya pendidikan TK besarnya 5 juta, dengan asumsi kenaikan per tahun 10 %, maka dana yang dibutuhkan 5 tahun lagi sebesar = Rp 5 juta X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 = 8.857.085&lt;br /&gt;4.  Tentukan dana yang perlu ditabung per tahun atau perbulan. Untuk mengetahuinya perlu dicari asumsi imbal hasil dari investasi yang Anda lakukan. Maka dapat ditentukan tabungan per tahun atau per bulan. Semakin tinggi imbal hasil yang diharapkan maka tabungan semakin kecil.&lt;br /&gt;5. Pilihlah produk investasi yang memberikan imbal hasil yang diharapkan, ada beberapa  alternatif instrumen investasi yang dipilih dalam mempersiapkan dana pendidikan anak, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tabungan di Bank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Umumnya kebanyakan orang tua masih menggunakan cara menabung di bank dalam mempersiapkan dana pendidikan. Kelebihannya uang yang disimpan aman, hasilnya pasti. Kekurangannya memberikan bagi hasil yang rendah dan bila orang tua sebagai penabung meninggal dunia maka tabungan dana pendidikan akan terhenti. Tetapi untuk hal ini jangan khawatir karena saat ini produk tabungan pendidikan biasanya sudah ditambahkan manfaat asuransi jiwa. Jadi jika si penabung meninggal dunia maka setoran tabungan akan diteruskan oleh perusahaan asuransi hingga dananya tetap tersedia. Biasanya produk tabungan pendidikan ini tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo yaitu saat anak masuk sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         2. Deposito Bank&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Deposito bisa dilakukan bila Anda ingin melakukan investasi sekaligus di depan dan tidak disetor bulanan. Atau bisa dilakukan dengan setoran tabungan per bulan sampai jumlahnya mencapai yang disyaratkan bank untuk membuka deposito, tiap bank berbeda-beda tetapi umumnya di atas Rp 1 juta rupiah, barulah rekening dipindahkan ke deposito. Deposito umumnya memberikan bagi hasil lebih tinggi dari tabungan, aman, dan terjamin. Tetapi umumnya masih memberikan imbal hasil rendah sehingga perlu waktu lebih lama atau dana lebih besar agar dananya bisa mencukupi.&lt;br /&gt;         3. Asuransi Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerjanya adalah Anda membayar sejumlah premi sekaligus atau berkala pada perusahaan asuransi. Selanjutnya orang tua akan mendapatkan dana pendidikan yang disesuaikan dengan tahapan masuk sekolah anak. Kelebihan asuransi pendidikan bila dana setoran terhenti karena penabung meninggal dunia maka perusahaan asuransi akan menjamin dana pendidikan tetap diberikan. Kekurangannya biasanya imbal hasil yang ditawarkan kecil, sehingga perlu dana lebih besar agar sesuai dengan kebutuhan dananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         4. Emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinvestasi dengan emas juga bisa menjadi alternatif karena harga emas biasanya mengalami kenaikan yang seimbang dengan inflasi. Emas juga bisa diterima di mana-mana. Kekurangannya butuh penyimpanan yang aman, dan harganya memang naik tetapi hanya mengimbangi inflasi sehingga belum memberikan imbal hasil yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         5. Reksadana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan investasi yang dilakukan secara berjamaah dengan menggabungkan seluruh uang investor dalam satu wadah yang dikelola manajer investasi. Biasanya oleh manajer investasi uang akan diinvestasikan pada produk keuangan seperti deposito, saham dan obligasi. Kelebihan biasanya memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada produk keuangan lainnya karena dikelola manajer investasi dan investasi pada produk yang memiliki keuntungan lebih tinggi. Kekurangannya sebagaimana kaidah yang berlaku dalam investasi, makin besar potensi untung resiko juga tinggi karena nilai reksadana bisa turun sehingga mengurangi jumlah uang yang diinvestasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         6. Tanah atau properti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bisa dilakukan bila jangka waktu persiapan dana pendidikan masih cukup panjang misalnya lebih dari 10 tahun. Properti dan tanah memang kenaikan harganya cukup tinggi diatas nilai inflasi, tetapi perlu dana investasi yang besar untuk membelinya dan properti/tanah dananya tidak mudah dicairkan dalam waktu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Ibu Riyanti, semoga bisa membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mempersiapkan dana pendidikan anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Khurniatun, MM, RFA&lt;br /&gt;Managing Director Kurnia Consulting &lt;br /&gt;dan Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-4893728248026069735?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/4893728248026069735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=4893728248026069735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/4893728248026069735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/4893728248026069735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2010/07/mempersiapkan-dana-pendidikan-anak.html' title='Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-3041042532906405112</id><published>2010-06-24T07:40:00.000-07:00</published><updated>2010-06-24T07:55:15.003-07:00</updated><title type='text'>Asuransi Unitlink dan Non Unitlink</title><content type='html'>Teman2 pembaca blog&lt;br /&gt;ini tulisan saya diportal Eramuslim&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat &lt;br /&gt;terima kasih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam kenal ibu Sri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalkan saya Eddy, profesi pebisnis rumah makan di Yogyakarta. Saya ada pertanyaan tentang perencanaan keuangan. Sekarang ini banyak penawaran asuransi untuk pendidikan anak yang berbasis Unit Link. Bisa ibu jelaskan apa kelebihan&lt;br /&gt;dan kekurangan asuransi Unit Link dengan asuransi yang Non Unit Link?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya sudah punya asuransi yang non unit link, menurut agen salah satu perusahaan asuransi mengatakan kalau asuransi yang saya miliki masih kurang &amp; perlu di tambah lagi. Pertanyaan saya bagaimana menentukan/menghitung bahwa asuransi yang saya miliki saat ini masih kurang dan perlu di tambah lagi? Mohon pencerahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddy – Yogyakarta&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam kenal kembali Bapak Eddy, senang menerima pertanyaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak banget produk investasi, mulai dari reksadana yang dikemas dengan tabungan di bank, dan ada juga asuransi yang dikemas dengan instrumen investasi atau dikenal dengan Unit Link. Unitlink menawarkan kemudahan berasurani sekaligus berinvestasi. Artinya selain mendapatkan manfaat proteksi asuransi Anda juga sekaligus berinvestasi. Bisa kita rumuskan unitlink = asuransi + reksadana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa keuntungan berinvestasi di unit link dibandingkan beli asuransi biasa? Umumnya asuransi biasa misalnya asuransi jiwa hanya mengcover resiko bahkan ketika jatuh tempo kita tidak mengalami apa-apa premi yang kita bayarkan bisa hangus atau mendapatkan nilai tunai dalam jumlah yang kecil. Sedangkan unitlink nasabah punya pilihan kemana uangnya akan diputar bahkan bisa menentukan sendiri berapa besar premi untuk asuransi dan premi untuk investasi. Selain itu nasabah bisa bebas memilih instrumen investasi apakah mau ke reksadana, obligasi, pasar uang, dll. Sedangkan asuransi biasa atau model dwiguna yang menawarkan skema investasi seperti asuransi pendidikan dan pensiun, investasi yang dilakukan oleh nasabahnya dikelola oleh perusahaan asuransi sendiri dan dananya bercampur dengan dana klaim untuk nasabah. Hal ini menyebabkan perusahaan asuransi cenderung lebih konservatif dalam berinvestasi. Dan biasanya juga kurang transparan kepada nasabahnya mengenai hasil investasi yang diberikan. Kalau unitlink dana investasinya diserahkan pada manajer investasi untuk diputar pada instrumen investasi, dan hasil investasinya dapat kita baca di harian bisnis yang memuat perkembangan harga unitlink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan lain dari unit link tentunya praktis, tidak usah membeli reksadana dan asuransi dalam produk yang terpisah. Kalau kita beli reksadana sendiri biayanya lebih besar, tetapi bila dikemas dalam bentuk unitlink biaya lebih murah karena saat ini bila kita membeli reksadana investor harus menyerahkan deposit awal yang cukup besar.&lt;br /&gt;Kekurangan unitlink karena ada 2 manfaat maka preminya menjadi mahal dibanding asuransi biasa. Kemudian biasanya nilai tunai dari hasil investasinya biasanya baru kita peroleh pada tahun ketiga karena tahun 1 dan 2 banyak untuk menutup premi asuransi dan biaya agen. Dibandingkan produk investasi murni seperti reksadana, unitlink juga memberikan hasil yang lebih rendah. Selain itu investor juga belum bisa melakukan penarikan dana selama beberapa tahun awal. Bila kita berhenti bayar premi bisa hangus dana yang sudah disetorkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghitung kebutuhan asuransi sudah cukup atau masih kurang, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama, apakah Anda memiliki hutang dimana bila Anda meninggal maka usahakan tidak mewariskan hutang ini pada keluarga Anda. Maka Unit Pertanggungan yang didapat dari perusahaan asuransi seharusnya dapat mengcover hutang Anda. Kedua, untuk menghitung Unit Pertanggungan bisa menggunakan pendekatan Human Live Value, artinya besaran Unit Pertanggungan dihitung berdasarkan besaran pengeluaran rutin per bulan yang keluarga lakukan dikalikan dengan asumsi lamanya penggunaan dana oleh keluarga yang ditinggalkan. Untuk itu hitunglah jumlah pengeluaran Anda per bulan termasuk dana pendidikan anak –anak sampai selesai kuliah di perguruan tinggi atau sampai anak mandiri. Hitunglah dengan menyesuaikan inflasi per tahun misalnya 10 %, dan dikurangkan dengan jumlah asset yang Anda miliki yang bisa mengcover penghasilan Anda bila tiba-tiba terjadi musibah pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila belum jelas, Anda bisa berkonsultasi langsung pada kami Pak Eddy. Akan kami buatkan Rencana keuangan Lengkap yang berisi kebutuhan asuransi dan instrumen investasi yang Anda perlukan untuk mencapai tujuan keuangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Khurniatun, MM, RFA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Managing Director Kurnia Consulting&lt;br /&gt;Biro Perencanaan Keuangan Keluarga dan UKM&lt;br /&gt;Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-3041042532906405112?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/3041042532906405112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=3041042532906405112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3041042532906405112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3041042532906405112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2010/06/asuransi-unitlink-dan-non-unitlink.html' title='Asuransi Unitlink dan Non Unitlink'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-5594913763617660230</id><published>2010-05-19T07:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T07:19:56.968-07:00</updated><title type='text'>KURNIA CONSULTING, CURHATNYA  KEUANGAN INDONESIA</title><content type='html'>Rekan-rekan pembaca blog&lt;br /&gt;Saya mau update dikit ya tentang Kurnia Consulting&lt;br /&gt;Semoga berkenan membacanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat  (curahan hati)  masalah percintaan, karir, atau kesehatan  banyak tersedia  sarananya diberbagai media massa atau  klinik konsultasi. Tetapi curhat mengenai keuangan inilah yang dilakukan oleh saya, Sri Khurniatun, MM, RFA , salah satu member komunitas TDA (Tangan Diatas)  yang sudah sejak 1 tahun lalu  mengembangkan bisnis jasa konsultan perencana keuangan independen dibawah bendera  Kurnia Consulting.  Ok  pada kesempatan kali ini saya akan bercerita sedikit tentang Kurnia Consulting dan jasa apa saja yang ditawarkan. &lt;br /&gt;Apa itu Perencanaan Keuangan?&lt;br /&gt;Banyak orang yang sudah kenal dengan profesi perencana keuangan tetapi masih banyak orang yang belum paham cara kerjanya.  Apalagi banyak kalangan agen yang menawarkan produk keuangan tertentu juga menamakan dirinya  perencana keuangan. Ya  itu sah-sah saja karena  dia memang menjual produknya menggunakan konsep perencana keuangan. Tetapi menurut pendapat saya  mereka adalah agen atau tenaga penjual produk keuangan.  Lalu bagaimana sesungguhnya cara kerja perencana keuangan?&lt;br /&gt;Perencana Keuangan diperlukan sebagai penasehat untuk mengatur kehidupan keuangan pribadi dan keluarga, serta akhir-akhir ini berkembang ke keuangan bisnis/usaha kecil dan membuat plan/rencana yang matang dalam mencapai tujuan keuangannya.&lt;br /&gt;Ada banyak tujuan keuangan dari pribadi dan keluarga yang ingin dicapai  seperti menyekolahkan anak, persiapan pensiun, membayar hutang,  membeli kendaraan dan rumah, berinvestasi, dll.  Uang yang yang  dimiliki belum tentu cukup untuk memenuhi semua kebutuhan makanya perlu perencanaan yang matang  dalam mencapai tujuan keuangannya. Atau justru klien yang uangnya banyak tetapi tidak memiliki ilmu dan waktu yang cukup untuk  mengelola uangnya.&lt;br /&gt;Nah, peran perencana keuangan  adalah untuk menganalisa kondisi keuangan klien kemudian memberikan saran bagaimana agar tujuan keuangannya tercapai.  Jadi ibarat psikolog atau dokter yang memberikan advis masalah kesehatan keuangan pada kliennya. &lt;br /&gt;Lalu siapa target pasar Kurnia Consulting?&lt;br /&gt;Setiap individu dan keluarga yang ingin curhat keuangan itulah target pasar Kurnia Consulting.  Saya yakin setiap orang tentunya ingin merencanakan keuangannya dengan matang dan tentunya membutuhkan sparringc partner dalam perjalanan meraih tujuan keuangannya.   Jadi setiap orang pada dasarnya butuh jasa ini makanya anggapan yang salah kalau perencana keuangan hanya terbatas untuk orang yang kaya saja.  &lt;br /&gt;Saat ini Kurnia Consulting melebarkan sayap tidak hanya keluarga saja target kliennya tetapi juga Usaha Kecil Menengah yang butuh laporan keuangan, SOP (Standard Operating dan Procedur) Bisnis serta laporan pajak.&lt;br /&gt;Dalam setahun perjalanan kami telah melayani banyak klien keluarga maupun klien korporat diantaranya toko Quemama, Resto Ayam Goreng Tujuh Sambal, Bakso Kepala Sapi Cabang Bandung, kursus Bahasa Inggris untuk anak Little Tree, Pulsa Lancar, dll.&lt;br /&gt;Apa beda Perencana  Keuangan Independen dengan yang tidak Independen?&lt;br /&gt;Profesi perencana keuangan ada 2  macam, yaitu yang terikat pada lembaga keuangan tertentu seperti bank, asuransi, atau manajer investasi. Profesi ini tidak independen dan tentunya dalam memberikan rekomendasi dikaitkan dengan produk yang mereka promosikan.    Kedua, adalah perencana keuangan independen yang tentunya bisa memberikan saran obyektif  karena tidak terikat pada kepentingan menjual produk tertentu. Nah, saya sendiri lebih memilih jalur independen agar lebih obyektif dan bisa memberikan rekomendasi terbaik untuk klien tanpa ada kepentingan lain.  &lt;br /&gt;Bagaimana tips memilih Perencana Keuangan?&lt;br /&gt;Selain independen, tentunya harus bisa memberikan kenyamanan bagi klien dan memberikan kepercayaan yang tinggi. Wajar karena isi dapurnya kita bongkar tentunya klien harus merasa aman.  Selain itu pengetahuan seorang perencana keuangan juga sangat penting.  Tanyakan pendidikan formal atau sertifikasi apa yang dimiliki perencana keuangan.  Tentunya ini diperlukan agar mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan klien yang beragam.&lt;br /&gt;Apa tantangan Kurnia Consulting? &lt;br /&gt;Memang tidak mudah menjual jasa ini karena kultur masyarakat kita yang masih tabu untuk curhat keuangan pribadinya.  Selain itu masih banyak juga pengusaha UKM yang memandang belum perlu menyusun laporan keuangan padahal ketika mau ekspansi ataupun butuh solusi modal, jasa kami sangatlah diperlukan sebagai pihak independen yang memberikan evaluasi terhadap kinerja usahanya.   Tetapi saya yakin dengan edukasi pasar yang tepat dan penjelasan betapa pentingnya jasa saya  maka pasar akan terbuka luas. Dan harapan saya bisa memiliki 100 klien/tahun semoga bisa tercapai.&lt;br /&gt;Jasa apa lagi yang dilayani Kurnia Consulting?&lt;br /&gt;Selain penyusunan rencana keuangan keluarga seperti perencanaan dana darurat, perencanaan pensiun, dana pendidikan anak, perencanaan proteksi, haji, zakat, waris, dll, Kurnia Consulting juga membantu pengusaha  UKM menyusun rencana bisnis, laporan keuangan, perpajakan, dan SOP bisnis.&lt;br /&gt;Sebagai pelengkap dari jasa konsultasi, kami juga menyediakan layanan edukasi berupa Rubrikasi di beberapa media, saat ini bekerja sama tetap dengan Majalah Wirausaha Keuangan, Majalah Pengusaha Muslim, dan portal Era Muslim. Kami juga menerbitkan buku yang berjudul Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang. Selain itu juga melayani seminar dan training dengan topik pengelolaan keuangan keluarga dan keuangan UKM baik untuk perusahaan maupun komunitas.&lt;br /&gt;Bagaimana Caranya Jadi Klien Kurnia Consulting?&lt;br /&gt;Silakan kontak via telephone maupun email, kami akan segera menghubungi Anda untuk memberikan pelayanan dan solusi keuangan terbaik.&lt;br /&gt;Kontak Kami :&lt;br /&gt;KURNIA CONSULTING&lt;br /&gt;Menara BCA, 50th floor, Grand Indonesia&lt;br /&gt;Jl. MH. Thamrin No.1, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telp : 021-92519848&lt;br /&gt;Fax :  021-7940149&lt;br /&gt;Email : kurnia_09@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-5594913763617660230?