Kamis, 08 Juli 2010

MENGHADAPI KENAIKAN HARGA

Pertanyaan :
Salam kenal Ibu Sri,
Langsung saja, saya seorang ibu rumah tangga yang berbisnis makanan kecil-kecilan di rumah dan menerima pesanan. Hasilnya lumayan bisa menambah belanja dapur. Suami bekerja sebagai PNS dan tidak mempunyai penghasilan sampingan. Anak kami 3 orang. Beban hidup kami bertambah berat menghadapi kenaikan harga sembako di bulan ini. Boro-boro menabung buat belanja sehari-hari juga belum tentu cukup. Harga bahan baku dagangan juga naik jadi saya kepikiran buat menaikkan harga jualan tetapi takut kalau dagangan tidak laku. Adakah kiat-kiat dari Ibu untuk mengatasi permasalahan ini?

Annisa H
Jakarta Selatan

Jawaban :

Halo Ibu Annisa, senang sekali berkenalan dengan Anda.

Kita semua prihatin dengan kenaikan harga barang yang terjadi akibat harga sembako akibat kenaikan tariff dasar listrik yang naik mencapai 40 % - 50 % di bulan ini. Tetapi kita tidak boleh mengeluh dan meratapi kondisi ini. Kita harus hadapi kenyataan ini dengan tenang dengan mencari solusi terbaik dan terus meningkatkan kecerdasan finansial. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menyiasati kenaikan harga sehingga tetap bisa memenuhi kebutuhan kita dengan baik, antara lain :

1. Susunlah anggaran belanja bulanan

Anggaran bulanan membuat kita lebih terkendali dalam mengatur pengeluaran. Setiap awal bulan catatlah semua pengeluaran yang akan dilakukan. Tentu saja besar pengeluaran harus disesuaikan dengan penghasilan yang diterima. Kemudian patuhi anggaran tersebut.

2. Buatlah perencanaan keuangan dengan matang

Perencanaan keuangan ini penting agar setiap kebutuhan di masa depan sudah diperhitungkan sebelumnya dengan mempertimbangan kenaikan harga atau inflasi yang terjadi. Contohnya bila Anda tahun depan akan menyekolahkan anak Anda ke SMA dan butuh Uang Pangkal 5 juta rupiah , dan dengan asumsi kenaikan harga tahun depan 10 %, maka Uang Pangkal yang harus disiapkan menjadi 5 juta rupiah + 10 % X 5 juta = 5.500.000 rupiah. Lakukan setiap kebutuhan Anda di masa depan dengan perhitungan seperti ini sehingga kita lebih siap untuk menghadapi kenaikan harga dengan merencanakan sebelumnya.

3. Lakukan investasi pada produk yang bisa mengimbangi tingkat inflasi
Jaman sulit begini apa memungkinkan untuk investasi? Tetap perlu bu. Investasi tetap jalan biarpun pada kondisi apapun. Kita tidak tahu apakah di masa depan kondisi akan lebih sulit lagi. Sisihkan minimal 10 % penghasilan di depan begitu kita terima dan investasikan pada produk keuangan yang hasilnya bisa mengimbangi kenaikan harga. Contohnya : emas dan reksadana. Biasanya emas harganya hampir selalu naik kalau terjadi kenaikan harga barang. Emas yang cocok buat investasi adalah emas batangan atau emas koin. Reksadana adalah produk investasi yang dilakukan bersama-sama. Caranya adalah kita menyetor sejumlah dana pada lembaga yang bernama manajer investasi kemudian dana kita bersama investor lain diinvestasikan ke berbagai produk investasi seperti saham, obligasi, deposito,dll.

4. Bijak dalam pengeluaran
Lakukan evaluasi setiap pengeluaran yang dilakukan. Lihatlah komponen mana yang bisa dihemat. Berpikir ulang dahulu setiap melakukan pembelian. Prioritas belanja yang diperlukan dahulu. Carilah tempat belanja yang lebih murah. Usahakan jangan terlalu sering pergi ke pusat perbelanjaan. Bila akan berbelanja buatlah catatan terlebih dahulu sesuai anggaran yang disusun. Hemat pemakaian listrik dan telepon, dan rawatlah barang-barang di rumah dengan baik sehingga tidak cepat rusak.