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/5594913763617660230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=5594913763617660230' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5594913763617660230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5594913763617660230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2010/05/kurnia-consulting-curhatnya-keuangan.html' title='KURNIA CONSULTING, CURHATNYA  KEUANGAN INDONESIA'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-2244688412860999040</id><published>2010-03-08T00:09:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T00:11:30.450-08:00</updated><title type='text'>Jadilah Perempuan Cerdas Finansial</title><content type='html'>Setiap rumah tangga muslim umumnya memiliki prinsip dasar dalam manajemen rumah tangga dimana suami berkewajiban mencari nafkah dan istri bertanggung jawab dalam mengatur urusan rumah tangga termasuk mengelola keuangan. Umumnya kendali keuangan rumah tangga tetap ditangan perempuan meskipun perempuan tersebut notabene pegawai atau pebisnis yang mampu menghasilkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab perempuan yang besar menuntut perempuan harus piawai dalam mengelola keuangan rumah tangganya. Maka sederetan persyaratan yang tidak ringan mutlak dipenuhi agar perempuan memiliki kualitas tinggi bidang pengelolaan uang, seperti perempuan tidak boleh boros, cerdas dalam pengeluaran, mampu  membantu suami mendapatkan penghasilan,  bisa menabung dan berinvestasi, serta mampu memberikan ilmu kecerdasan finansial pada anak. Apalagi sudah menjadi anggapan umum  dimasyarakat kalau rumah tangga yang gagal mengelola uang karena tabiat ibu yang pemboros dan tidak becus mengatur uang. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya benar tetapi kita sebagai kaum perempuan mesti mewaspadainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua paham bahwa semua tanggung jawab ini jika dijalankan dengan totalitas dan penuh pengabdian akan berbuah manis. Siapa sih yang tidak ingin masa depan keluarganya terencana dengan baik?  Tentunya hal ini menuntut pengorbanan sang ibu dan insya Allah berbuah pahala juga nantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kemampuan apa saja sih yang harus dimiliki perempuan agar dikatakan cerdas secara finansial?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Mampu mengatur pengeluaran secara bijak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saat ini banyak rumah tangga yang gagal merencanakan masa depan karena tidak mampu menyisihkan tabungan. Bukan karena pendapatan yang rendah tetapi karena tidak bisa mengelola penghasilan dengan baik. Besarnya pengeluaran yang banyak umumnya karena tidak bisa membedakan antara ”kebutuhan” dan ”keinginan”. Gaya hidup yang konsumtif saat ini dipicu iklan   berlebihan,  yang disodorkan media massa tiap detik, sehingga  memerlukan kendali diri yang kuat dari perempuan sebagai manajer keuangan. Rumus paling jitu harus selalu diterapkan : jangan pernah lebih besar pasak daripada tiang!  Aturlah pengeluaran agar selalu lebih kecil dari pemasukan sehingga sebagian bisa ditabung.   Prioritaskan membeli barang yang dibutuhkan, jangan belanja karena  iklan dan diskon, serta gunakan daftar belanja dan patuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Mampu menyusun anggaran rumah tangga&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Ada baiknya jika pengelolaan keuangan rumah tangga sama seperti mengelola perusahaan.  Agar dapat mengefisienkan penghasilan yang diperoleh maka setiap ibu rumah tangga dituntut mampu menyusun anggaran. Anggaran disusun berdasarkan periode penerimaan penghasilan bisa mingguan atau bulanan. Umumnya disusun berdasarkan bulanan. Catat semua pengeluaran rutin bulanan, dan buatlah anggaran pengeluaran yang lebih kecil dari penghasilan. Setelah itu patuhi dengan berbelanja hanya sebesar jumlah yang dianggarkan. Kita akan terhindar dari defisit, pemborosan, dan memungkinkan untuk surplus  sehingga bisa menabung dan berinvestasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Mampu menabung dan berinvestasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perempuan dianggap lebih cermat dalam mengelola uang sehingga lebih mudah menabung. Pada kenyataannya sebagian besar perenpuan masih sulit menabung dengan macam-macam alasan seperti penghasilan yang kurang, banyak pengeluaran mendadak, dll. Padahal tidak harus menunggu penghasilan besar baru menabung karena semakin besar penghasilan toh pengeluaran juga bertambah. Makanya ubah paradigma menabung dengan cara jadikan menabung sebagai pengeluaran rutin dan masukkan dalam anggaran bulanan. Menabunglah diawal bulan minimal 10 % dari penghasilan sebelum terpakai untuk keperluan lain. Usahakan tidak menunda menabung dan meskipun sedikit asal rutin. Kemudian kenalilah produk-produk investasi selain tabungan dan deposito agar bisa mendapatkan hasil lebih optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Mampu mencari penghasilan tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Memang tanggung jawab mencari nafkah ditangan suami tetapi tidak ada salahnya bila perempuan ikut membantu mendapatkan penghasilan tambahan. Hal ini penting untuk meminimalisir resiko yang terjadi bila suami  tertimpa musibah seperti PHK, sakit, dll. Dan tentu saja dengan penghasilan bertambah maka tingkat kesejahteraan keluarga akan lebih baik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan kaum perempuan dalam mendapatkan penghasilan seperti bekerja pada orang lain sebagai karyawan, bekerja mandiri dengan mengandalkan keahlian seperti mengajar, menulis buku, menjahit, dll. Atau membuka usaha warung, toko, biro jasa dll. Selain itu bisa juga menjadi investor dengan membeli produk investasi seperti emas, deposito, reksadana,dll. Bisa juga menanamkan modal pada usaha orang lain. Untuk itu kenalilah potensi masing-masing, dan yang penting dengan modal kemauan dan ikhtiar yang kuat maka penghasilan tambahan bisa diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan ini cukup penting dimiliki kaum perempuan karena sebelum mengajarkan tentang kecerdasan finansial pada anak  jadikan dirinya sebagai teladan dulu dalam mengelola uang.  Teori tentang penghematan tidak akan diterapkan oleh anak jika sang ibu mudah tergoda untuk belanja, mengoptimalkan potensi anak juga tidak berjalan jika ibunya lebih banyak menganggur di rumah.  Oleh karena itu selain pengetahuan yang dalam tentang seluk-beluk keuangan rumah tangga, seorang ibu harus dibekali dengan praktek dan contoh nyata sehingga bisa menjadi contoh yang baik  bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah menjadi perempuan yang cerdas secara finansial. Namun bila 5 kemampuan di atas   diupayakan secara optimal hasilnya dapat dirasakan dalam kurun waktu yang panjang dan bisa diwariskan pada generasi selanjutnya. Insya Allah berkah dan bermanfaat. Wallahu’alam bissawab.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah konsultan keuangan keluarga  muslim, Owner Kurnia Consulting&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-2244688412860999040?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/2244688412860999040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=2244688412860999040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/2244688412860999040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/2244688412860999040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2010/03/jadilah-perempuan-cerdas-finansial.html' title='Jadilah Perempuan Cerdas Finansial'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-6269960951343706778</id><published>2010-02-04T23:52:00.000-08:00</published><updated>2010-02-04T23:57:23.481-08:00</updated><title type='text'>Berinvestasi di sukuk ritel syariah</title><content type='html'>Rekan-rekan pembaca blog, kali ini saya akan menulis tentang sukuk ritel. Semoga bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukuk ritel adalah surat berharga yang diterbitkan pemerintah berdasarkan prinsip syariah, dan dijual kepada individu atau perorangan melalui agen penjual, dengan jumlah pembelian minimum Rp 5.000.000 dengan jangka waktu investasi 3 tahun. Sukuk ritel yang pertama  yaitu seri 001 terbit pada tahun 2008 dan langsung habis di pasaran  karena imbal hasil yang ditawarkan sangat menarik yaitu sebesar 12 %/tahun. Ini jauh lebih menarik dibanding deposito yang waktu itu hanya berkisar 7 – 8 %/tahun.  Sementara untuk sukuk ritel seri 002  imbal hasil  yang ditawarkan  memang lebih rendah dari seri pertama dulu yaitu sebesar 8,7 %. Tetapi  ini tetap  lebih tinggi dari bunga deposito dimana saat ini hanya sekitar  6,5 %.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan berinvestasi di sukuk ritel sudah jelas aman karena pembayaran pokok dan imbalan kupon sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh negara,  menguntungkan karena imbalan/kupon lebih tinggi daripada bunga deposito dimana untuk sukuk ritel yang sekarang terbit  8,7  %/tahun,     dan angka ini tetap sampai dengan saat jatuh tempo dan dibayar tiap bulan atau 12 kali dalam setahun.    Selain itu penerbitannya sesuai dengan prinsip syariah  dan telah mendapatkan fatwa serta opini syariah dari Dewan Syariah Nasional – MUI. Membeli sukuk juga salah satu cara untuk berpartisipasi dalam pembangunan negeri karena pemerintah memang menerbitkan sukuk guna keperluan membiayai pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sukuk sebelumnya  pernah terbit ORI (Obligasi Ritel Indonesia) yang diterbitkan juga oleh pemerintah,  dan saat ini sampai seri 006 dan diterbitkan hampir tiap tahun. Tetapi bedanya produk ini memberikan kupon sebagai imbal hasil yang berbasis  bunga, jadi tidak menggunakan skema syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu benarkah sukuk ritel ini tidak ada resikonya?  Tidak ada produk investasi yang kebal resiko. Yang jelas resiko gagal bayar dari sukuk ritel ini memang tidak ada  karena pokok dan imbalan/kupon dijamin pemerintah. Tetapi ada resiko yang tetap melekat pada produk ini yaitu  resiko pasar yaitu terjadi bila harga jual sukuk ritel lebih rendah dibanding harga pembelian. Ini dihindari dengan tidak menjual sukuk pada saat jatuh tempo atau  Anda jual pada saat harga pasar sedang tinggi. Resiko lain adalah resiko likuiditas yaitu dapat terjadi jika investor memerlukan dana tunai dan kesulitan untuk menjual pada harga pasar yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara mendapatkan sukuk ritel? Prosedur pembelian maupun penjualan  sukuk ritel ini cukup  mudah. Bila Anda memiliki dana minimal Rp 5 juta , maka bisa memesan sukuk ritel seri 002 melalui agen penjual yang ditetapkan pemerintah. Sebagian besar Bank milik pemerintah  menjadi agen penjual sukuk, selain beberapa bank swasta dan manajer investasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk   sukuk ritel  seri SR-001 sudah habis terjual untuk pasar perdana. Bila Anda berminat membelinya juga bisa didapatkan pada pasar sekunde atau istilah lain pasar seken.  Biaya yang dikeluarkan untuk membeli sukuk  di pasar sekunder lebih mahal dibandingkan pasar perdana karena harga sukuk  dipasar sekunder tergantung mekanisme pasar atau kekuatan permintaan dan penawaran.  Tetapi dengan semakin menurunnya BI rate ada kecenderungan harga sukuk  akan semakin meningkat maka meskipun Anda membeli sukuk  di pasar sekunder masih memungkinkan untuk mendapatkan capital gain (selish harga) bila sukuk ini dijual kembali, selain Anda mendapatkan imbalan/kupon per bulannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu apakah sukuk ritel  bisa dicairkan kapan saja?  Sama halnya  produk keuangan lainnya seperti reksadana,  sukuk ritel  ini bisa diperjual belikan di pasar sekunder.  Bila  setiap saat Anda memerlukan dana bisa dijual di pasar sekunder melalui agen penjual dimana Anda pernah membelinya. Untuk menjual di pasar sekunder tentunya Anda harus mengamati berapa harga jualnya supaya Anda tidak mengalami capital loss (kerugian karena harga jual lebih rendah daripada harga beli). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, bagi Anda yang mo investasi menguntungkan, silakan hubungi agen penjual di sekitar Anda.&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi, semoga berkah dan menguntungkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-6269960951343706778?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/6269960951343706778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=6269960951343706778' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/6269960951343706778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/6269960951343706778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2010/02/berinvestasi-di-sukuk-ritel-syariah.html' title='Berinvestasi di sukuk ritel syariah'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-2722776107870458470</id><published>2010-01-19T23:05:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T23:07:26.495-08:00</updated><title type='text'>Kalau Mau jadi Entrepreneur, Harus Ngerti Laporan Keuangan!</title><content type='html'>Ini Copas dari blognya temen di komunitas TDA. Semoga bermanfaat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau jadi entrepreneur yang berhasil, kita harus ngerti laporan keuangan! Ah masa sih? Saya dengar anda berkata. Ya! Anda harus ngerti laporan keuangan! Ini ilmu penting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan sebuah keluarga..yang terdiri dari 1 Ayah, 1 Ibu dan 1 anak. Bayangkan si Ayah bekerja, sementara si Ibu tidak. Si Ayah setiap gajian memberi uangnya ke istrinya untuk kebutuhan rumahtangganya. Si Ibu mengeluarkan uang setiap keluarganya butuh. Kadang2 untuk belanja dapur, kadang2 untuk dia sendiri, kadang2 kalau anaknya minta sesuatu dibelikan sama si Ibu, kadang2 bareng si Ayah kalau pergi makan di luar. Eh gak sampai 2 minggu, uangnya sudah habis. Sementara si Ayah, gajian masih 2 minggu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kalau si ibu gak menyimpan bukti2 kwitansi atau gak punya pencatatan tanggal berapa belanja apa, tanggal berapa belanja apa lagi. Wah gak akan ke 'trace' kemana saja tuh uang menghilang. Kecuali kalau punya ingatan yang super. Pencatatan atau laporan keuangan itu seperti cerita. Dari situ kita tahu, oh ternyata 2 hari setelah gajian..ada tagihan telpon yang rutin dibayar. Oh terus tagihan bulan ini kenapa ya besar? Oh ternyata setelah dilihat, karena si Ayah banyak dinas keluar kota. Jadi si Ibu sering nelp Ayahnya. Oh ternyata, si anak setiap tanggal sekian bayar uang les privatnya yang bayarnya 3 bulan sekali. Ternyata juga bulan ini ada acara2 ulang tahun tiga orang temannya si anak. Si ibu en anak beliin hadiah buat mereka. Makanya bulan ini pengeluarannya lumayan besar. Jadi, kalau udah punya pencatatan dan laporan keuangan, kita bisa tahu 'cerita'nya. Dan dari 'cerita' ini kita bisa menganalisa penyebabnya. Dan membuat perubahan kalau perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, kalau kita gak punya pencatatan, atau laporan, kita gak akan bisa membuat budgeting atau perencanaan untuk masa depan keluarga kita. Misalnya kita pengen nih beli rumah, tapi kalau gak tahu berapa uang yang bisa kita sisihkan untuk cicilan hutang..ya repot juga. Kalau kita pengen merencanakan dana pendidikan anak, kita juga perlu tahu berapa uang yang bisa kita tabung. Dan itu bisa kita ketahui dari laporan keuangan kita. Kalau kita punya laporan keuangan, kita bisa mengira2 bulan depan berapa nih uang yang diperlukan untuk belanja dapur. Berapa yang diperlukan untuk kebutuhan sekolah, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuangan itu jantungnya bisnis kita. Kalau kita tidak bisa mengelola keuangan usaha kita dengan baik. Ya kasarnya siap2 aja menunggu kematiannya. Wuih! Takut euy. Seperti halnya keluarga diatas, bisnis kita butuh laporan keuangan. Dari situ kita bisa baca 'cerita'nya, kinerja bisnis kita sperti apa. Kita mengelolanya udah baik belum. Kita bisa baca laporan keuangan dan membuat keputusan untuk masa depan bisnis kita. Kalau ngerti laporan keuangan kita juga bisa tahu apa kita dibohongin sama staff keuangan kita. Terus serunya lagi, kita bisa 'baca' bisnis orang lain. Apakah bisnis tersebut menguntungkan atau tidak untuk kita ikut serta berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu beberapa bisnis yang mungkin orang melihatnya waahh kayaknya berkembang pesat...tapi ternyata beberapa tahun udah tutup. Salah satunya karena mereka gak punya pencatatan dan laporan keuangan. Seandainya usaha mereka punya laporan keuangan, mereka bisa 'baca' usaha mereka. Kenapa koq tiba2 ada yang mandeg. Kenapa koq gak ada kas yang dipegang sama sekali untuk operasional. Misalnya omzet Rp.50juta/bulan, tapi bingung koq di akhir bulan yang ada di kas cuman Rp.1jt. Kemana aja tuh uangnya pergi?? Itulah mengapa laporan keuangan SANGAT dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, did I hear you say 'you don't like accounting'??? Sama!! Saya juga dulu paling anti namanya akuntansi. Nilai akuntansi saya paling rendah daripada nilai mata pelajaran lainnya. Hahaha... saya juga dulu paling anti yang namanya hitung2an...ngeliat laba rugi, neraca aja udah pusing duluan. Disuruh ngitung pemasukan dan pengeluaran udah stress duluan..hehe..Itu duluu..karena saya gak ngerti manfaatnya laporan keuangan. Kalau sudah tahu betapa bermanfaat nih laporan keuangan, mau gak mau kita jadi belajar. Belajar dari mana saja...buku2, teman, internet, kursus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi itu simple koq...intinya nyatat transaksi, transaksinya dipilah2 masuk akun apa yang sesuai, terus akun2 yang sama itu dikumpulin en digabung..jadi dech laporan keuangan. Gitu aja koq!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya kita harus ngerti filosofi dari laporan keuangan itu sendiri. Masalah catat mencatat gak harus kita yang mengerjakan, tapi bisa minta bantuan orang lain. Saya sendiri sedang meminta bantuan konsultan keuangan/akuntan untuk membereskan laporan2 keuangan usaha saya dari awal berdiri hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan keuangan itu terdiri dari apa aja sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Ada laporan laba rugi, untuk mencari tahu kita untung atau rugi selama periode tertentu. Misalnya selama 1 bulan atau 1 tahun kita untung atau rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Ada neraca, ini potret kekayaan kita pada waktu tertentu. Misalnya pada akhir bulan atau akhir tahun, berapa sih kekayaan usaha kita? Neraca sendiri itu dibagi jadi aktiva (di kiri) dan pasiva (di kanan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktiva itu kekayaan kita misalnya kas, uang di bank, aset (sperti gedung sendiri, mobil usaha, dll), piutang (piutang itu utang orang lain ke kita), dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasiva itu sumber kekayaan kita yang terdiri dari hutang dan modal. Maksudnya kekayaan bisnis kita itu didapat dari mana? Dari minjam/hutang? Atau dari uang modal kita sendiri? Contohnya kalau usaha kita adalah menjahit baju. Kita punya mesin jahit. Nah mesin itu dibelinya pake uang siapa? Dari uang kita sendiri atau minjam dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Laporan lainnya ada laporan arus kas. Laporan arus kas itu laporan uang kas yang masuk dan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Laporan perubahan modal/ekuitas itu laporan yang menunjukkan modal pemilik dalam suatu periode tertentu. Apakah modalnya bertambah atau malah berkurang karena diambil terus sama pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, met membuat en membaca laporan keuangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam suksesmulia dan berkah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayesha&lt;br /&gt;http://ayeshananda.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-2722776107870458470?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/2722776107870458470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=2722776107870458470' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/2722776107870458470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/2722776107870458470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2010/01/kalau-mau-jadi-entrepreneur-harus.html' title='Kalau Mau jadi Entrepreneur, Harus Ngerti Laporan Keuangan!'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-5193854324275358818</id><published>2010-01-03T06:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T06:09:03.069-08:00</updated><title type='text'>Resolusi Keuangan Tahun 2010</title><content type='html'>Tanpa terasa kita sudah memasuki penghujung tahun 2009 dan memasuki tahun 2010.  Beberapa  pengamat ekonomi memprediksi tahun 2010 lebih baik daripada tahun 2009, sebagian lagi mengatakan  akan banyak kekacauan dalam dunia perpolitikan di Indonesia yang mempengaruhi keadaan ekonomi. Berbagai pandangan beragam mudah-mudahan tidak menghalangi kita untuk berkarya lebih baik dan tetap produktif  ditengah kondisi sesulit apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kebiasaan yang perlu ditanamkan di awal tahun adalah membuat resolusi atau pencapaian yang ingin dicapai di tahun mendatang.  Apa pentingnya?  Tentu saja banyak  diantaranya dengan menyusun target maka kita akan fokus untuk mencapainya. Apalagi bila resolusi tersebut dideklarasikan kepada orang terdekat kita akan merasa malu kalau tidak memiliki komitmen kuat untuk mencapainya. Dan jangan lupa orang yang merencanakan hidupnya dan memiliki tujuan akan lebih terarah   dibandingkan dengan  orang yang hanya mengikuti arus. Bukankah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, sesuai dengan bidang saya adalah perencana keuangan kali ini saya akan mengajak Anda bersama-sama menyusun resolusi keuangan di tahun 2010.  Dengan resolusi ini tentu saja kita akan menumbuhkan kebiasaan yang baik dan membuang kebiasaan buruk dalam memperlakukan uang yang kita miliki.  Ada beberapa hal yang perlu kita soroti untuk tahun mendatang, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebiasaan mengeluarkan uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin  ini memang sulit untuk dilakukan apalagi bila selama ini Anda tergolong boros dan tidak memiliki perencanaan dalam belanja.  Tetapi kalau kita tidak komit untuk mengubahnya akan terjebak dalam kesulitan yang  lebih dalam.  Maka sudah saatnya kita berbelanja lebih bijak  dengan berbelanja yang dibutuhkan dan menghindari keinginan yang tidak perlu. Pandai-pandai memilih tempat belanja yang lebih murah, buatlah  budget dalam belanja dan jangan lupa belanjalah sebatas apa yang dianggarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lebih berhati-hati dengan hutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tawaran kemudahan berhutang banyak sekali di depan mata kita  tidak lantas kita jadi mudah pula untuk ambil hutang baru. Cicilan hutang tidak boleh lebih dari 30 % penghasilan. Pilih hutang yang baik yaitu untuk beli barang produktif atau barang yang memiliki potensi kenaikan harga. Bolehlah belanja barang elektronik seperti handphone, DVD player dengan menggunakan kartu kredit? Bagi saya itu tergolong kerugian karena bunganya yang tinggi per bulannya selain itu nilai barangnya menyusut apalagi ditambah kita harus mengeluarkan biaya tambahan ketika menggunakan barang tersebut yaitu buat beli pulsa ataupun listrik untuk DVD player. Sungguh kerugian yang berlapis-lapis. Lalu bagaimana bila tidak mampu beli barang tersebut dengan cash? Lebih baik menabung dulu sampai uangnya cukup dan menunda pembelian toh tidak terlalu penting HP baru kalau masih ada HP lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Milikilah tujuan keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki perencanaan dalam hidup akan jauh lebih bermakna daripada tidak sama sekali.  Sudahkah Anda membuat tujuan keuangan yang ingin dicapai di tahun 2010. Tujuan keuangan ini hendaklah spesifik dan terukur, dan tentu saja realistis. Misalnya saya ingin tahun 2010 membeli laptop merk X seharga …., atau saya ingin beribadah Umroh pada bulan Ramadhan 2010 dengan biaya sebesar …. Dengan memiliki tujuan keuangan maka memudahkan kita untuk menyusun perencanaan berapa uang yang harus kita tabung dan investasikan untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang belum punya tujuan keuangan sama sekali mulailah menyusun tujuan keuangan di awal tahun  ini baik tujuan keuangan jangka pendek atau jangka panjang. Jangka pendek berarti rencana untuk tahun 2010 mendatang dan jangka panjang untuk 3 hingga 5 tahun mendatang.  Jangka pendek bisa dilakukan dengan menabung atau memiliki deposito dan untuk jangka panjang bisa beinvestasi pada produk yang potensi imbal hasilnya lebih bagus seperti beli emas, reksadana, atau saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan keuangan yang  perlu kita susun  dan penting  dimiliki oleh setiap keluarga adalah   dana darurat, pendidikan anak, pensiun, naik haji, beli rumah, kendaraan, liburan dll. Bila Anda ingin minta bantuan untuk menghitung kebutuhan investasi dan memilih kendaraan investasinya silakan berkonsultasi dengan perencana keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Milikilah Proteksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda perlu memiliki dana untuk berjaga-jaga untuk mengantisipasi jika terjadi musibah.  Minimal siapkan dana darurat sebesar 3 bulan pengeluaran untuk  dana cadangan Anda. Dan untuk mengantisipasi resiko sakit tidak ada salahnya membeli asuransi kesehatan bila Anda tidak memiliki fasilitas kesehatan dari kantor.  Sebagai kepala keluarga Anda juga perlu membeli asuransi jiwa untuk menjaga kelangsungam hidup keluarga bila terjadi musibah pada diri Anda.  Asuransi lain yang perlu adalah asuransi kecelakaan, asuransi rumah dan kendaraan. Dengan memiliki asuransi diharapkan kerugian Anda jika tertimpa musibah akan ditransfer ke perusahaan asuransi. Jangan lupa tetap hitung asuransi agar sesuai kebutuhan dan pilih produk asuransinya dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Lakukan Financial Check up rutin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap tahun lakukan perhitungan terhadap pertumbuhan asset yang Anda miliki. Apakah  kekayaan Anda positif  artinya asset lebih besar dibandingkan dengan hutang atau justru negatif   ketika hutang Anda jauh lebih besar dibanding harta yang Anda miliki. Bila Anda ingin meningkatkan kekayaan sudah saatnya mengurangi hutang dan memperbanyak asset yang produktif.  Financial checkup ini penting untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini terutama untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan Anda. Ada banyak hal yang harus di checkup yaitu pertumbuhan asset,  penghasilan dan pengeluaran, dana cadangan, hutang, kondisi investasi, dll.  Financial check up ini perlu dilakukan rutin sebagai evaluasi terhadap kondisi keuangan Anda.  Dengan melakukan ini kita dapat mengatur strategi untuk memperbaiki kondisi keuangan kita dan ini mendukung untuk mencapai perencanaan keuangan lebih tepat. Seorang perencana keuangan dapat membantu Anda untuk melakukan Financial Chek Up&lt;br /&gt;dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, bagaimana dengan Anda?  Semoga tahun 2010 mendatang merupakan momentum Anda untuk meraih kehidupan keuangan yang lebih baik. Ingat kata pepatah : Change or die, atau hikmah yang kita petik dari kitab suci kita Al Qur’an : Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib manusia kecuali mereka mengubah dirinya sendiri (Ar R’ad : 11).  Yang penting lakukan mulai dari yang kita bisa dulu sambil terus meningkatkan ilmu dan ikhtiar kita. Insya Allah berbuah manfaat dan keberkahan hidup. Amin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah perencana keuangan syariah, Managing Director Kurnia Consulting dan pengarang buku “Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang”, Bisa dihubungi di email : kurnia_09@yahoo.com dan nomor HP 021-92519848.&lt;br /&gt;Kumpulan tulisannya dapat dibaca di www.srikhurniatun.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Khurniatun, RFA&lt;br /&gt;Managing Director Kurnia Consulting&lt;br /&gt;Biro Perencana Keuangan Pribadi dan Keluarga&lt;br /&gt;www.srikhurniatun.blogspot.com&lt;br /&gt;Penulis buku "Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang"&lt;br /&gt;Telp. 021-92519848&lt;br /&gt;YM : kurnia_09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-5193854324275358818?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/5193854324275358818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=5193854324275358818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5193854324275358818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5193854324275358818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2010/01/resolusi-keuangan-tahun-2010.html' title='Resolusi Keuangan Tahun 2010'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-5555880532532272127</id><published>2009-11-03T18:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T18:19:40.264-08:00</updated><title type='text'>Mempersiapkan dana haji</title><content type='html'>Setiap umat muslim tentunya ingin menunaikan rukun islam ke 5 yaitu pergi haji ke Baitullah. Seperti tertulis dalam kitab suci Al Qur’an "Adalah kewajiban manusia terhadap Allah untuk mengerjakan haji, jika dia sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah…" (Surat Al Imron, ayat 97).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang rukun Islam ini tak wajib diikuti bila tidak mampu. Tetapi kewajiban bagi setiap muslim untuk berusaha memenuhinya. Asalkan punya niat dan komitmen yang kuat serta mempunyai strategi perencanaan keuangan yang baik, insya Allah kita dapat menunaikan haji dengan lancar karena punya persiapan dana yang memadai. Apalagi untuk menunaikan ibadah haji butuh dana besar dan selalu naik dari tahun ke tahun. Penyebabnya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar sehingga biaya perjalanan haji jadi membengkak, selama ini ongkos naik haji diperhitungkan dalam kurs dollar Amerika Serikat. Faktor lain adalah naiknya setoran pemerintah kita kepada negara Arab Saudi, biaya akomodasi di Saudi yang meningkat, serta tiket pesawat yang harganya naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara yang efektif untuk mempersiapkan dana haji?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Persiapan yang utama tentunya adalah mental dan fisik untuk menunaikan ibadah. Ibadah haji butuh fisik yang prima dan ruhiyah yang tinggi karena sepanjang waktu disana adalah untuk kegiatan ibadah. Untuk itu persiapan utama adalah kesehatan yang baik dan semangat ibadah yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hitunglah berapa biaya haji yang dibutuhkan 5 tahun lagi, Caranya mencari info biaya haji saat ini beserta biaya lain yang diperlukan misalnya biaya mengadakan kegiatan walimatus syafar, biaya oleh-oleh, dll. Perhitungkan inflasi kenaikan biaya haji per tahunnya, (bisa pakai asumsi kenaikan 10 %/tahun ), dengan cara ini dapat ditentukan berapa biaya haji yang diperlukan 5 tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berikutlah pilihlah produk investasi yang tepat dan sesuaikan dengan profil resiko Anda. Perhatikan juga jangka waktu berinvestasi. Karena Anda masih 5 tahun lagi bisa menggunakan produk yang lebih beresiko seperti reksadana syariah karena umumnya memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan tabungan serta deposito. Tetapi bila Anda tidak ingin produk yang beresiko Anda bisa menabung di tabungan haji yang kini tersedia di bank syariah. Produk tabungan haji ini umumnya memudahkan seseorang menyiapkan ONH karena bisa langsung didebet dari gaji atau tabungan kita sehingga kita dipaksa secara rutin untuk menyetor uangnya. Dengan memiliki tabungan haji ini maka otomatis Anda sudah didaftarkan ke Departemen Agama untuk mendapatkan kuota haji. Hanya sifat produk ini untuk menyimpan saja bukan berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif lain untuk mempersiapkan dana haji ini adalah dengan membeli emas. Umumnya biaya haji yang dibutuhkan berkisar antara 250 – 300 gram emas. Berinvestasi di emas ini memiliki keuntungan antara lain bila terjadi kenaikan harga, maka harga emas juga naik. Nilai emas juga berbanding lurus dengan nilai mata uang dollar AS. Artinya harga emas akan naik bila nilai dollar naik. Emas disini adalah emas koin atau batangan bukan emas perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berikutnya, pastikan Anda mendapatkan kuota atau kursi untuk menunaikan ibadah haji di 5 tahun mendatang. Untuk yang berinvestasi di tabungan haji di bank syariah ini sudah otomatis karena sudah didaftarkan. Tetapi bagaimana yang berinvestasi di emas atau reksadana? Ini bisa diatasi dengan mencairkan reksadana atau emas di tahun ke 4 dan menyimpannya di tabungan haji sehingga di tahun ke 5 Anda bisa dapat kuota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yok.. mulai sekarang siapkan dana haji, biar mimpi melihat Kabah bisa jadi kenyataan&lt;br /&gt;Labaik Allahuma labaik..............................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-5555880532532272127?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/5555880532532272127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=5555880532532272127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5555880532532272127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5555880532532272127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2009/11/mempersiapkan-dana-haji.html' title='Mempersiapkan dana haji'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-5336639485647904470</id><published>2009-10-27T19:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T19:58:31.933-07:00</updated><title type='text'>PERENCANAAN KEUANGAN SYARIAH ; APA &amp; BAGAIMANA ?</title><content type='html'>Perencanaan keuangan adalah proses mengelola keuangan sedemikian rupa sehingga kita dapat mencapai kepuasan ekonomis tertentu. Perencanaan keuangan lebih banyak berkaitan dengan keuangan pribadi (personal finance) daripada keuangan perusahaan (corporate finance), karena subjek dari perencanaan keuangan adalah pribadi atau keluarga, bukan perusahaan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dari perencanaan keuangan keluarga adalah merencanakan masa depan sedini mungkin untuk mencapai  tujuan keuangan yang dicita-citakan  melalui pengelolaan keuangan  yang terencana, teratur dan bijak.  Dengan adanya perencanaan keuangan, kita bisa mengontrol kondisi keuangan kita sekarang dan hari esok. Perencanaan keuangan secara komprehensif dapat meningkatkan kualitas hidup dengan cara mengurangi kekhawatiran akan kepastian masa depan finansial seseorang. Dengan melakukan perencanaan keuangan, kita bisa mendapatkan manfaat berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Meningkatkan efektifitas dalam mencari, menggunakan dan memproteksi sumber daya keuangan.&lt;br /&gt;o Meningkatkan kontrol terhadap kegiatan keuangan dengan menghindari hutang yang berlebihan, kebangkrutan, dan ketergantungan terhadap orang lain secara finansial.&lt;br /&gt;o Meningkatkan kualitas hubungan personal dengan adanya perencanaan yang baik dan efektifitas komunikasi ketika mengambil keputusan finansial.&lt;br /&gt;o Kebebasan dari kekhawatiran finansial dengan cara melihat masa depan, mengantisipasi kebutuhan biayanya, dan mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataanya, di Indonesia masih sangat sedikit keluarga yang sudah menyusun rencana keuangannya.  Faktor penyebabnya antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesadaran masyarakat yang rendah. &lt;br /&gt;Perencanaan keuangan hanyalah untuk orang kaya, begitu persepsi yang sebagian masyarakat. Padahal, menjadi “kaya” adalah hasil dari proses perencanaan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak mempunyai tujuan keuangan yang jelas.&lt;br /&gt;Tidak adanya visi masa depan menyebabkan kita bersikap mementingkan kebutuhan jangka pendek saja. Cenderung menghabiskan uang untuk memenuhi keinginan jangka pendek semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keterbatasan waktu. &lt;br /&gt;Pentingnya melakukan perencanaan keuangan baru dirasakan ketika kebutuhannya sudah di depan mata. Inilah yang menyebabkan masih banyaknya keluarga yang menganggap biaya pendidikan sebagai “biaya tak terduga” dan terpaksa harus berhutang untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keterbatasan ilmu dan pengetahuan bagaimana mengelola keuangan keluarga yang baik. &lt;br /&gt;Pada jenjang pendidikan manapun, pada konsentrasi keilmuan apapun, lembaga pendidikan formal di Indonesia belum mengajarkan materi mengenai keuangan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Belum mampu memilih produk keuangan yang semakin beragam.&lt;br /&gt;Makin banyaknya produk keuangan tidak diimbangi dengan sosialisasi, edukasi, dan infrastruktur yang merata. Produk keuangan tertentu bahkan berkesan hanya untuk kalangan ekonomi atas, atau yang tinggal di kota besar saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor tersebut di atas menjadi sebagian alasan mengapa sebagian masyarakat kita belum sejahtera. Sedikitnya ada 4 masalah utama yang membuat orang gagal menciptakan kehidupan yang sejahtera sebagaimana mereka harapkan, yakni:&lt;br /&gt;1. Sikap suka menunda-nunda (procrastination)&lt;br /&gt;2. Kebiasaan menghabiskan (spending habits)&lt;br /&gt;3. Inflasi yang terus meningkat&lt;br /&gt;4. Kebijakan pemerintah&lt;br /&gt;Dua hambatan pertama adalah faktor internal atau personal yang dapat dirubah, dan dua penyebab berikutnya adalah faktor eksternal atau kondisi ekonomi makro yang mungkin tidak dapat kita rubah, tetapi sebetulnya dapat kita antisipasi.