5. Mencari penghasilan tambahan
Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi maka tindakan realistis adalah terus berikhtiar untuk mencari penghasilan tambahan. Untuk yang ini Bu Anissa sudah terbiasa berdagang. Tetapi mungkin belum optimal untuk memasarkan dalam skala lebih luas lagi misalnya tidak hanya dagang di rumah dan tunggu pesanan, tetapi tawarkan ke perkantoran, klub arisan, pengajian, dll. Ibu harus aktif dalam berbagai komunitas sehngga orang akan mengenal makanan buatan Ibu. Upaya lain misalnya libatkan anggota keluarga untuk aktif mencari penghasilan tambahan ini. Potensi suami di luar jam kerja bisa digunakan, tidak ada salahnya melibatkan anak berjualan agar mengasah kecerdasan finansial sejak dini.

Kemudian untuk memutuskan harga dagangan Ibu dinaikkan atau tidak lakukan perhitungan dengan detil. Hitung kembali besarnya tambahan biaya produksi akibat ada kenaikan harga. Usahakan cari cara lain dibanding menaikkan harga agar tidak memberatkan konsumen, misalnya dengan mencari pengganti bahan baku yang lebih murah, atau dengan ukuran yang lebih kecil. Komunikasikan pada konsumen perihal ini dan ketika terpaksa menaikkan harga minta pertimbangan pada konsumen agar tidak memberatkan.
Demikian Ibu Annisa , semoga bisa membantu.

Jumat, 02 Juli 2010

Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Pembaca blog, ini tulisan saya yang dimuat di eramuslim.com.
Semoga bermanfaat


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam kenal Bu Sri,

Saya seorang calon ibu yang sedang mengandung anak pertama. Saya ingin memberikan masa depan yang baik untuk anak saya nantinya dengan memberikan pendidikan yang terbaik. Untuk itu saya ingin mempersiapkan dana pendidikannya. Pertanyaan saya :

1. Kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana pendidikan buat anak apakah pas mengandung atau nanti setelah melahirkan,
2. Bagaimana langkah-langkah untuk menyiapkan dana pendidikan anak,
3. Apa investasi yang tepat buat persiapan dana pendidikan anak saya? Terima kasih atas jawaban yang diberikan.

Riyanti – Sidoarjo, Jawa Timur
Jawaban

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Salam kenal kembali Ibu Riyanti,

Keputusan Anda untuk mempersiapkan dana pendidikan anak secara dini sangat tepat. Semakin panjang jangka waktu persiapannya akan memperingan Anda karena beban investasi lebih ringan. Apalagi data menunjukkan bahwa biaya pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan yang melebihi inflasi. Sebagai gambaran jika inflasi di negara kita 6–7 % maka biaya pendidikan bisa naik 10–20%. Apalagi pada sekolah unggulan/favorit yang untuk mendaftarpun bisa waiting list maka kenaikan biaya bisa lebih besar lagi. Waktu yang tepat buat mempersiapkan dana pendidikan anak tidak ada patokan yang baku. Anda bisa mempersiapkan sejak mengandung atau sesudah melahirkan. Intinya semakin cepat akan semakin baik dan ringan untuk berinvestasi.

Kemudian ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam perencanaan dana pendidikan antara lain :

1. Tentukan kapan dana dibutuhkan. Jika Anda sedang mengandung anak pertama maka dana untuk masuk TK dibutuhkan 5 tahun lagi. Dengan demikian waktu Anda berinvestasi untuk dana pendidikan TK selama 5 tahun.
2. Cari informasi dana pendidikan untuk anak Anda saat ini. Misalnya untuk TK tentukan standar sekolah yang diinginkan dan informasi keseluruhan biaya yang dibutuhkan, mulai dari uang pangkal, seragam, buku-buku, dan biaya extrakurikuler.
3. Kalikan dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahun hingga anak Anda masuk sekolah. Contohnya biaya pendidikan TK besarnya 5 juta, dengan asumsi kenaikan per tahun 10 %, maka dana yang dibutuhkan 5 tahun lagi sebesar = Rp 5 juta X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 = 8.857.085
4. Tentukan dana yang perlu ditabung per tahun atau perbulan. Untuk mengetahuinya perlu dicari asumsi imbal hasil dari investasi yang Anda lakukan. Maka dapat ditentukan tabungan per tahun atau per bulan. Semakin tinggi imbal hasil yang diharapkan maka tabungan semakin kecil.
5. Pilihlah produk investasi yang memberikan imbal hasil yang diharapkan, ada beberapa alternatif instrumen investasi yang dipilih dalam mempersiapkan dana pendidikan anak, antara lain :

1. Tabungan di Bank

Umumnya kebanyakan orang tua masih menggunakan cara menabung di bank dalam mempersiapkan dana pendidikan. Kelebihannya uang yang disimpan aman, hasilnya pasti. Kekurangannya memberikan bagi hasil yang rendah dan bila orang tua sebagai penabung meninggal dunia maka tabungan dana pendidikan akan terhenti. Tetapi untuk hal ini jangan khawatir karena saat ini produk tabungan pendidikan biasanya sudah ditambahkan manfaat asuransi jiwa. Jadi jika si penabung meninggal dunia maka setoran tabungan akan diteruskan oleh perusahaan asuransi hingga dananya tetap tersedia. Biasanya produk tabungan pendidikan ini tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo yaitu saat anak masuk sekolah.

2. Deposito Bank

Deposito bisa dilakukan bila Anda ingin melakukan investasi sekaligus di depan dan tidak disetor bulanan. Atau bisa dilakukan dengan setoran tabungan per bulan sampai jumlahnya mencapai yang disyaratkan bank untuk membuka deposito, tiap bank berbeda-beda tetapi umumnya di atas Rp 1 juta rupiah, barulah rekening dipindahkan ke deposito. Deposito umumnya memberikan bagi hasil lebih tinggi dari tabungan, aman, dan terjamin. Tetapi umumnya masih memberikan imbal hasil rendah sehingga perlu waktu lebih lama atau dana lebih besar agar dananya bisa mencukupi.
3. Asuransi Pendidikan

Cara kerjanya adalah Anda membayar sejumlah premi sekaligus atau berkala pada perusahaan asuransi. Selanjutnya orang tua akan mendapatkan dana pendidikan yang disesuaikan dengan tahapan masuk sekolah anak. Kelebihan asuransi pendidikan bila dana setoran terhenti karena penabung meninggal dunia maka perusahaan asuransi akan menjamin dana pendidikan tetap diberikan. Kekurangannya biasanya imbal hasil yang ditawarkan kecil, sehingga perlu dana lebih besar agar sesuai dengan kebutuhan dananya.

4. Emas

Berinvestasi dengan emas juga bisa menjadi alternatif karena harga emas biasanya mengalami kenaikan yang seimbang dengan inflasi. Emas juga bisa diterima di mana-mana. Kekurangannya butuh penyimpanan yang aman, dan harganya memang naik tetapi hanya mengimbangi inflasi sehingga belum memberikan imbal hasil yang memadai.


5. Reksadana

Merupakan investasi yang dilakukan secara berjamaah dengan menggabungkan seluruh uang investor dalam satu wadah yang dikelola manajer investasi. Biasanya oleh manajer investasi uang akan diinvestasikan pada produk keuangan seperti deposito, saham dan obligasi. Kelebihan biasanya memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada produk keuangan lainnya karena dikelola manajer investasi dan investasi pada produk yang memiliki keuntungan lebih tinggi. Kekurangannya sebagaimana kaidah yang berlaku dalam investasi, makin besar potensi untung resiko juga tinggi karena nilai reksadana bisa turun sehingga mengurangi jumlah uang yang diinvestasikan.

6. Tanah atau properti

Ini bisa dilakukan bila jangka waktu persiapan dana pendidikan masih cukup panjang misalnya lebih dari 10 tahun. Properti dan tanah memang kenaikan harganya cukup tinggi diatas nilai inflasi, tetapi perlu dana investasi yang besar untuk membelinya dan properti/tanah dananya tidak mudah dicairkan dalam waktu cepat.

Demikian Ibu Riyanti, semoga bisa membantu.

Selamat mempersiapkan dana pendidikan anak Anda.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Sri Khurniatun, MM, RFA
Managing Director Kurnia Consulting
dan Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang.