&lt;br /&gt;  Proses  perencanaan keuangan terdiri dari 5 prosedur yang logis, dengan urutan sebagai berikut :&lt;br /&gt;         1. Menentukan tujuan keuangan&lt;br /&gt;         2. Mengidentifikasi alternatif&lt;br /&gt;         2. Membuat dan mengimplementasikan rencana keuangan    &lt;br /&gt;  4. Mengevaluasi rencana keuangan tersebut &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Dimulai dari menentukan situasi keuangan sekarang berkaitan dengan penghasilan, pengeluaran, biaya hidup, arus kas keluar masuk,  jumlah hutang, jumlah asset, dan lainnya.. Tahap selanjutnya adalah menentukan tujuan keuangan., misalnya saja, naik haji pada usia 45, menyekolahkan anak ke universitas ternama di Jakarta.   Kemudian mengidentifikasi alternatif  misalnya sebuah tujuan keuangan bisa kita capai dengan cara berinvestasi sedari sekarang atau  berhutang ketika dibutuhkan, dan instrumen investasi apa yang bisa digunakan sebagai kendaraan investasinya. Tahapan berikutnya adalah  membuat dan mengimplementasikan rencana keuangan setelah menentukan pilihan dan cara efektif untuk mencapai tujuan keuangan. Selanjutnya evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah rencana keuangan yang kita terapkan berhasil mendekati sasaran atau ada penyimpangan. Bila terdapat penyimpangan maka harus direvisi kembali misal dengan mengubah pilihan investasi, menambah income, dsb.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Atau kalau kita analogikan dengan mudah, sebetulnya proses perencanaan keuangan itu sama dengan suatu perjalanan dari satu titik start ke titik lain yang disebut dengan titik finish. Kendaraan yang bisa dipilih bermacam-macam untuk bisa sampai ke titik finish, namun tentunya dengan konsekuensi bahan bakar, kecepatan, keselamatan yang berbeda-beda pula. Jalan yang dipilih pun bisa bermacam-macam tergantung dari kendaraan atau jalur yang ditempuh. Semakin cepat untuk mencapai tujuan maka bahan bakar yang kita gunakan juga semakin banyak dan kendaraan yang kita pakai harus yang berkualitas dan terpercaya.  &lt;br /&gt;         Profesi perencana keuangan juga dibutuhkan dalam mengelola keuangan keluarga secara syariah. Sebagaimana kita ketahui dalam suatu keluarga muslim juga diperlukan keseimbangan hidup baik dunia maupun di akhirat. Proses merencanakan keuangan keluarga secara syariah dimulai dari niat untuk merencanakan kehidupan yang baik dimasa depan dan  berusaha dengan diringi sikap yang tawakal. Tujuan keuangan keluarga pun bisa dipecah menjadi tujuan keuangan untuk memenuhi   kehidupan di dunia seperti merencanakan pendidikan anak, rumah, kendaraan, liburan, dll. Sedangkan tujuan keuangan untuk memenuhi kebutuhan akhirat seperti biaya umroh/haji, zakat/sedekah, berkorban, dll.  Tujuan keuangan ini juga disesuaikan prioritasnya sesuai dengan prinsip syariah Islam misalnya menikahkan anak adalah prioritas dibandingkan membelikan rumah untuk mereka. Pendidikan anak lebih diutamakan daripada naik haji, dll. &lt;br /&gt;         Hal lain yang membedakan perencanaan keuangan syariah dan konvensional adalah pemilihan produk investasi yang digunakan adalah yang sesuai dengan syariah Islam, yaitu pada deposito bagi hasil di bank syariah, asuransi syariah, dan reksadana syariah. Aspek transaksi keuangan pun diusahakan tidak melanggar aturan syariat dan menghindari riba (bunga), maysir (judi dan spekulasi), serta gharar (ketidak pastian). Membuat rencana waris juga tidak boleh melanggar hukum waris Islam, dan perbedaan lain adalah adanya cleansing wealth (penyucian harta) berupa zakat, infaq, sedekah, dan wakaf. Jadi perencanaan keuangan syariah senantiasa diletakkan pada prinsip halal dan barokah dan berorientasi kepentingan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;         Hasil akhir dari perencanaan keuangan syariah adalah sebuah keluarga akan terpenuhi kebutuhan primernya, ada pengumpulan asset dan investasi secara Islam, kebahagiaan duniawi, ada pengumpulan asset dan investasi akhirat, serta mencapai kebahagiaan ukhrowi (akhirat).  &lt;br /&gt;         Profesi perencana keuangan syariah ada 2 macam, yang pertama adalah yang terikat pada lembaga keuangan tertentu seperti bank, asuransi, atau manajer investasi dan tentunya dalam memberikan rekomendasi dikaitkan dengan produk yang mereka promosikan.  Kemudian yang kedua adalah  perencana keuangan independen yang tentunya bisa memberikan saran yang obyektif karena tidak terikat pada kepentingan menjual produk tertentu. Landasan kepercayaan harus terjalin antara klien (keluarga) dengan perencana keuangan agar saling terbuka dalam memberikan informasi yang dibutuhkan. Keterbukaan ini penting agar kondisi klien ini dapat diketahui permasalahannya secara detil, sehingga perencana bisa melakukan analisis dan memberikan rekomendasi yang tepat.&lt;br /&gt;         Lalu kemampuan profesional apa saja yang harus dimiliki oleh perencana keuangan syariah?  Tentunya sesuai tujuan utama dari perencana keuangan yaitu mampu memberikan konsultasi sesuai dengan kebutuhan klien, menentukan investasi yang sesuai, dan mampu memberikan analisis yang terbuka dan transparan terhadap investasi yang menjadi pilihan. Perencana keuangan syariah juga dituntut menguasai permasalahan investasi syariah, asuransi secara syariah, pajak dan zakat, faraid (ilmu waris) dan hibah, wasiat, serta infaq dan sadaqah. &lt;br /&gt;         Hal yang lain yang cukup krusial adalah seorang perencana keuangan syariah dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas agar  mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan nasabah yang beragam, dapat dipercaya, disiplin dan bertanggung jawab, dan tentunya harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada keluarga yang menjadi kliennya sehingga tujuan mereka dapat tercapai.  Tak ubahnya dengan profesi psikolog  maka perencana keuangan syariah wajib mampu menjadi tempat berbagi/curhat bagi kliennya. Tugas yang mulia tentunya, adakah Anda tertarik dengan profesi ini?&lt;br /&gt;        *)  Penulis adalah perencana keuangan syariah, Managing Director Kurnia Consulting&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-5336639485647904470?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/5336639485647904470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=5336639485647904470' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5336639485647904470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5336639485647904470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2009/10/perencanaan-keuangan-syariah-apa.html' title='PERENCANAAN KEUANGAN SYARIAH ; APA &amp; BAGAIMANA ?'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-7317203622515363907</id><published>2009-07-16T06:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T06:56:53.493-07:00</updated><title type='text'>TIPS dan TRIK  AGAR CERDAS DAN CERDIK MENGELOLA UANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y1RoqyGBneQ/Sl8xNgoOR2I/AAAAAAAAABQ/kov9I9p8uYU/s1600-h/cover+mengelola+keuangan.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 209px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y1RoqyGBneQ/Sl8xNgoOR2I/AAAAAAAAABQ/kov9I9p8uYU/s320/cover+mengelola+keuangan.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359056189760882530" /&gt;Resensi  Buku Keuangan &lt;/a&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Judul Buku: Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Pengarang: Sri Khurniatun,      RFA&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Penerbit:&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;       &lt;/span&gt;TransMedia Pustaka &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Jumlah halaman:&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;156 halaman&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Uang bukan segala-segalanya, tetapi&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;segalanya tidak berjalan lancar tanpa adanya uang. Darimanapun sumber uang entah dari bekerja ataupun berwirausaha tetap butuh pengelolaan dengan baik &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;agar tidak kebobolan oleh nafsu belanja, iming-iming kemudahan berhutang di depan mata maupun inflasi. Demikianlah prolog dari buku ”Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang”&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;buah pena Sri Khurniatun, RFA. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Inilah satu-satunya buku keuangan yang komprehensif. Jarang buku yang mengupas buku keuangan pribadi maupun keuangan bisnis dalam satu topik, umumnya diulas dalam buku yang berlainan. Namun buku ini lain dan &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;lebih beragam karena memuat 2 bagian yaitu bagian pertama tentang mengelola keuangan pribadi dan bagian kedua mengelola keuangan bisnis. Membeli buku ini tentu saja lebih efisien &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;karena ”two in one’ jadi ada 2 bahasan dalam satu buku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Pada bagian pertama terdiri dari 5 bab tentang perencanaan keuangan pribadi.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Dimulai dari pentingnya perencanaan keuangan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;bagi pribadi dan keluarga. Kurangnya kesadaran warga Indonesia dalam menyusun rencana keuangan juga dibahas antara lain tidak punya tujuan keuangan yang jelas, keterbatasan waktu, dan tidak menguasai ilmu mengelola keuangan dengan baik.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Bab berikutnya membahas tips mengelola keuangan rumah tangga dimulai dari menentukan tujuan keuangan, menyusun anggaran keluarga, menentukan sistem pengelolaan penghasilan, pentingnya dana darurat dan asuransi, serta tips membangun komunikasi keuangan dengan pasangan. Dilanjutkan bab khusus tentang mengelola keuangan bagi kaum lajang, mengatasi hutang pribadi dan bagian ini ditutup dengan bahasan kiat memilih investasi. Ragam contoh &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;produk investasi juga dibahas tuntas dalam bab terakhir dari bagian pertama ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Bagian kedua buku ini fokus membahas bagaimana tips mengelola keuangan bagi pelaku usaha kecil yang umumnya kondisi &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;keuangan yang belum rapi contohnya &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;uang bisnis dan uang pribadi masih tercampur, &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dan belum punya pembukuan yang standar. Diawali dari merancang modal usaha, memilih sumber modal,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;mengenal jenis-jenis suku bunga kredit, dan bagaimana memulai usaha dengan modal sendiri. Bab berikutnya lebih ke arah teknis membuat pembukuan, laporan keuangan, dan menghitung&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;titip impas/Break Even Point. Bab ini juga disertai contoh praktikal dalam bentuk tabel pembukuan maupun perhitungannya sederhana sehingga dapat dikuti dengan mudah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Bab selanjutnya &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;berisi kiat mengelola hutang usaha,bagaimana langkahnya sebelum berhutang dan bagaimana pula mengatasi hutang yang macet.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Termasuk berbisnis dengan cara bagi hasil juga diulas dalam bab ini.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Dan pada bagian 2 ini ditutup dengan topik ada lima kesalahan pebisnis dalam mengelola keuangan yaitu mencampur uang pribadi dan usaha, tidak mempunyai formula pembagian keuntungan, menggunakan kredit konsumtif untuk usaha, hanya menggunakan tolak ukur omset sebagai standar kesuksesan, dan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;melakukan aktivitas yang menyebabkan aliran kas macet. Tidak lupa &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;disertai dengan tips untuk memperbaiki kesalahan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Buku ini patut menjadi bacaan wajib bagi rumah tangga sekaligus pelaku usaha kecil&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;yang masih awam mengelola keuangan dan perlu hal yang simpel dan mudah dimengerti. Istimewanya lagi masing-masing bab ada contoh kasus nyata dalam bentuk format tanya jawab, jadi tidak hanya sekedar wacana.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Buku ini hadir sebagai salah satu panduan bagi mereka yang menginginkan kehidupan keuangan pribadi maupun bisnis yang lebih terencana, teratur dan bijak. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Anda layak memiliki dan membacanya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Berikut pujian terhadap buku ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;”Memahami dan mempraktekkan manajemen keuangan pribadi dan bisnis salah satu kunci bagi mereka yang menginginkan keamanan, kesejahteraan, dan kebebasan secara finansial”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;-Badroni Yuzirman – Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas Tangan Diatas (TDA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;”Mau ngatur pengeluaran rumah tangga, menambah penghasilan sampingan, ngurusin hutang pribadi ataupun usaha, atau menambah modal usaha? Buku ini semua punya solusinya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;- Ahmad Gozali,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Perencana Keuangan Safir Senduk dan Rekan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;”Melalui buku ini penulis memberikan rincian betapa pentingnya perencanaan keuangan bagi siapapun. Tanya jawab dan solusi perencanaan keuangan pribadi dan keluarga dibahas gamblang sehingga mudah diikuti oleh setiap kalangan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;- Haryajid Ramelan, Perencana Keuangan dan Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;”Buku&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;ini mudah, simpel, dan ringan. Semoga buku ini menambah khasanah pengetahuan pengelolaan keuangan keluarga sekaligus usaha kecil yang kita rintis. Lebih baik menyisakan waktu untuk belajar masalah keuangan keluarga dan usaha kecil daripada terperosok ke berbagai permasalahan dengan biaya belajar (kerugian) yang lebih besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;- Isdiyanto, Pemimpin Redaksi Majalah Wirausaha dan Keuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;”Manusia punya dua masalah keuangan, kekurangan dan kelebihan uang. Buku ini insya Allah bisa jadi solusi untuk dua masalah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Jay de Terorist – Rektor Institut Kemandirian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-7317203622515363907?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/7317203622515363907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=7317203622515363907' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/7317203622515363907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/7317203622515363907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2009/07/tips-dan-trik-agar-cerdas-dan-cerdik.html' title='TIPS dan TRIK  AGAR CERDAS DAN CERDIK MENGELOLA UANG'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y1RoqyGBneQ/Sl8xNgoOR2I/AAAAAAAAABQ/kov9I9p8uYU/s72-c/cover+mengelola+keuangan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-7144204561723945595</id><published>2009-07-06T05:54:00.001-07:00</published><updated>2009-07-06T05:54:48.274-07:00</updated><title type='text'>WORKSHOP MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA MUSLIM</title><content type='html'>Kesinambungan kehidupan keluarga menuju keharmonisan menjadi suatu keniscayaan bagi terwujudnya keluarga sakinah. Diantara faktor penting yang menjadi penunjang adalah pemahaman keluarga terhadap manajemen keuangan yang tepat. Bila kita lihat di sekitar kita masih cukup banyak kondisi keluarga yang rentan gejolak yang diakibatkan problema ekonomi rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Workshop Manajemen Keuangan Keluarga Muslim, Anda akan mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk mengatur keuangan keluarga agar dapat mencapai kondisi ekonomi yang lebih baik Dengan Cara Yang Benar dan Tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         BERSAMA …..&lt;br /&gt;Sri Khurniatun, RFA&lt;br /&gt;Perencana keuangan dari Kurnia Consulting, biro perencana keuangan pribadi dan keluarga serta usaha kecil yang menggunakan solusi pendekatan syariah.&lt;br /&gt;Penulis Buku ”Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                      OUTLINE&lt;br /&gt;• Tips dan Trik Menyusun Rencana Keuangan Pribadi dan Keluarga&lt;br /&gt;• Kiat mengelola Penghasilan&lt;br /&gt;• Kiat Memilih Investasi yang Tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                         OUTPUT&lt;br /&gt;• Mampu menyusun  Rencana Keuangan sebagai panduan bagi diri dan keluarga. &lt;br /&gt;• Mampu mengatur pemasukan dan pengeluaran, serta menentukan skala prioritas dalam mengelola penghasilan.&lt;br /&gt;• Memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang investasi sehingga tidak mengambil keputusan yang salah dalam menentukan pilihan produk investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                  METODE&lt;br /&gt;Workshop dilakukan dengan metode dialogis partisipatif dengan arahan workshop leader, dan melibatkan partisipan secara aktif dengan rangkaian acara materi, latihan-latihan, dan bedah kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU&lt;br /&gt;MInggu  / 12 Juli 2009&lt;br /&gt;Pukul 09.00-12.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPAT&lt;br /&gt;Kampus TYPSS (Tantowi Yahya Public Speaking School),  Gedung Intiland Tower&lt;br /&gt;(Ex. Wisma Dharmala Sakti) Lt 15, Jl. Soedirman kav. 32 Jakarta Pusat&lt;br /&gt;(Tempat terbatas : maksimum 20 orang)&lt;br /&gt;INVESTASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perorang  Rp. 75.000,-&lt;br /&gt;                          &lt;br /&gt;Sudah termasuk hand out, snack, dan 1 buku “Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTARKAN diri Anda … ke :&lt;br /&gt;Puput Natalia&lt;br /&gt;Telp/SMS . 085782445654&lt;br /&gt;Email : najwa.puput@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khumairoh&lt;br /&gt;Telp/SMS. 02150425274&lt;br /&gt;Email : umay_radcliffe@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REKENING TRANSFER&lt;br /&gt;• BCA  No. Rekening 4501235886 a.n. Sri Khurniatun&lt;br /&gt;• Bank Syariah Mandiri  No. 0097006565 a.n. Sri     Khurniatun&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt;Konfirmasikan segera transfer Anda melalui SMS  ke  085782445654.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kemudahan administrasi, kami hanya menerima pembayaran investasi sebelum 10 Juli  2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organized By:&lt;br /&gt;Divisi Seminar dan Training&lt;br /&gt;• KURNIA CONSULTING “Solusi  Uang Berkah”&lt;br /&gt; Daftarkan diri  Anda segera !&lt;br /&gt;Pendaftaran akan kami tutup bila telah memenuhi kapasitas 20 orang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-7144204561723945595?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/7144204561723945595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=7144204561723945595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/7144204561723945595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/7144204561723945595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2009/07/workshop-manajemen-keuangan-keluarga.html' title='WORKSHOP MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA MUSLIM'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-3194095438486705678</id><published>2008-12-10T04:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T04:52:03.608-08:00</updated><title type='text'>Mengelola keuangan disaat krisis</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Rekan-rekan pembaca blog,&lt;br /&gt;Ini tulisan saya yang dimuat di situs niriah.com&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pertanyaan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Halo Ibu Sri, perkenalkan saya Lisa, seorang ibu rumah tangga yang sedang risau karena memikirkan keadaan ekonomi akhir-akhir ini. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Krisis keuangan global saat ini ternyata berdampak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada keuangan pribadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena saya masih memiliki tunggakan KPR (Kredit Perumahan Rakyat), akibat bunga yang naik maka pengeluaran bulanan saya membengkak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini berdampak pada cashflow bulanan saya karena pengeluaran rumah tangga jadi membengkak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Saya juga mempunyai investasi di reksadana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang jumlahnya tidak terlalu besar. Untuk itu mohon saran dari Ibu Sri tindakan apa yang harus saya lakukan. Apakah tepat bila saat ini saya mencairkan investasi di reksadana yang saya miliki karena nilainya juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terus menurun?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Terima kasih atas jawaban yang Ibu berikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Lisa – &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Selatan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jawaban :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Halo Ibu Lisa , senang berkenalan dengan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Krisis keuangan global saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini memang sedang menjadi pembicaraan luas. Krisis yang bermula di Amerika Serikat ini ternyata sudah terasa dampaknya di Indonesia. Yang jelas kita harus tetap optimis dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Dari krisis ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dapat ditarik pelajaran bahwa kita dituntut mengelola keuangan dengan baik dan perlunya ada perencanaan keuangan sebelum menghadapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masa sulit. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Krisis ini juga menuntut kreatifitas kita bagaimana mengejar pemasukan agar bisa menambal defisit yang terjadi akibat pengeluaran yang membengkak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kembali ke permasalahan Anda. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa solusi yang perlu Anda lakukan dan mudah-mudahan bisa membantu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Atur kembali      pengeluaran Anda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Buatlah anggaran      pengeluaran pribadi dan keluarga dan hitunglah kembali berapa % kenaikan      pengeluaran Anda. Usahakan perketat pengeluaran dan tunda pembelian barang      yang tidak perlu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Usahakan jangan lakukan      hutang pribadi baru lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena      akan semakin mengganggu cashflow Anda ke depannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Cari tambahan      penghasilan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bila Anda tidak      memungkinkan lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan      penghematan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hikmah dari krisis ini      menuntut kita harus kreatif untuk meningkatkan penghasilan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bila penghasilan Anda      sudah membaik perbesar tabungan dana darurat. Dana darurat adalah dana      untuk berjaga-jaga mengantisipasi kondisi ke depan yang sulit kita prediksikan.      Saat krisis ini waktunya untuk menabung dana darurat lebih banyak lagi jadi      bila ada penghasilan yang berlebih jangan mudah untuk menghabiskan. Dana      darurat disimpan dalam rekening yang mudah dicairkan misalnya deposito,      ORI, atau reksadana pasar uang. Besarnya minimum 3 bulan pengeluaran      keluarga Anda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;5. &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Lalu bagaimana dengan investasi di reksadana, apakah tepat bila dicairkan saat ini? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Saat ini nilai reksadana Anda sedang turun maka bila Anda cairkan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;akan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengalami potential loss dan kerugian dari nilai investasi Anda. Ingat, paradigma investasi adalah bukan spekulatif dan jangka pendek &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tetapi prespektif jangka panjang karena sudah pasti akan naik. Reksadana adalah instrumen investasi sebagai kendaraan untuk menuju tujuan keuangan jangka panjang. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pastikan bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; reksadana Anda adalah saham-saham&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terbukti memiliki fundamental bagus yang memiliki peluang besar untuk kembali meningkat suatu hari nanti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Demikian Ibu Lisa, semoga bisa membantu. Marilah kita sama-sama berdoa agar krisis segera berlalu dan kita bisa survive menghadapinya. Amin!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-3194095438486705678?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/3194095438486705678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=3194095438486705678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3194095438486705678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3194095438486705678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/12/mengelola-keuangan-disaat-krisis.html' title='Mengelola keuangan disaat krisis'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-3915817525264429431</id><published>2008-11-29T02:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-29T02:41:33.663-08:00</updated><title type='text'>Saatnya Kapitalisme Tumbang</title><content type='html'>&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Rekan-rekan Pembaca blog, maaf saya lama gak update blog ini. Ini tulisan yang saya buat pesanan dari buletin Yayasan Rumah Ilmu di Bandung.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Akhir-akhir ini perekonomian dunia sedang bergolak. Dimana-mana sedang menjadi pembicaraan luas tentang krisis global keuangan. Krisis yang bermula di Amerika Serikat ini ternyata imbasnya ke berbagai penjuru dunia termasuk ke negara kita Indonesia. Nilai rupiah yang terus menurun, harga saham yang terus berjatuhan, dan suku bunga bank yang kian melonjak berdampak pada kelesuan perekonomian kita. Bahkan harian terkemuka Kompas pun menuliskan dalam salah satu headlinenya beberapa hari lagi akan ada PHK 126.000 karyawan dalam waktu dekat ini.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Kenyataan bahwa perekonomian AS memang  cukup mengendalikan ekonomi dunia karena memang 30% transaksi dan perputaran uang secara internasional dikendalikan oleh negara adidaya tersebut. Negara dengan slogan kapitalisme dan super power kini terpuruk dan tidak berdaya. Satu demi persatu pelaku bisnis raksasa di AS bertumbangan seperti Lehman Brother, AIG group, Merryl Lynch, dan bank-bank besar berjatuhan satu persatu. Inikah tanda keruntuhan kapitalisme?  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Apa sih penyebab krisis global di Amerika Serikat khususnya maupun didunia pada umumnya?  Awalnya sih pemberian kredit perumahan rakyat yang dinamakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;subprime mortgage &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;dengan iming-iming harga rumah akan naik terus. Kredit rumah dengan bunga tinggi  laris manis di kalangan masyarakat AS karena bisa dijaminkan lagi dan jaminan ini diperjual belikan ke investor.  Tetapi pada akhirnya harga rumah tidak sesuai dengan yang diinginkan sementara tunggakan kredit dengan bunga tinggi makin membelit debitur. Ditambah lagi asset yang dijaminkan untuk mengajukan pinjaman itu tidak memadai karena banyak kemudahan kredit tanpa didukung jaminan yang cukup. Intinya penyebab krisis ini tidak lepas dari sifat rakus , kapitalis dan ketidak jujuran yang mewarnai perekonomian dunia.  Sebagaimana tagline kapitalisme adalah kepuasan individu yang maksimum, mengejar keuntungan semata, dan memisahkan kehidupan ekonomi dari nilai-nilai agama sehingga banyak terjadi moral hazard. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Krisis ini membuktikan bahwa sistem perekonomian kapitalis telah diujung kehancuran. Sistem yang memperbolehkan pelaku bisnis melakukan kegiatan-kegiatan spekulatif tinggal puing-puing yang menyisakan kesengsaraan. Praktek spekulatif  dalam transaksi di pasar modal dan pasar valas ini membuat sektor moneter menggelembung atau dikenal dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;bubble economi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;  tetapi tidak didukung sektor riil yang kuat. Tengok saja transaksi uang yang beredar sekitar 7 trilyun  dollar AS per tahun, tetapi volume perdagangan barang hanya berkisar 7 triliun dollar AS.   Inilah akar dari segala krisis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Apa solusi yang jitu untuk mengatasi guncangan krisis ini? Kita punya aturan syariah yang ditetapkan Allah SWT dan telah teruji di jaman Rasul dalam mengatasi problema ekonomi umat. Lembaga keuangan syariah terbukti rentan terhadap krisis karena transaksi pinjaman didukung asset yang jelas. Selain itu lembaga keuangan syariah juga tidak menerapkan sistem ribawi dalam berbagai transaksi pembiayaan,  sehingga tidak ada yang dirugikan baik kreditur maupun debitur. Transaksi di lembaga keuangan syariah juga berbasis sektor riil,  karena ketika kita mengajukan pinjaman ke bank syariah  peruntukannya jelas yakni untuk membiayai pembelian asset tertentu sehingga tidak ada penyalahgunaan pinjaman.  Tentu saja bila ekonomi syariah dihidupkan akan terjadi keseimbangan sektor moneter dan sektor riil karena tidak ada praktek spekulatif.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="15" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Di zaman Nabi Muhammad jarang sekali terjadi resesi. Zaman khalifah yang empat juga begitu. Di zaman Umar bin Khattab (khalifah kedua) dan Utsman (khalifah ketiga) , malah APBN mengalami surplus. Pernah dalam zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, tak dijumpai lagi satu orang miskinpun.  Apa rahasianya? Kebijakan moneter Rasulullah Saw -- yang kemudian diikuti oleh para khalifah -- selalu terkait dengan sektor riil perekonomian berupa perdagangan . Hasilnya adalah pertumbuhan sekaligus stabilitas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="15" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Lalu solusi praktis apa yang perlu dilakukan dalam mengatasi krisis ini ? Secara sistem sudah jelas harus menggantikan bunga dengan konsep bagi hasil, hilangkan praktek spekulasi, dan fokus pada sektor riil untuk menyeimbangkan dengan sektor keuangan.  Dalam tataran praktek jangka pendek lebih optimalkan penggalangan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sadaqah, dan Wakaf) untuk memberdayakan masyarakat kalangan bawah. Sekali lagi solusi  syariah ini sangat efektif untuk diterapkan pada kondisi sekarang ini. Dan satu hal yang perlu ditekankan lagi adalah perkuat ekonomi domestik, hilangkan ketergantungan impor, dan perkuat Usaha Kecil Menengah sebagai bemper penyerapan tenaga kerja karena ancaman PHK di depan mata justru banyak menimpa perusahaan-perusahaan besar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="0" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Tantangan umat Islam dewasa ini adalah menunjukkan keagungan dan keampuhan ekonomi syariah. Islam ternyata mewariskan sistem perekonomian yang tepat, fair, adil, manusiawi, untuk menciptakan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup, tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Maka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;“back to syariah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;” adalah satu-satunya katup penyelamat dari hancurnya perekonomian dunia. Dan sebagai makhluk beriman kita harus tetap optimis bahwa krisis akan segera berlalu dan kita bisa survive menghadapinya. Amin!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-3915817525264429431?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/3915817525264429431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=3915817525264429431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3915817525264429431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3915817525264429431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/11/saatnya-kapitalisme-tumbang_29.html' title='Saatnya Kapitalisme Tumbang'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-9134757457588039823</id><published>2008-09-26T20:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-26T20:56:01.175-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT HARI RAYA  IDHUL FITRI 1429 H</title><content type='html'>Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, Sri Khurniatun beserta tim Kurnia Consulting mengucapkan "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI 1429 H.&lt;br /&gt;MOHON MAAF LAHIR BATIN&lt;br /&gt;TAQABALLAHU MINNA WA MINKUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-9134757457588039823?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/9134757457588039823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=9134757457588039823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/9134757457588039823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/9134757457588039823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/09/selamat-hari-raya-idhul-fitri-1429-h.html' title='SELAMAT HARI RAYA  IDHUL FITRI 1429 H'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-3801329139691493731</id><published>2008-09-24T02:04:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T02:08:03.049-07:00</updated><title type='text'>Mengelola Tunjangan Hari Raya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Rekan-rekan pembaca blog&lt;br /&gt;Ini artikel tanya jawab yang sayaash di portal Niriah.Com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Pertanyaan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Assamu'alaikum Wr.Wb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Ibu Sri, minggu ini saya menerima Tunjangan Hari Raya. Tetapi karena banyak pengeluaran di bulan Ramadhan ini pengalaman yang sudah-sudah uang THR tidak cukup untuk berlebaran, apalagi kami punya kewajiban mudik untuk bersilaturahim dengan orang tua dan kerabat. Sehingga, kami selalu mengambil tabungan untuk menutupi kekurangan. Padahal tabungan ini sebenarnya kami peruntukkan untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak bila anak sakit atau ada musibah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mohon tips, bagaimana agar saya bisa mengelola THR dengan baik dan tidak tekor?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wassalamu'alaikum Wr.Wb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Yofina&lt;/em&gt; , Tangerang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4&gt;Jawaban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;Menjelang lebaran memang ada kewajiban dari perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para karyawannya sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan. Bagi mayoritas orang THR ini dianggap rejeki nomplok yang jatuh menjelang lebaran. Umumnya pengeluaran di bulan Ramadhan dan Idhul Fitri memang meningkat bahkan bisa 2 - 3 kali lipat dibandingkan bulan lainnya sehingga sangat terbantu oleh adanya THR.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangnya banyak yang belum mampu mengelola THR dengan baik. Buktinya sudah ada THR pun pengeluaran masih bertambah, bahkan tekor. Harusnya dengan adanya tambahan pemasukan di bulan itu gaji menjadi dua kali lipat karena umumnya besarnya THR minimal satu bulan gaji. Seharusnya sebagian THR bisa ditabung. Akan tetapi, dalam praktiknya, yang sering terjadi belum bisa membiayai seluruh pengeluaran dan akhirnya membobol tabungan juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berikut adalah tips agar kita bisa mengelola THR dengan baik:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Setiap alur dana yang masuk sesuai proses perencanaan keuangan, hendaknya mengikuti ketentuan Penerimaan - Zakat - Bayar Utang - Tabungan - Pengeluaran. Oleh karena itu segera setelah terima THR bayarkan zakatnya 2,5% dari nominal THR yang diterima, 30% buat melunasi hutang yang tidak wajib (kalau ada). Pengertian hutang wajib yang umumnya dilunasi dengan penghasilan rutin seperti cicilan KPR bulanan. Hutang yang tidak wajib contohnya cicilan kartu kredit atau hutang lainnya, sehingga THR bisa meringankan beban hutang kita. Selanjutnya usahakan minimal 10% dari THR ditabung atau diinvestasikan, barulah sisanya digunakan untuk belanja kebutuhan hari raya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Agar sisa dana yang ada cukup untuk membiayai pengeluaran lebaran catat dan susunlah anggaran pengeluaran yang besarnya disesuaikan dengan dana yang ada. Jangan besar pasak daripada tiang. Buatlah skala prioritas dalam pengeluaran. Contohnya, berikan THR juga untuk orang yang bekerja pada kita seperti karyawan bagi yang memiliki usaha, pembantu, sopir dll. Pengeluaran berikutnya mungkin pemberian infaq kepada orang tua dan kerabat. Barulah menentukan pengeluaran untuk hari raya seperti belanja bahan makanan, kue-kue kering dan pakaian jika memang dananya mencukupi. Tidak apa-apa lebaran tanpa baju baru jika baju lama masih bersih dan rapi. Rasanya aneh jika memaksakan lebaran berpakaian baru tapi hutangnya belum dilunasi. Sekali lagi, komponen besarnya anggaran harus disesuaikan dengan dana yang tersedia. Ini penting!