Kamis, 24 Juni 2010

Asuransi Unitlink dan Non Unitlink

Teman2 pembaca blog
ini tulisan saya diportal Eramuslim
Semoga bermanfaat
terima kasih



Assalamu’alaikum,

Salam kenal ibu Sri,

Perkenalkan saya Eddy, profesi pebisnis rumah makan di Yogyakarta. Saya ada pertanyaan tentang perencanaan keuangan. Sekarang ini banyak penawaran asuransi untuk pendidikan anak yang berbasis Unit Link. Bisa ibu jelaskan apa kelebihan
dan kekurangan asuransi Unit Link dengan asuransi yang Non Unit Link?

Kemudian saya sudah punya asuransi yang non unit link, menurut agen salah satu perusahaan asuransi mengatakan kalau asuransi yang saya miliki masih kurang & perlu di tambah lagi. Pertanyaan saya bagaimana menentukan/menghitung bahwa asuransi yang saya miliki saat ini masih kurang dan perlu di tambah lagi? Mohon pencerahannya.

Terima kasih

Eddy – Yogyakarta
Jawaban

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Salam kenal kembali Bapak Eddy, senang menerima pertanyaan Anda.

Saat ini banyak banget produk investasi, mulai dari reksadana yang dikemas dengan tabungan di bank, dan ada juga asuransi yang dikemas dengan instrumen investasi atau dikenal dengan Unit Link. Unitlink menawarkan kemudahan berasurani sekaligus berinvestasi. Artinya selain mendapatkan manfaat proteksi asuransi Anda juga sekaligus berinvestasi. Bisa kita rumuskan unitlink = asuransi + reksadana.

Apa keuntungan berinvestasi di unit link dibandingkan beli asuransi biasa? Umumnya asuransi biasa misalnya asuransi jiwa hanya mengcover resiko bahkan ketika jatuh tempo kita tidak mengalami apa-apa premi yang kita bayarkan bisa hangus atau mendapatkan nilai tunai dalam jumlah yang kecil. Sedangkan unitlink nasabah punya pilihan kemana uangnya akan diputar bahkan bisa menentukan sendiri berapa besar premi untuk asuransi dan premi untuk investasi. Selain itu nasabah bisa bebas memilih instrumen investasi apakah mau ke reksadana, obligasi, pasar uang, dll. Sedangkan asuransi biasa atau model dwiguna yang menawarkan skema investasi seperti asuransi pendidikan dan pensiun, investasi yang dilakukan oleh nasabahnya dikelola oleh perusahaan asuransi sendiri dan dananya bercampur dengan dana klaim untuk nasabah. Hal ini menyebabkan perusahaan asuransi cenderung lebih konservatif dalam berinvestasi. Dan biasanya juga kurang transparan kepada nasabahnya mengenai hasil investasi yang diberikan. Kalau unitlink dana investasinya diserahkan pada manajer investasi untuk diputar pada instrumen investasi, dan hasil investasinya dapat kita baca di harian bisnis yang memuat perkembangan harga unitlink.

Kelebihan lain dari unit link tentunya praktis, tidak usah membeli reksadana dan asuransi dalam produk yang terpisah. Kalau kita beli reksadana sendiri biayanya lebih besar, tetapi bila dikemas dalam bentuk unitlink biaya lebih murah karena saat ini bila kita membeli reksadana investor harus menyerahkan deposit awal yang cukup besar.
Kekurangan unitlink karena ada 2 manfaat maka preminya menjadi mahal dibanding asuransi biasa. Kemudian biasanya nilai tunai dari hasil investasinya biasanya baru kita peroleh pada tahun ketiga karena tahun 1 dan 2 banyak untuk menutup premi asuransi dan biaya agen. Dibandingkan produk investasi murni seperti reksadana, unitlink juga memberikan hasil yang lebih rendah. Selain itu investor juga belum bisa melakukan penarikan dana selama beberapa tahun awal. Bila kita berhenti bayar premi bisa hangus dana yang sudah disetorkan.

Untuk menghitung kebutuhan asuransi sudah cukup atau masih kurang, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama, apakah Anda memiliki hutang dimana bila Anda meninggal maka usahakan tidak mewariskan hutang ini pada keluarga Anda. Maka Unit Pertanggungan yang didapat dari perusahaan asuransi seharusnya dapat mengcover hutang Anda. Kedua, untuk menghitung Unit Pertanggungan bisa menggunakan pendekatan Human Live Value, artinya besaran Unit Pertanggungan dihitung berdasarkan besaran pengeluaran rutin per bulan yang keluarga lakukan dikalikan dengan asumsi lamanya penggunaan dana oleh keluarga yang ditinggalkan. Untuk itu hitunglah jumlah pengeluaran Anda per bulan termasuk dana pendidikan anak –anak sampai selesai kuliah di perguruan tinggi atau sampai anak mandiri. Hitunglah dengan menyesuaikan inflasi per tahun misalnya 10 %, dan dikurangkan dengan jumlah asset yang Anda miliki yang bisa mengcover penghasilan Anda bila tiba-tiba terjadi musibah pada Anda.