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Lalu bagaimana dengan biaya mudik? Sebenarnya biaya mudik itu tidak bisa dibebankan pada THR karena besarnya THR yakin tidak mencukupi jika harus digunakan untuk menanggung biaya mudik. Seharusnya biaya mudik sudah dianggarkan tersendiri sebagai komponen biaya liburan dan sudah disiapkan tabungannya. Bila memang belum memiliki persiapan buat biaya mudik tidak usah memaksakan diri untuk mudik. Silaturahim bisa dilakukan dengan telpon atau SMS saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perlu diingat kadang kita tergoda untuk menghabiskan dana untuk lebaran, pas abis lebaran kita gigit jari karena balik dari mudik tidak memiliki uang lagi, dan bagi yang karyawan gajiannya masih lama. &lt;span style="" lang="FR"&gt;Hasilnya berhutang lagi. Semoga terhindar dari yang demikian....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Selamat mengelola THR. &lt;/span&gt;Mudah-mudahan tips ini bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat merayakan Hari RayaIdhul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir batin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Taqaballahu minna wa minkum.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-3801329139691493731?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/3801329139691493731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=3801329139691493731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3801329139691493731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3801329139691493731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/09/mengelola-tunjangan-hari-raya.html' title='Mengelola Tunjangan Hari Raya'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-1596731708911068875</id><published>2008-09-09T21:35:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T22:31:47.141-07:00</updated><title type='text'>Mengelola Keuangan Ramadhan dan Idhul Fitri</title><content type='html'>Rekan-rekan pembaca blog,&lt;br /&gt;maaf ya saya lama gak posting yah lagi-lagi komputer saya kena virus jadi mondar-mandir cari tukang service. Maklum bisanya cuma pakai jadinya kalau ada kerusakan ya begitulah tergantung sama yang ahli service.&lt;br /&gt;Kali ini saya mo nulis dikit tentang pengelolaan keuangan bulan Ramadhan dan Idhul Fitri.&lt;br /&gt;Ramadhan telah memasuki hari yang ke 10 artinya sudah 1/3 kita jalani. Segala aktivitas dibulan ini bernilai ibadah makanya segala sesuatu musti kita rencanakan dengan baik termasuk pengelolaan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan keuangan di bulan ini menjadi penting karena tergolong dalam kategori pengendalian diri. Banyak yang berhasil mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu di bulan ini bisa berhasil tetapi justru menahan hawa nafsu untuk tidak boros justru gagal. Banyak anggaran rumah tangga yang jebol  karena pengeluaran membengkak di bulan ini. Umumnya pengeluaran bisa meningkat 2 - 3 kali lipat di bulan ini dibandingkan bulan lain. Selain karena banyak pengeluaran tambahan dibandingkan bulan biasa juga karena harga-harga yang naik menjelang bulan Ramadhan. Lalu bagaimana kita mengelola keuangan agar bisa melewati momen Ramadhan dan Idhul Fitri dengan selamat? Ok, mari kita coba kiat-kiat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Susun anggaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran ini penting sebagai pedoman untuk belanja 1 bulan penuh. Sesuaikan anggaran dengan pemasukan yang ada. Ingat usahakan belanja di bulan ini sama dengan pengeluaran bulan lainnya. Toh sebenarnya pengeluaran untuk dapur sama saja kan cuma  pola makan saja yang berubah. Harusnya justru lebih hemat kan karena hari biasa kita makan 3 kali sehari dibulan Ramadhan hanya buka puasa dan sahur.  Pos rutin belanja dipenuhi oleh pemasukan rutin dan pos belanja keperluan Lebaran dipenuhi oleh THR.  Jangan berbelanja di luar apa yang dianggarkan jadi patuhi anggaran. Tidak usah memaksakan diri untuk mudik bila tidak ada uang yang cukup karena biaya mudik sebenarnya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan keluarga lainnya atau ditabung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Atur menu dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya keluarga di dapur ingin memasak yang lebih istimewa di bulan Ramadhan ini. wajar karena kita seharian berpuasa makanya ingin lah berbuka dengan hal yang istimewa dibanding hari biasa. Apakah istimewa berarti mahal? Tidak juga. Kepiawaian seorang ibu dalam hal ini dituntut bagaimana menghadirkan masakan yang bernilai gizi dan sehat tetapi terjangkau oleh kantong kita. Kadang kaum ibu ingin menghadirkan menu masakan 3 - 4 menu dalam buka puasa tetapi akhirnya tidak habis bahkan akhirnya masuk ke keranjang sampah.  Ini yang mengakibatkan pembengkakan anggaran. padahal ketika berbuka minum segelas teh manis dan sepotong kue saja sudah berasa kenyang. Bahkan dalam sirah Rasulullah hanya berbuka dengan seteguk air dan 3 potong kurma sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bijak dalam berbelanja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan belanja tidak keluar dari yang sudah dianggarkan.  Jauh lebih baik mempersiapkan keperluan Ramadhan dan lebaran menjelang bulan puasa agar harga-harga belum naik. sayangnya tradisi perusahaan di negara kita baru memberikan THR dekat-dekat hari Lebaran. Kayaknya perlu nih ada himbauan kepada pemerintah agar memberlakukan peraturan agar THR bisa diberikan di awal Ramadhan. Selain harga belum naik bila kita belanja di awal Ramadhan tentunya pas Ramadhan kita tidak disibukkan dengan belanja lagi jadi kita bisa beribadah dengan khusyu.  Apalagi ingat beribadah di 10 hari terakhir Ramadhan itu nilai pahalanya berlipat, sayang kan bila harus dilewatkan dengan berdesak-desakan di mall.&lt;br /&gt;Untuk menyiasati tempat belanja yang murah bisa belanja di tempat grosir, kan bisa juga berpatungan dengan tetangga biar bisa belanja dalam jumlah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Persiapan sedekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai sedekah yang kita berikan di bulan ini lebih berlipat ganda dibandingkan bulan lain. Perlu ada dana yang disiapkan juga untuk sedekah di bulan ini.  Selain zakat fitrah kita juga ingin tentunya memberikan hadiah lebaran buat sanak saudara kita atau orang yang bekerja pada kita. Adalah jauh lebih baik kita bersedekah dibanding dibanding membeli makanan yang berlebihan atau membeli barang yang tidak kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mengisi Ramadhan ini dengan lebih mengendalikan diri dari hawa nafsu agar terhindar dari hal yang berlebihan dan pemborosan.&lt;br /&gt;Selamat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadhan 1429 H ini.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-1596731708911068875?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/1596731708911068875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=1596731708911068875' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/1596731708911068875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/1596731708911068875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/09/mengelola-keuangan-ramadhan-dan-idhul.html' title='Mengelola Keuangan Ramadhan dan Idhul Fitri'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-6932371739771749744</id><published>2008-08-21T20:07:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T20:20:11.420-07:00</updated><title type='text'>HIKMAH REJEKI DAN PERENCANAAN KEUANGAN</title><content type='html'>" Kalau uang sudah habis, itu berarti rezeki sudah mau datang lagi. Kayak sumur saja kalau sumurnya kering, berarti hujan sudah mau turun" (Ustad Rahmad Abdullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yusuf berkata : "supaya kamu bertanam tujuh tahun lamanya sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan" (QS : Yusuf : 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan" (QS : Yusuf : 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur" (QS : Yusuf : 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan" (QS : 28 : 77)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-6932371739771749744?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/6932371739771749744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=6932371739771749744' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/6932371739771749744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/6932371739771749744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/08/hikmah-rejeki-dan-perencanaan-keuangan.html' title='HIKMAH REJEKI DAN PERENCANAAN KEUANGAN'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-7290901296526563848</id><published>2008-08-19T07:45:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T07:47:13.668-07:00</updated><title type='text'>Merdeka Adalah : ........ just uneg-uneg</title><content type='html'>Maaf rekan-rekan, postingan kali ini agak lain ni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 17 Agustus menyapa kembali. Rutinitas seremonial upacara, lomba-lomba anak-anak maupun ortu masih mewarnai negeri ini. Saya ingat waktu kanak-kanak dulu begitu gegap gempitanya menyambut 17an. Penuh dengan dinamika, mulai dari berpartisipasi di acara sekolah, lomba, pentas seni, dll. Kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin menyoroti tentang makna kemerdekaan seperti layaknya media. . Banyak media menuliskan negeri ini sebenarnya sudah merdeka 63 tahun tetapi masih terjajah. Kemiskinan masih merajalela, pengangguran merebak,dll. Biasalah isi media banyakan yang negative dari positif.. Saya hanya ingin bertanya pada diri sendiri apakah saya sudah merdeka?  Mungkin pandangan saya tentang merdeka berbeda dengan Anda,  gak apa kan? Tulisan ini hanya uneg-uneg belaka, Anda boleh setuju atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kacamata saya merdeka adalah :&lt;br /&gt;1.  Memiliki biaya hidup  yang cukup untuk 2 tahun tanpa bekerja pada orang&lt;br /&gt;     lain. Banyak yang bilang  bekerja pada orang lain identik dengan perbudakan karena tetap saja eksploitasi manusia pada manusia lain.&lt;br /&gt;     2 tahun bagi saya angka yang cukup karena di masa 2 tahun ini orang akan berusaha bagaimana caranya memiliki passive income yang lebih banyak tanpa harus memikirkan biaya hidup lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Mampu bangun bisnis dan berwirausaha. Mengapa? Karena bagi saya hanya wirausaha mandiri yang mampu membuat orang berjiwa merdeka, bebas dari kemiskinan dll. Yang jelas jalur cepat menuju kemerdekaan eh kebebasan financial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Merdeka adalah dimana kita gak perlu impor barang dari luar, kita bisa produksi sendiri. Gak perlu makan diluar.. harus masak sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Merdeka adalah dimana kita gak harus bermacet ria setiap pagi dan sore, bisa kerja di rumah gak perlu rapi tanpa mandi pun jadi. Hhii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6        Apa lagi ya.. merdeka artinya kita gak perlu belanja ke swalayan asing karena pasar tradisional kita bersih, murah, dan higienis lagi. Saya ingat teman saya yang baru pulang dari India disana orang belanja ke pasar tradisional dan gak banyak mall. Bisa memperkaya pengusaha pribumi deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Merdeka artinya bisa berlibur  sepanjang hari tanpa membebani suami maupun istri.&lt;br /&gt;Nah lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka apalagi ya cirinya… pikirkan sendiri. Karena aku sedang bermimpi. Hiii&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-7290901296526563848?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/7290901296526563848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=7290901296526563848' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/7290901296526563848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/7290901296526563848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/08/merdeka-adalah-just-uneg-uneg.html' title='Merdeka Adalah : ........ just uneg-uneg'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-1466445469001728232</id><published>2008-08-10T23:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T23:35:49.666-07:00</updated><title type='text'>Indahnya di kejar Ibu-Ibu</title><content type='html'>Rekan-rekan pembaca blog,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya beri judul postingan ini karena minggu2  terakhir ini saya banyak dikejar ibu-ibu.&lt;br /&gt;Sejak 2 minggu ini mengisi acara workshop keuangan keluarga di Moz5 Salon Bintaro dan Yayasan Sarah Tangerang, banyak sms dan dering hp dari para ibu-ibu yang mo curhat keuangan.&lt;br /&gt;Mulai dari kesulitan ngatur uang karena hobi belanja, terlilit hutang, ada juga yang tidak tegaan mau nagih hutang, ada juga yang ditipu rekan dekat, sampai ada PHK wati mau mandiri mo buka usaha.&lt;br /&gt;Bagi saya dikejar dan dihujani beban masalah orang lain terasa indah, karena bisa menjadi solusi bagi problem orang meskipun hanya sekedar solusi kecil dan bentuknya hanya nasehat,  tetapi ketika ada secercah cahaya semangat pada ibu-ibu saya merasakan kelegaan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tagline Kurnia Consulting,, menjadi tempatnya curhat keuangan semoga apa yang saya berikan mampu mengatasi problema ekonomi umat meskipun hanya setitik dan mampu menjadi bagian dari amal soleh.&lt;br /&gt;Kurnia Consulting insya Allah hadir di tengah umat ini tidak hanya sekedar menjadi wadah dengan orientasi profit saja, tetapi akan hadir membawa misi juga untuk kemaslahatan umat khususnya dalam pemberdayaan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga merasa bangga pada kaum perempuan sekarang yang eranya bukan lagi stress dengan masalah keuangan tetapi langsung bangkit juga untuk mencari solusi untuk lepas dari keterpurukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kepedulian para pihak untuk memberdayakan ekonomi ummat semakin merebak. Seperti Yayasan Sarah Tangerang yang telah meluncurkan Komunitas Muslimah Berwirausaha, Semoga dapat menginspirasi para pihak untuk menggulirkan program yang sama. Untuk mengentaskan ekonomi saat ini dibutuhkan aksi nyata tidak sekedar wacana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas info dari workshop keuangan keluarga. Sayang belum ada foto yang ditampilkan disini. Insya Allah foto segera disusulkan.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-1466445469001728232?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/1466445469001728232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=1466445469001728232' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/1466445469001728232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/1466445469001728232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/08/indahnya-di-kejar-ibu-ibu.html' title='Indahnya di kejar Ibu-Ibu'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-3233553478120349593</id><published>2008-08-03T21:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-03T22:21:23.358-07:00</updated><title type='text'>Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis</title><content type='html'>Rekan-rekan pembaca blog,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan masuk ke email saya juga via komentar di blog ini perihal bagaimana cara memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Sebenarnya in bukan hal baru tetapi mudah-mudahan postingan ini bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab usaha kecil  tidak bisa berkembang juga masalah ini  dimana keuntungan usaha tergerogoti oleh kebutuhan pribadi. Atau sebaliknya ketika usaha merugi maka uang pribadi tersedot akhirnya  tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kita yang memiliki usaha bukan berarti kita bebas mempergunakan uang usaha sesuka hati kita, karena ini bisa menganggu arus kas usaha. Lalu apakah kita sama sekali tidak boleh mempergunakan uang usaha sama sekali, kalau boleh seberapa besar sih boleh diambil. Nah tips-tip berikut ini mungkin bisa membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memisahkan uang usaha dan pribadi artinya bukan berarti Anda tdak boleh menggunakan hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Boleh-boleh saja karena Anda kan memiliki hak untuk mendapatkan uang dari jerih payah Anda, tetapi yang jadi  masalah sebenarnya adalah berapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap transaksi hendaknya dilakukan pencatatan dengan rapi setiap harinya dan dievaluasi setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk modal belanja isi warung, dan dari catatan itu akan terlihat berapa sih sebenarnya keuntungan warung setiap hari dan mingguan, sehingga akhirnya bisa diketahui juga keuntungan bulanan.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Nah dari keuntungan yang tercatat tadi coba alokasikan sesuai formula 10 : 10 : 20 : 30 : 30, apa artinya?  10 % untuk zakat, 10 % untuk ditabung atau diinvestasikan pribadi, 20 % buat ditabung untuk pengembangan usaha, 30 % buat bayar cicilan hutang  modal, dan 30 % buat keperluan pribadi.  Jadi Anda boleh ambil 30 % saja dari keuntungan lho, bukan dari omset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Alternatif lain untuk mengambil sebagian uang usaha dengan menggaji dirinya sendiri.   Dari pencatatan yang rapi akan terlihat berapa keuntungan riil dari usaha, barulah kita bisa perkirakan berapa gaji yang layak untuk diambil memenuhi kebutuhan pribadi.  