Bila belum jelas, Anda bisa berkonsultasi langsung pada kami Pak Eddy. Akan kami buatkan Rencana keuangan Lengkap yang berisi kebutuhan asuransi dan instrumen investasi yang Anda perlukan untuk mencapai tujuan keuangan Anda.

Demikian, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum

Sri Khurniatun, MM, RFA

Managing Director Kurnia Consulting
Biro Perencanaan Keuangan Keluarga dan UKM
Penulis Buku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang

Rabu, 19 Mei 2010

KURNIA CONSULTING, CURHATNYA KEUANGAN INDONESIA

Rekan-rekan pembaca blog
Saya mau update dikit ya tentang Kurnia Consulting
Semoga berkenan membacanya



Curhat (curahan hati) masalah percintaan, karir, atau kesehatan banyak tersedia sarananya diberbagai media massa atau klinik konsultasi. Tetapi curhat mengenai keuangan inilah yang dilakukan oleh saya, Sri Khurniatun, MM, RFA , salah satu member komunitas TDA (Tangan Diatas) yang sudah sejak 1 tahun lalu mengembangkan bisnis jasa konsultan perencana keuangan independen dibawah bendera Kurnia Consulting. Ok pada kesempatan kali ini saya akan bercerita sedikit tentang Kurnia Consulting dan jasa apa saja yang ditawarkan.
Apa itu Perencanaan Keuangan?
Banyak orang yang sudah kenal dengan profesi perencana keuangan tetapi masih banyak orang yang belum paham cara kerjanya. Apalagi banyak kalangan agen yang menawarkan produk keuangan tertentu juga menamakan dirinya perencana keuangan. Ya itu sah-sah saja karena dia memang menjual produknya menggunakan konsep perencana keuangan. Tetapi menurut pendapat saya mereka adalah agen atau tenaga penjual produk keuangan. Lalu bagaimana sesungguhnya cara kerja perencana keuangan?
Perencana Keuangan diperlukan sebagai penasehat untuk mengatur kehidupan keuangan pribadi dan keluarga, serta akhir-akhir ini berkembang ke keuangan bisnis/usaha kecil dan membuat plan/rencana yang matang dalam mencapai tujuan keuangannya.
Ada banyak tujuan keuangan dari pribadi dan keluarga yang ingin dicapai seperti menyekolahkan anak, persiapan pensiun, membayar hutang, membeli kendaraan dan rumah, berinvestasi, dll. Uang yang yang dimiliki belum tentu cukup untuk memenuhi semua kebutuhan makanya perlu perencanaan yang matang dalam mencapai tujuan keuangannya. Atau justru klien yang uangnya banyak tetapi tidak memiliki ilmu dan waktu yang cukup untuk mengelola uangnya.
Nah, peran perencana keuangan adalah untuk menganalisa kondisi keuangan klien kemudian memberikan saran bagaimana agar tujuan keuangannya tercapai. Jadi ibarat psikolog atau dokter yang memberikan advis masalah kesehatan keuangan pada kliennya.
Lalu siapa target pasar Kurnia Consulting?
Setiap individu dan keluarga yang ingin curhat keuangan itulah target pasar Kurnia Consulting. Saya yakin setiap orang tentunya ingin merencanakan keuangannya dengan matang dan tentunya membutuhkan sparringc partner dalam perjalanan meraih tujuan keuangannya. Jadi setiap orang pada dasarnya butuh jasa ini makanya anggapan yang salah kalau perencana keuangan hanya terbatas untuk orang yang kaya saja.
Saat ini Kurnia Consulting melebarkan sayap tidak hanya keluarga saja target kliennya tetapi juga Usaha Kecil Menengah yang butuh laporan keuangan, SOP (Standard Operating dan Procedur) Bisnis serta laporan pajak.
Dalam setahun perjalanan kami telah melayani banyak klien keluarga maupun klien korporat diantaranya toko Quemama, Resto Ayam Goreng Tujuh Sambal, Bakso Kepala Sapi Cabang Bandung, kursus Bahasa Inggris untuk anak Little Tree, Pulsa Lancar, dll.