Cara ini dilakukan bila keuntungan usaha Anda stabil dan tidak mudah naik turun. Jadi bisa menggunakan gaji tetap secara mingguan atau bulanan. Kalau  usaha kita naik turun bisa dengan menggunakan prosentase omset  misalnya 20 % dari omset. Dengan demikian jika usaha sedang turun maka kita tidak membebani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bila Anda menggunakan rekening untuk bertansaksi usaha  atau menyimpan uang hasil penjualan usahakan tidak bercampur dengan rekening pribadi. Karena jelas akan tercampur uang pribadi dan usaha. Anda harus punya 2 rekening yang berbeda, satu rekening usaha, dan satu rekening pribadi. Bila akan ambil sebagian uang usaha untuk kebutuhan pribadi lakukan transfer sejumlah uang dari rekening usaha ke rekening pribadi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bila memungkinkan dan punya dana cukup  gunakan software akuntansi untuk dalam pencatatan keuangan usaha Anda.   Dengan software ini pencatatan keuangan bisa dilakukan lebih professional dan rapi, sehingga Anda juga tidak memiliki celah untuk seenaknya ambil uang usaha untuk kebutuhan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci dari keberhasilan pengelolaan uang usaha adalah harus komitmen agar tidak mudah ambil uang buat pribadi meskipun kita sedang butuh. Bila terpaksa ambil, maka harus dicatat dan dikembalikan segera. Pendeknya harus tertib catat mencatat dan disiplin dengan diri sendiri.  Ini yang tidak mudah tetapi harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Sri Khurniatun&lt;br /&gt;Managing Director Kurnia Consulting&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.srikhurniatun.blogspot.com/"&gt;www.srikhurniatun.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;email : &lt;a href="mailto:kurnia_09@yahoo.com"&gt;kurnia_09@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ym : kurnia_09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-3233553478120349593?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/3233553478120349593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=3233553478120349593' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3233553478120349593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3233553478120349593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/08/memisahkan-keuangan-pribadi-dan-bisnis.html' title='Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-7102225210169834376</id><published>2008-07-23T21:10:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T21:29:12.530-07:00</updated><title type='text'>Tak ada lagi Pajak Berganda di Bank  Syariah</title><content type='html'>Rekan-rekan pembaca blog,&lt;br /&gt;Kemarin saya datang ke diskusi Masyarakat Ekonomi Syariah di aula Bank Syariah Mandiri Thamrin, dengan topik "Problem Solving Double Tax Issue di Perbankan Syariah".  Rupanya masalah ini sudah bergulir sekian lama dan alhamdulillah sudah mulai terpecahkan. Apa  sih sebenarnya double tax di bank syariah yang katanya membuat produk bank syariah menjadi mahal?  Kalau bagi saya mahal murahnya produk asalkan memang halal kan gak masalah, karena syariah ya syariah, jangan pandang itu mahal atau murah. tetapi bagi kacamata bisnis tentu saja bukan sekedar halal tetapi juga harus kompetitif dibanding konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar info, double tax itu terjadi pada pembiayaan murabahah, dimana pembiayaan murabahah adalah produk terlaris dari bank syariah. Karena akadnya jual beli, dan dikukuhkan oleh Peraturan BI juga maka pembiayaan murabahah itu dikenakan PPN.  Jadi transaksi penjual barang dengan bank syariah dikenakan pajak, dan transaksi bank dengan konsumen or nasabah juga dikenakan pajak lagi. Ini yang membuat produk murabahah menjadi mahal dan belum jadi daya tarik. Bahkan investor asing pun enggan menanamkan modal di bank syariah Indonesia karena masalah ini. So.. alhamdulillah dari hasil diskusi dengan pembicara Bapak Yuslam Fauzi dari BSM, Pak Adiwarman Karim, KH Maruf Amin, kemudian Ibu Catur dari Dirjen Pajak menyimpulkan ada titik terang penyelesaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, UU Perbankan Syariah yang baru disahkan DPR juga menerangkan bahwa murabahah adalah akad pembiayaan, bukan jual beli sehingga berhak mendapatkan perlakuan tidak kena pajak.  Sehingga peraturan lain merujuk ke situ.&lt;br /&gt;Kemudian sebentar lagi akan dibahas di DPR RUU PPN yang baru dimana Dirjen Pajak menjamin produk murabahah tidak akan dikenakan PPN.&lt;br /&gt;Ini angin segar bagi perkembangan industri syariah, dan kita selaku konsumen juga tidak segan lagi bertansaksi dengan bank syariah. Udah terjamin halal dan kompetitif lagi. &lt;br /&gt;Mari rame-rame hijrah ke produk syariah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-7102225210169834376?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/7102225210169834376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=7102225210169834376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/7102225210169834376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/7102225210169834376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/07/tak-ada-lagi-pajak-berganda-di-bank.html' title='Tak ada lagi Pajak Berganda di Bank  Syariah'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-5752702640557991415</id><published>2008-07-17T20:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T20:45:47.553-07:00</updated><title type='text'>Perencana Keuangan Syariah Vs  Konvensional</title><content type='html'>Rekan-rekan Pembaca Blog,&lt;br /&gt;Alhamdulillah saya telah selesai mengikuti Sertifikasi Profesi Perencana Keuangan Syariah yang diadakan oleh IARFC Syariah Board (Asosiasi Perencana Keuangan International).  Selama 5 minggu belajar mengenai framework perencanaan keuangan syariah, ushul fiqh, metodologi syariah, akad-akad syariah, pengenalan produk investasi dan keuangan syariah, dan yang lebih seru bahas kasus zakat dan ilmu faraidh (ilmu waris). &lt;br /&gt;Kelas yang saya ikuti adalah kelas pertama dari IARFC Syariah Board dan alumni pertama. Saat ini saya sedang menyusun Plan Structure keuangan keluarga syariah untuk bahan sidang awal Agustus nanti. Doain lulus ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi perencana keuangan syariah adalah sebuah pilihan bagi saya. Lalu apakah membatasi klien hanya untuk muslim? Jelas tidak. Syariah itu rahmat bagi seluruh umat. Contohnya bank-bank syariah sekarang banyak diminati non muslim karena lebih menawarkan keadilan dan menguntungkan. Kata ngkoh yang ada di Glodok karena cicilan pasti dan jumlahnya tetap justru gampang menyusun budgeting dan casflow. Lalu bagaimana trend investasi syariah? Makin membaik, bahkan Singapura dan Hongkong pun saat ini tergolong pusat keuangan syariah di Asia. Wah Indonesia kalah tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa sih bedanya perencana keuangan dengan konvensional?  Mungkin saya bahas tentang plan structurenya dulu ya.  Ketika saya menyusun Plan Keuangan Keluarga secara konvensional tanpa meletakkan prioritas pada kewajiban agama, tetapi hanya berorientasi memenuhi kebutuhan dunia, seperti ini ni prioritasnya :&lt;br /&gt;1. Mengurangi hutang&lt;br /&gt;2. Cashflow positif&lt;br /&gt;3. Networth positif&lt;br /&gt;4. Dana darurat&lt;br /&gt;5. Asuransi&lt;br /&gt;6. Pensiun&lt;br /&gt;7. Pendidikan anak&lt;br /&gt;8. Beli mobil, rumah, berlibur, dll&lt;br /&gt;9. Investasi apa saja yang profitnya bagus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana dengan Plan Keuangan Syariah, jelas ada bedanya, Coba Anda perhatikan :&lt;br /&gt;1. Dianjurkan tidak berhutang konsumtif&lt;br /&gt;2. Cashflow positif, halal, tidak mubazir, tidak boros, dll&lt;br /&gt;3. Memenuhi tuntunan agama, seperti :&lt;br /&gt;    wajib , zakat fitrah, zakat penghasilan, naik haji&lt;br /&gt;    sunnah, seperti aqiqah, khitan anak, qurban, umroh, sadaqoh, infaq, wakaf, wasiat&lt;br /&gt;4. Dana darurat&lt;br /&gt;5. Asuransi syariah&lt;br /&gt;6. Pensiun&lt;br /&gt;7. Pendidikan anak umum dan agama&lt;br /&gt;8. Investasi syariah&lt;br /&gt;9. Waris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya Plan Keuangan Keluarga Syariah lebih komplek, tetapi jelas tidak hanya berorientasi kepentingan dunia tetapi juga akhirat.  Masing-masing plan ternyata didukung oleh ayat dan hadist yang mendukung yang di dalam Al Qur'an ada 370 ayat ekonomi, apalagi di dalam Hadits. Apakah kita sudah mengkajinya semua? Wah itu peer banget tuh.&lt;br /&gt;Sudahkah kita dan keluarga menerapkan Plan Syariah itu? Atau Anda tertarik untuk membuat Plan Keuangan Syariah? Silakan hubungi Kurnia Consulting?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-5752702640557991415?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/5752702640557991415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=5752702640557991415' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5752702640557991415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5752702640557991415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/07/perencana-keuangan-syariah-vs.html' title='Perencana Keuangan Syariah Vs  Konvensional'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-3472852751700601300</id><published>2008-07-08T21:25:00.000-07:00</published><updated>2008-07-08T21:58:45.966-07:00</updated><title type='text'>Pedagang baik dan pedagang jahat</title><content type='html'>Rekan-rekan pembaca blog,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya gak posting tentang keuangan, sekali-kali boleh lah posting tentang karakter pebisnis. Ini saya ambil dari majalah islam Tarbawi edisi beberapa bulan lalu. Dituliskan oleh ulama Mesir terkemuka penulis buku La Tahzan, Syaikh. Dr. Aidh Abdullah Al Qarni. Simak ya pendapatnya tentang pedagang yang baik, yang jahat, yang merugi, yang berpenyakit, dan yang beretika.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan bisa diambil hikmahnya.&lt;br /&gt;Apa saja sih karakter pedagang yang baik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Yang menghimpun optimisme dan rasa khawatir kepada Allah seperti Abdurrahman bin Auf&lt;br /&gt;2.   Yang selalu bersadaqah dan infaq di jalan Allah SWT, dan memberi bantuan orang faqir&lt;br /&gt;3.  Mensyukuri setiap usaha&lt;br /&gt;4.  Selalu meyimpan kebaikan di bank Ar Rahman&lt;br /&gt;5.  Memelihara amal dari syaitan&lt;br /&gt;6.  Melindungi dari uang haram&lt;br /&gt;7.  Meramaikan rumahnya dengan takwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa saja sih karakter pedagang yang jahat :&lt;br /&gt;1.  Yang mengumpulkan harta dan selalu menghitung-hitungnya&lt;br /&gt;2.  Jika makan sendirian, melarang orang lain menyertai, dan memarahi orang yang duduk bersamanya&lt;br /&gt;3.  Berlaku kikir dan membenci sedekah. Tidak aka bisa memimpin kecuali orang yang banyak memberi dan banyak mengeluarkan kebaikan untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja sih penyakit para pedagang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Tekanan darah tinggi dan diabetes karena dalam banyak waktunya berpikir, kurang bersyukur dan berdzikir. Candanya kasar dan hatinya keruh&lt;br /&gt;2. Kurang darah karena sedikit makan, karena terlalu sibuk.&lt;br /&gt;3.  Penyakit banyak keinginan karena selalu disibukkan dengan uang tanpa diimbangi dengan ibadah&lt;br /&gt;4.  Penyakit selalu gelisah karena ambisi dunia  selalu bertambah tanpa diiringi dengan ambisi akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama mengatakan berdagang ada beberapa etika :\&lt;br /&gt;1.  Sikap jujur dalam bicara&lt;br /&gt;2.  Berlaku sopan dan lembut dengan orang lain&lt;br /&gt;3.  Bangun pagi saat burung mulai terbang dari sarangnya untuk mengais rejeki&lt;br /&gt;4.  Selamat dari transaksi riba karena itu adalah wabah&lt;br /&gt;5.  Menunaikan zakat harta dan sedekah&lt;br /&gt;6. Menolong orang yang membutuhkan dengan pinjaman tanpa bunga&lt;br /&gt;7. Memuliakan tamu&lt;br /&gt;8. Memelihara waktu shalat wajib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang melakukan itu akan dibalas oleh Allah SWT dan tergolong orang-orang berharta yang pergi dengan pahala. Semoga postingan yang sederhana ini dapat bermanfaat. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-3472852751700601300?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/3472852751700601300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=3472852751700601300' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3472852751700601300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/3472852751700601300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/07/pedagang-baik-dan-pedagang-jahat.html' title='Pedagang baik dan pedagang jahat'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-9046585881388529244</id><published>2008-07-02T21:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T21:33:01.388-07:00</updated><title type='text'>Formula 10 : 10 : 20 : 30 : 30</title><content type='html'>Wah lama banget ni saya gak posting di blog ni. Gimana mau banyak yang baca kalau blog gak pernah di updated. Terima kasih buat teman2 yang sudah kasih komentar ke blog saya ya. Ada komentar nih blognya diisi juga nih dengan tulisan2 perencana keuangan. Jangan hanya iklan saja.. hehe. jadi malu nih hehe.&lt;br /&gt;Kali ini saya coba posting tentang satu formula. Umumnya formula ini sering dipakai oleh para perencana keuangan dalam menentukan alokasi keuntungan usaha. Saya ingat pada acara Forum Jumat  yang diselanggarakan komunitas TDA beberapa waktu lalu ada teman yang tanya  bagaimana sih rumusan pembagian keuntungan bisnis. Saya coba merumuskannnya, so rumusan ini diaplikasikan atau tidak itu terserah Anda. Saya yakin masing-masing punya rumusan terbaik dalam membagi keuntungan bisnisnya.  Diharapkan sharingnya nih.  Formulanya yaitu 10 : 10 : 20 : 30 : 30.  Urutan angka hanya berdasarkan angka kecil ke angka besar, bukan menunjukkan prioritas.  Ok, penjelasannya begini ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 10, artinya setiap dapat keuntungan usaha, alokasikan 10 % untuk zakat. Mungkin ada yang komplain kok besar banget prosentasenya,  kalau petani  yang jumlah panennya tidak seberapa besar, harga nya ditekan lagi, harus zakat 10 % dari hasil pertanian, kenapa pedagang or pebisnis hanya 2, 5 %. Setiap yang disedekahkan kan berlipat menjadi 700 kali lipat. Insya Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  10, artinya 10 % keuntungan investasi dalam bentuk lain, kebanyakan pedagang belum aware dengan investasi dalam bentuk lain. Mending duit diputar buat barang dagangan. Padahal keluarga butuh dana cadangan, gimana kalau dagangan mandeg or bangkrut (mudah-mudahan sih tidak).  Makanya 10 % dari keuntungan perlu juga di diversifikasi investasi. Bisa beli emas, reksadana, saham, or surat berharga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 20, artinya 20 % keuntungan digunakan untuk pengembangan usaha baru, bisa untuk menambah modal, ekspansi pasar, dll, so para pebisnis yakin dah tahu gimana caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 30, artinya tunaikan pinjaman pada pihak ketiga. Yang terkait dengan hutang usaha tentunya bukan hutang pribadi. Maksimum 30 % uang masuk untuk alokasikan buat bayar hutang. Gimana kalau hutangnya lebih besar? Yah otomatis prosentase untuk pengembangan usaha atau untuk keperluan pribadi ditunda dulu. Terus gimana kalau gak punya hutang? Baguslah jadi angka 30 ini digunakan juga untuk pengembangan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 30, artinya maksimal 30 % hasil keuntungan digunakan membiayai sendiri,  gimana kalau ada sumber penghasilan lain dah ada untuk menutupi kebutuhan hidup, misalnya masih bekerja or TDB.  Sudah tentu angka 30 ini bisa dialokasikan untuk pengembangan usaha. Sehingga buka cabang baru lebih cepat jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin rumusan ini bukan hal yang baru, tetapi mudah-mudahan bermanfaat buat pengembangan UKM kita. So.. maju terus UKM Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-9046585881388529244?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/9046585881388529244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=9046585881388529244' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/9046585881388529244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/9046585881388529244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/07/formula-10-10-20-30-30.html' title='Formula 10 : 10 : 20 : 30 : 30'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-5837089812320794332</id><published>2008-06-23T20:10:00.000-07:00</published><updated>2008-06-23T20:38:38.924-07:00</updated><title type='text'>Pemenang Voucher Gratis dari Kurnia Consulting</title><content type='html'>Alhamdulillah sejak dirilisnya pengumuman voucher gratis dari Kurnia Consulting satu minggu lalu, email terus berdatangan yang berisi tanya jawab keuangan.  Namun hanya 1 penanya yang berhak mendapatkan voucher gratis dari Kurnia Consulting yaitu layanan jasa penyusunan Rencana Keuangan senilai 1 juta rupiah. Untuk itu kami memutuskan bahwa yang menjadi pemenang bulan ini adalah BapakRahadian dari Bintaro, Jaksel. Alasannya karena take action yang cepat, pertanyaan yang singkat dan padat serta jelas. Dan layak untuk ditampilkan di rubrik konsultasi keuangan majalah Wirausaha dan Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu dimohon Bapak Rahadian untuk menghubungi kami japri via email ke kurnia_09@yahoo.com atau nomor telepon 021-92519848 untuk membahas teknis lebih lanjut. bagi semua pertanyaan yang masuk ke email kami semua akan dijawab.. mohon kesabarannya. Masih terbuka  untuk voucher gratis bulan berikutnya, untuk itu kirimkan pertanyaan ke email kami, dan tiap bulan akan diundi 1 orang pemenang.&lt;br /&gt;Solusi tuntas, dapat hadiah lagi.&lt;br /&gt;Kurnia Consulting...... curhat dong?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-5837089812320794332?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/5837089812320794332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=5837089812320794332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5837089812320794332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5837089812320794332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/06/pemenang-voucher-gratis-dari-kurnia_23.html' title='Pemenang Voucher Gratis dari Kurnia Consulting'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-8216657799208657004</id><published>2008-06-15T22:01:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T22:16:47.919-07:00</updated><title type='text'>Dapatkan Voucher Gratis  dari Kurnia Consulting</title><content type='html'>Sebagai bentuk komitmen yang tinggi dalam memberikan edukasi tentang perencanaan keuangan, maka Kurnia Consulting diberi amanah oleh beberapa media untuk menulis topik keuangan keluarga dan bisnis kecil. Antara lain Rubrik Konsultasi Keuangan di Majalah Wirausaha Keuangan, Depok Pos, dan majalah Tarbawi (temporary).  