Apa beda Perencana Keuangan Independen dengan yang tidak Independen?
Profesi perencana keuangan ada 2 macam, yaitu yang terikat pada lembaga keuangan tertentu seperti bank, asuransi, atau manajer investasi. Profesi ini tidak independen dan tentunya dalam memberikan rekomendasi dikaitkan dengan produk yang mereka promosikan. Kedua, adalah perencana keuangan independen yang tentunya bisa memberikan saran obyektif karena tidak terikat pada kepentingan menjual produk tertentu. Nah, saya sendiri lebih memilih jalur independen agar lebih obyektif dan bisa memberikan rekomendasi terbaik untuk klien tanpa ada kepentingan lain.
Bagaimana tips memilih Perencana Keuangan?
Selain independen, tentunya harus bisa memberikan kenyamanan bagi klien dan memberikan kepercayaan yang tinggi. Wajar karena isi dapurnya kita bongkar tentunya klien harus merasa aman. Selain itu pengetahuan seorang perencana keuangan juga sangat penting. Tanyakan pendidikan formal atau sertifikasi apa yang dimiliki perencana keuangan. Tentunya ini diperlukan agar mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan klien yang beragam.
Apa tantangan Kurnia Consulting?
Memang tidak mudah menjual jasa ini karena kultur masyarakat kita yang masih tabu untuk curhat keuangan pribadinya. Selain itu masih banyak juga pengusaha UKM yang memandang belum perlu menyusun laporan keuangan padahal ketika mau ekspansi ataupun butuh solusi modal, jasa kami sangatlah diperlukan sebagai pihak independen yang memberikan evaluasi terhadap kinerja usahanya. Tetapi saya yakin dengan edukasi pasar yang tepat dan penjelasan betapa pentingnya jasa saya maka pasar akan terbuka luas. Dan harapan saya bisa memiliki 100 klien/tahun semoga bisa tercapai.
Jasa apa lagi yang dilayani Kurnia Consulting?
Selain penyusunan rencana keuangan keluarga seperti perencanaan dana darurat, perencanaan pensiun, dana pendidikan anak, perencanaan proteksi, haji, zakat, waris, dll, Kurnia Consulting juga membantu pengusaha UKM menyusun rencana bisnis, laporan keuangan, perpajakan, dan SOP bisnis.
Sebagai pelengkap dari jasa konsultasi, kami juga menyediakan layanan edukasi berupa Rubrikasi di beberapa media, saat ini bekerja sama tetap dengan Majalah Wirausaha Keuangan, Majalah Pengusaha Muslim, dan portal Era Muslim. Kami juga menerbitkan buku yang berjudul Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang. Selain itu juga melayani seminar dan training dengan topik pengelolaan keuangan keluarga dan keuangan UKM baik untuk perusahaan maupun komunitas.
Bagaimana Caranya Jadi Klien Kurnia Consulting?
Silakan kontak via telephone maupun email, kami akan segera menghubungi Anda untuk memberikan pelayanan dan solusi keuangan terbaik.
Kontak Kami :
KURNIA CONSULTING
Menara BCA, 50th floor, Grand Indonesia
Jl. MH. Thamrin No.1, Jakarta 10310
Telp : 021-92519848
Fax : 021-7940149
Email : kurnia_09@yahoo.com

Senin, 08 Maret 2010

Jadilah Perempuan Cerdas Finansial

Setiap rumah tangga muslim umumnya memiliki prinsip dasar dalam manajemen rumah tangga dimana suami berkewajiban mencari nafkah dan istri bertanggung jawab dalam mengatur urusan rumah tangga termasuk mengelola keuangan. Umumnya kendali keuangan rumah tangga tetap ditangan perempuan meskipun perempuan tersebut notabene pegawai atau pebisnis yang mampu menghasilkan uang.