Amanah sekaligus kepercayaan tinggi dengan dilandasi niat memberi pencerahan untuk pengembangan ekonomi umat. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Kali ini Kurnia Consulting juga menawarkan kejutan buat pembaca WK yaitu konsultasi berhadiah, Anda  bisa konsultasi solusi terpecahkan dapet hadiah lagi. Apa gak enak?&lt;br /&gt;Caranya gimana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kirim pertanyaan Anda seputar topik keuangan keluarga, pertanyaan singkat tetapi padat ke email Kurnia Consulting : kurnia_09@yahoo.com. Segera dikirim  ya paling lambat tgl 19 Juni atau hari Kamis minggu ini.&lt;br /&gt;2. Penanya akan diundi setiap bulannya 1 orang dan  akan mendapat layanan gratis penyusunan Rencana Keuangan Keluarga senilai 1 juta rupiah.&lt;br /&gt;3. Setiap penanya yang menang konsultasinya akan dimuat di majalah WK, dan bila identitasnya keberatan untuk dipublikasikan, akan kami rahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo segera kirimkan pertanyaan Anda, solusi tuntas dan hadiah menunggu. Hanya Kurnia Consulting yang memberikan layanan jitu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Khurniatun&lt;br /&gt;Managing Director Kurnia Consulting&lt;br /&gt;021-92519848&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-8216657799208657004?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/8216657799208657004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=8216657799208657004' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/8216657799208657004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/8216657799208657004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/06/dapatkan-voucher-gratis-dari-kurnia.html' title='Dapatkan Voucher Gratis  dari Kurnia Consulting'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-8300035535625903075</id><published>2008-05-27T06:13:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T06:42:07.691-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Jasa Perencana Keuangan Dibutuhkan</title><content type='html'>Profesi perencana keuangan sebenarnya udah dari tahun 2002 ada di Indonesia, tetapi masih banyak  orang yang belum paham. Apalagi bank dan asuransi  pun kini menawarkan jasa yang hampr2 mirip dengan perencana keuangan, sehingga menambah kebingungan orang.  Banyak juga sih temen2 saya yang juga skeptis dengan jasa ini. Katanya "keuangan keluarga aja cukup diatur diri sendiri dan simpel, gak perlu pakai jasa perencana keuangan juga beres"...&lt;br /&gt;Yah.. sah-sah saja ada pendapat demikian. Yang jelas mengatur keuangan pribadi pun tidak mudah. Bahkan ada yang berpendapat bahwa mencari uang jauh lebih mudah daripada mengelolanya. Apalagi bekal untuk mencari uang bisa didapatkan dari sekolah formal dengan simbol gelar2 dan profesi tetapi ingat, sekolah formal tidak pernah mengajarkan cara mengelola uang pribadi.  Maka..  mengelola uang pribadi sama pentingnya dengan mencari uang. Robert Kiyosaki juga bilang begitu.&lt;br /&gt;Perencana keuangan independen adalah mencari jalan keluar atas problem pengelolaan keuangan klien, beda dengan yang bernaung di bawah bendera bank atau asuransi seperti wealth management dan sejenisnya.  Umumnya berfungsi sebagai konsultan produk masing-masing.&lt;br /&gt;Perencana keuangan pada dasarnya bisa dilakukan oleh setiap orang. Cuma agar bisa mengatur kekayaan sendiri dengan mempertimbangkan semua peluang dan resiko tidak mudah. Disamping itu terdapat beberapa alasan lain mengapa jasa perencana keuangan dibutuhkan :&lt;br /&gt;1. Masalah keterbatasan waktu. Kadang2 profesi karyawan dan pebisnis sibuk sehingga tidak punya waktu untuk menganalisis produk keuangan di pasaran dan mengoptimalkan sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan, sehingga butuh perencana keuangan.&lt;br /&gt;2. Tiap orang punya punya penghasilan terbatas tetapi keinginan tidak terbatas sehingga butuh perencanaan yang baik, tetapi tidak tahu memulainya dari mana.&lt;br /&gt;3. Produk keuangan semakin banyak, dibutuhkan perencana keuangan untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan klien, bukan dari agen penjual.&lt;br /&gt;4. Keinginan mendapatkan masa depan keluarga yang terjamin. Anda perlu sparing partner untuk mendampingi perjalanan Anda mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga tidak ada keraguan  dengan jasa perencana keuangan.  Dan segera hubungi Kurnia Consulting.&lt;br /&gt;Kurnia Consulting.....  curhat dong&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-8300035535625903075?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/8300035535625903075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=8300035535625903075' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/8300035535625903075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/8300035535625903075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/05/kenapa-jasa-perencana-keuangan.html' title='Kenapa Jasa Perencana Keuangan Dibutuhkan'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-31813964991564767</id><published>2008-05-22T19:58:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T20:30:41.456-07:00</updated><title type='text'>Belajar dari semangat dan gaya hidup  Warren Buffet</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siapa yang tidak kenal Waren Buffet? Orang kedua terkaya di dunia yang mendonasikan uang 31 milyar USD untuk sumbangan kemanusiaan. Menyimak gaya hidupnya yang sederhana sangat menarik, Mungkin udah banyak yang tahu or baca ini, tetapi mudah2an masih banyak hikmah yang bisa dipetik. Ini dia kisahnya yang dikutip dari wawancara dg CNBC :&lt;br /&gt;1.  Beliau membeli saham pertama pada umur 11 thn dan menyesal mengapa dia sangat terlambat&lt;br /&gt;   untuk berinvestasi.  Hikmahnya : adalah harga yang sangat murah untuk mendorong anak&lt;br /&gt;   anda untuk berinvestasi sejak dini, daripada membayar ongkos mahal akibat kelakuan borosnya&lt;br /&gt;2. Waren Buffet membeli peternakan kecil pada umur 14 tahun dengan tabungan dari hasilnya&lt;br /&gt;   sebagai loper koran.&lt;br /&gt;  Hikmahnya :  Bisa beli sesuatu yang besar dari sedikit tabungan, doronglah anak Anda untuk berbisnis&lt;br /&gt;  sejak dini.&lt;br /&gt;3. Beliau masih tinggal di rumah dengan 3 kamar tidur yang dia beli sejak menikah 50 tahun lalu. Beliau hanya membeli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Rumahnya tidak dikelilingi tembok dan pagar.&lt;br /&gt; Hikmahnya : Jangan beli lebih dari yang kamu butuhkan dan doronglah anak Anda untuk berbuat sama.&lt;br /&gt;4. Beliau menyetir mobil sendiri dan tidak mempunyai sopir, juga pengawal yang mengitarinya.&lt;br /&gt;  Hikmahnya : Anda bisa mandiri tanpa tergantung orang lain&lt;br /&gt;5. Waren Buffet tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi meskipun punya perusahaan jet pribadi skala dunia.&lt;br /&gt;  Hikmahnya : Berpikirlah bahwa Anda bisa meraih sesuatu tetapi pola hidup tetap sederhana.&lt;br /&gt;6. Perusahaan Berkshire Hathaway, miliki Waren Buffet terdiri 63 perusahaan. beliau hanya menulis 1 surat setiap tahun pada CEO nya yang berisi goal yang dicapai tahun ini. Beliau tidak pernah mengadakan meeting atau memanggil CEO secara rutin.&lt;br /&gt;Hikmahnya : Tugaskan orang terbaik untuk jabatan yang sesuai&lt;br /&gt;7. 2 aturan/rule untuk CEOnya :&lt;br /&gt;   1. Jangan sampai Anda kehilangan saham di perusahaan ini.&lt;br /&gt;   2. Jangan lupakan aturan 1&lt;br /&gt; Hikmahnya : Set goal/tujuan dan biarkan bawahan Anda yang mencapainya.&lt;br /&gt;8.Beliau tidak bersosialisasi dengan kalangan atas yang banyak dugem. Sesampai di rumah lebih banyak membuat pop corn dan menikmatinya di depan TV.&lt;br /&gt;Hikmahnya : Jangan menjadi pamer atau unjuk diri, jadilah diri Anda sendiri, dan lakukan apa yang disukai&lt;br /&gt;9. Waren Buffet tidak membawa handphone, bahkan tidak ada komputer dimejanya&lt;br /&gt;10. Bill Gates, orang terkaya di dunia pertama kali bertemu Waren Buffet membuat schedule pertemuan hanya 1/2 jam. Tetapi setelah bertemu meeting mencapai 10 jam. Bill Gates menjadi salah satu penggemar Waren Buffet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat Waren Buffet buat kaum muda :&lt;br /&gt;1. Tinggalkan kartu kredit, ingatlah selalu untuk berinvestasi&lt;br /&gt;2. Buatlah hidup Anda yang simple&lt;br /&gt;3. Jadilah orang yang kreatif untuk mencetak uang&lt;br /&gt;4. Jangan lakukan apa yang orang lain bilang tetapi dengarkan, dan lakukan yang dianggap terbaik&lt;br /&gt;5. Jangan terpaku pada merk, gunakan sesuatu yang memang enak dipakai&lt;br /&gt;6. Jangan buang uang Anda untuk sesuatu yang bukan kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga bisa memetik hikmahnya.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-31813964991564767?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/31813964991564767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=31813964991564767' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/31813964991564767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/31813964991564767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/05/belajar-dari-semangat-dan-gaya-hidup.html' title='Belajar dari semangat dan gaya hidup  Warren Buffet'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-9141317515836577365</id><published>2008-05-16T22:22:00.001-07:00</published><updated>2008-05-16T22:45:59.436-07:00</updated><title type='text'>HARGA NAIK... GIMANA DONG?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Harga naik, gimana dong? Bakalan makin banyak yang curhat ke Kurnia Consulting nihh.&lt;br /&gt;tapi bukan senang kok.. sebagai perencana keuangan turut prihatin melihat kondisi ekonomi bangsa kita. BBM bakalan naik 30 % di bulan Juni. Emang sih BBM kita termasuk paling murah dan disubsidi dibandingkan negara lain. Tetapi bukan mahal atau murahnya , karena daya beli masyarakat merosot banget.  Lalu apa yang harus kita lakukan.. menyalahkan pemerintah dan berdemo... BBM tetap naik juga.. so alangkah baiknya kita antisipasi dengan ikhtiar dan terus berdoa agar kondisi ekonomi bangsa kita membaik. Lakukan perbaikan dari diri sendiri dengan senantiasa meningkatkan kecerdasan finansial. Nah. langkah-langkah ini mungkin bisa menjadi solusi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buatlah Rencana Keuangan&lt;br /&gt;    Mau tidak mau untuk mengantisipasi kondisi ini kita harus merencanakan keuangan dengan matang baik pemasukan, pengeluaran, apa dampak kenaikan harga dengan pengeluaran Anda, bagaimana mengantisipasi kebutuhan masa depan, bagaimana pengaruh terhadap investasi Anda. Anda bisa membuat Rencana Keuangan sendiri atau minta bantuan perencana keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membuat Anggaran Keluarga&lt;br /&gt;  Memiliki anggaran bulanan membuat pengeluaran Anda lebih terkendali, asalkan harus dipatuhi. Susunlah anggaran berdasarkan prioritas, kebutuhan Anda harus dipentingkan daripada keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Belanja dengan bijak&lt;br /&gt;   Ubahlah gaya hidup Anda, tidak apa-apa ganti menu makan lebih sederhana yang penting tetap bergizi, kurangi makan diluar, belilah pakaian atau barang dengan harga yang lebih murah. Anda tidak usah membeli merk, belilah manfaat/kegunaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lakukan investasi yang bisa mengantisipasi tingkat inflasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Jaman sulit gini masih bisa investasi? Lakukan investasi baik kondisi lapang atau sulit. Kita tidak tahu apakah ke depan kondisi ekonomi makin sulit.  Makanya untuk berjaga-jaga tetap tabungkan penghasilan Anda minimal 10 % pada produk investasi yang return di atas inflasi. Apa contohnya? Emas dan Reksadana, atau ORI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Manajemen hutang&lt;br /&gt;    Bagi yang punya hutang lakukan rescheduling dengan mengajukan keringanan pembayaran dengan jangka waktu diperpanjang. Biasanya bunganya makin meningkay, tetapi yang penting cashflow Anda per bulannya tidak terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Carilah income tambahan&lt;br /&gt; Mau tidak mau kita harus genjot pemasukan. Carilah peluang-peluang baru untuk dapatkan penghasilan. Manfaatkan segala potensi keluarga yang bisa dioptimalkan untuk cari tambahan. Berdagang, MLM, optimalkan hobi menulis atau mengajar. Dan terus tingkatkan skill kita buat cari penghasilan tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian...semoga krisis segera berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Sri Khurniatun&lt;br /&gt;Managing Director Kurnia Consulting&lt;br /&gt;Biro Perencana Keuangan Individu dan Family&lt;br /&gt;021-92519848&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-9141317515836577365?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/9141317515836577365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=9141317515836577365' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/9141317515836577365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/9141317515836577365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/05/harga-naik-gimana-dong.html' title='HARGA NAIK... GIMANA DONG?'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7056551122616410013.post-5510700752862023601</id><published>2008-04-18T01:15:00.000-07:00</published><updated>2008-04-18T01:33:16.972-07:00</updated><title type='text'>KURNIA CONSULTING? CURHAT.. DONG</title><content type='html'>Saya ingin suatu saat ketika semua orang mendengar nama Kurnia Consulting identik dengan tempat curhatnya keuangan. Sebuah wadah untuk berbagi solusi dan masalah keuangan sehingga siapapun yang suntuk, bete, terlilit hutang atau kantongnya kering, akan dapat solusi terbaik. Sehingga akan kembali sumringah, semangat, dan tentu saja hidupnya lebih terencana. Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mungkin sebagian besar diantara kita sudah paham dengan profesi yang saya tekuni yaitu perencana keuangan (financial planner). Sebuah profesi yang membantu merencanakan kehidupan finansial dari individu dan keluarga agar mampu mencapai tujuan keuangannya. Kita semua punya tujuan keuangan mulai dari menyekolahkan anak, pensiun, membeli rumah, kendaraan, dll. Nah semua butuh perencanaan matang karena uang yang tersedia gak cukup. Atau bahkan kelebihan uang sehingga tidak tahu mau dikemanakan. Peran perencana keuangan menganalisa situasi dan kondisi keuangan klien dan ngasih saran cara-cara agar tujuan keuangannya tercapai. Gak beda jauh dengan dokter atau psikolog  yang mengobati pasien. Jadi di Komunitas Tangan Diatas ada Pak Iim yang berprofesi sebagai Dokter Komputer, ada juga Sri yang Dokter Keuangan. Lengkap deh………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa pengguna jasa ini? Semua orang yang ingin kehidupan keuangan terencana dengan matang. Pertanyaannya apakah hanya orang yang berduit yang bisa menggunakan jasa ini? Tentu saja tidak.. Ini sama saja dengan statement saya mau berpenghasilan besar dahulu baru memiliki perencanaan uang. Kata Pak Tung Desem kemarin ibarat orang gemuk yang ingin langsing tetapi ngomongnya” Tunggu saya langsing dahulu  baru saya diet dan berolahraga” Sama juga bohong dong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi perencana keuangan ada 2 yaitu yang terikat pada kepentingan untuk menjual produk keuangan, biasanya bernaung di bawah perusahaan asuransi, perbankan, dan manajer investasi. Kemudian yang independent hanya memberikan jasa konsultasi dan menerima fee dari klien tanpa terikat kepentingan menjual produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat apa saja yang harus dimiliki perencana keuangan? Selain didukung pendidikan profesi tentu saja diharapkan memberikan rasa kenyamanan dan kepercayaan yang tinggi dari klien. Maklum rahasia dapurnya  dibongkar. Tapi tenang saja ada perjanjian kerahasiaan kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah menjual jasa ini, karena kultur masyarakat kita masih tabu untuk curhat keuangan pribadinya. Tetapi saya yakin dengan edukasi pasar yang tepat untuk mengungkapkan betapa pentingnya jasa ini bagi setiap keluarga, maka pasar ini  terbuka luas.  Selain klien pribadi dan keluarga saya juga melayani jasa training/workshop bidang keuangan.  Mimpi saya  tahun 2010 nanti   bisa memiliki 100 klien/tahun dan menjadi pembicara publik ternama bidang keuangan. Selain itu idealisme saya adalah ingin menjadikan perekonomian keluarga di negara ini mantap dan  otomatis perekonomian bangsa pun kuat. Yah sendi perekonomian terkecil adalah individu dan keluarga makanya harus dikuatkan dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada pertanyaan, apakah saya melayani jasa konsultasi keuangan bisnis? Yah kalau skala UKM bolehlah karena keuangan pribadi pasti gak bisa dilepaskan dari keuangan bisnis, apalagi bagi sebagian besar member Komunitas TDA yang aliran keuangan ada beberapa sumber baik dari bekerja ataupu berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup jelas kan? Makanya curhat dong… biar bebas dari masalah dan kembali sumringah…. dan perut jadi begah.. (gak ada hubungannya yang ini)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Khurniatun&lt;br /&gt;Owner Kurnia Consulting&lt;br /&gt;“Solusi Keuangan Anda”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dihubungi di :&lt;br /&gt;Alamat :&lt;br /&gt;Komplek Perikanan C2&lt;br /&gt;Pejaten Timur, Pasar Minggu&lt;br /&gt;Jakarta Selatan&lt;br /&gt;021-92519848&lt;br /&gt;Atau email : &lt;a href="mailto:kurnia_09@yahoo.com"&gt;kurnia_09@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7056551122616410013-5510700752862023601?l=srikhurniatun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/feeds/5510700752862023601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7056551122616410013&amp;postID=5510700752862023601' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5510700752862023601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7056551122616410013/posts/default/5510700752862023601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srikhurniatun.blogspot.com/2008/04/kurnia-consulting-curhat-dong.html' title='KURNIA CONSULTING? CURHAT.. DONG'/><author><name>Sri Khurniatun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12548225991408998869</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Y1RoqyGBneQ/SC5pwc9vboI/AAAAAAAAAAQ/vW086yFDRxQ/S220/IMG_9984.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