Tanggung jawab perempuan yang besar menuntut perempuan harus piawai dalam mengelola keuangan rumah tangganya. Maka sederetan persyaratan yang tidak ringan mutlak dipenuhi agar perempuan memiliki kualitas tinggi bidang pengelolaan uang, seperti perempuan tidak boleh boros, cerdas dalam pengeluaran, mampu membantu suami mendapatkan penghasilan, bisa menabung dan berinvestasi, serta mampu memberikan ilmu kecerdasan finansial pada anak. Apalagi sudah menjadi anggapan umum dimasyarakat kalau rumah tangga yang gagal mengelola uang karena tabiat ibu yang pemboros dan tidak becus mengatur uang. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya benar tetapi kita sebagai kaum perempuan mesti mewaspadainya.

Kita semua paham bahwa semua tanggung jawab ini jika dijalankan dengan totalitas dan penuh pengabdian akan berbuah manis. Siapa sih yang tidak ingin masa depan keluarganya terencana dengan baik? Tentunya hal ini menuntut pengorbanan sang ibu dan insya Allah berbuah pahala juga nantinya.

Lalu kemampuan apa saja sih yang harus dimiliki perempuan agar dikatakan cerdas secara finansial?

1. Mampu mengatur pengeluaran secara bijak

Saat ini banyak rumah tangga yang gagal merencanakan masa depan karena tidak mampu menyisihkan tabungan. Bukan karena pendapatan yang rendah tetapi karena tidak bisa mengelola penghasilan dengan baik. Besarnya pengeluaran yang banyak umumnya karena tidak bisa membedakan antara ”kebutuhan” dan ”keinginan”. Gaya hidup yang konsumtif saat ini dipicu iklan berlebihan, yang disodorkan media massa tiap detik, sehingga memerlukan kendali diri yang kuat dari perempuan sebagai manajer keuangan. Rumus paling jitu harus selalu diterapkan : jangan pernah lebih besar pasak daripada tiang! Aturlah pengeluaran agar selalu lebih kecil dari pemasukan sehingga sebagian bisa ditabung. Prioritaskan membeli barang yang dibutuhkan, jangan belanja karena iklan dan diskon, serta gunakan daftar belanja dan patuhi.

2. Mampu menyusun anggaran rumah tangga

Ada baiknya jika pengelolaan keuangan rumah tangga sama seperti mengelola perusahaan. Agar dapat mengefisienkan penghasilan yang diperoleh maka setiap ibu rumah tangga dituntut mampu menyusun anggaran. Anggaran disusun berdasarkan periode penerimaan penghasilan bisa mingguan atau bulanan. Umumnya disusun berdasarkan bulanan. Catat semua pengeluaran rutin bulanan, dan buatlah anggaran pengeluaran yang lebih kecil dari penghasilan. Setelah itu patuhi dengan berbelanja hanya sebesar jumlah yang dianggarkan. Kita akan terhindar dari defisit, pemborosan, dan memungkinkan untuk surplus sehingga bisa menabung dan berinvestasi

3. Mampu menabung dan berinvestasi

Perempuan dianggap lebih cermat dalam mengelola uang sehingga lebih mudah menabung. Pada kenyataannya sebagian besar perenpuan masih sulit menabung dengan macam-macam alasan seperti penghasilan yang kurang, banyak pengeluaran mendadak, dll. Padahal tidak harus menunggu penghasilan besar baru menabung karena semakin besar penghasilan toh pengeluaran juga bertambah. Makanya ubah paradigma menabung dengan cara jadikan menabung sebagai pengeluaran rutin dan masukkan dalam anggaran bulanan. Menabunglah diawal bulan minimal 10 % dari penghasilan sebelum terpakai untuk keperluan lain. Usahakan tidak menunda menabung dan meskipun sedikit asal rutin. Kemudian kenalilah produk-produk investasi selain tabungan dan deposito agar bisa mendapatkan hasil lebih optimal.

4. Mampu mencari penghasilan tambahan

Memang tanggung jawab mencari nafkah ditangan suami tetapi tidak ada salahnya bila perempuan ikut membantu mendapatkan penghasilan tambahan. Hal ini penting untuk meminimalisir resiko yang terjadi bila suami tertimpa musibah seperti PHK, sakit, dll. Dan tentu saja dengan penghasilan bertambah maka tingkat kesejahteraan keluarga akan lebih baik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan kaum perempuan dalam mendapatkan penghasilan seperti bekerja pada orang lain sebagai karyawan, bekerja mandiri dengan mengandalkan keahlian seperti mengajar, menulis buku, menjahit, dll. Atau membuka usaha warung, toko, biro jasa dll. Selain itu bisa juga menjadi investor dengan membeli produk investasi seperti emas, deposito, reksadana,dll. Bisa juga menanamkan modal pada usaha orang lain. Untuk itu kenalilah potensi masing-masing, dan yang penting dengan modal kemauan dan ikhtiar yang kuat maka penghasilan tambahan bisa diwujudkan.

5. Menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya

Kemampuan ini cukup penting dimiliki kaum perempuan karena sebelum mengajarkan tentang kecerdasan finansial pada anak jadikan dirinya sebagai teladan dulu dalam mengelola uang. Teori tentang penghematan tidak akan diterapkan oleh anak jika sang ibu mudah tergoda untuk belanja, mengoptimalkan potensi anak juga tidak berjalan jika ibunya lebih banyak menganggur di rumah. Oleh karena itu selain pengetahuan yang dalam tentang seluk-beluk keuangan rumah tangga, seorang ibu harus dibekali dengan praktek dan contoh nyata sehingga bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.

Memang tidak mudah menjadi perempuan yang cerdas secara finansial. Namun bila 5 kemampuan di atas diupayakan secara optimal hasilnya dapat dirasakan dalam kurun waktu yang panjang dan bisa diwariskan pada generasi selanjutnya. Insya Allah berkah dan bermanfaat. Wallahu’alam bissawab.

*) Penulis adalah konsultan keuangan keluarga muslim, Owner Kurnia Consulting

Kamis, 04 Februari 2010

Berinvestasi di sukuk ritel syariah

Rekan-rekan pembaca blog, kali ini saya akan menulis tentang sukuk ritel. Semoga bermanfaat.

Sukuk ritel adalah surat berharga yang diterbitkan pemerintah berdasarkan prinsip syariah, dan dijual kepada individu atau perorangan melalui agen penjual, dengan jumlah pembelian minimum Rp 5.000.000 dengan jangka waktu investasi 3 tahun. Sukuk ritel yang pertama yaitu seri 001 terbit pada tahun 2008 dan langsung habis di pasaran karena imbal hasil yang ditawarkan sangat menarik yaitu sebesar 12 %/tahun. Ini jauh lebih menarik dibanding deposito yang waktu itu hanya berkisar 7 – 8 %/tahun. Sementara untuk sukuk ritel seri 002 imbal hasil yang ditawarkan memang lebih rendah dari seri pertama dulu yaitu sebesar 8,7 %. Tetapi ini tetap lebih tinggi dari bunga deposito dimana saat ini hanya sekitar 6,5 %.

Keuntungan berinvestasi di sukuk ritel sudah jelas aman karena pembayaran pokok dan imbalan kupon sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh negara, menguntungkan karena imbalan/kupon lebih tinggi daripada bunga deposito dimana untuk sukuk ritel yang sekarang terbit 8,7 %/tahun, dan angka ini tetap sampai dengan saat jatuh tempo dan dibayar tiap bulan atau 12 kali dalam setahun. Selain itu penerbitannya sesuai dengan prinsip syariah dan telah mendapatkan fatwa serta opini syariah dari Dewan Syariah Nasional – MUI. Membeli sukuk juga salah satu cara untuk berpartisipasi dalam pembangunan negeri karena pemerintah memang menerbitkan sukuk guna keperluan membiayai pembangunan.

Selain sukuk sebelumnya pernah terbit ORI (Obligasi Ritel Indonesia) yang diterbitkan juga oleh pemerintah, dan saat ini sampai seri 006 dan diterbitkan hampir tiap tahun. Tetapi bedanya produk ini memberikan kupon sebagai imbal hasil yang berbasis bunga, jadi tidak menggunakan skema syariah.

Lalu benarkah sukuk ritel ini tidak ada resikonya? Tidak ada produk investasi yang kebal resiko. Yang jelas resiko gagal bayar dari sukuk ritel ini memang tidak ada karena pokok dan imbalan/kupon dijamin pemerintah. Tetapi ada resiko yang tetap melekat pada produk ini yaitu resiko pasar yaitu terjadi bila harga jual sukuk ritel lebih rendah dibanding harga pembelian. Ini dihindari dengan tidak menjual sukuk pada saat jatuh tempo atau Anda jual pada saat harga pasar sedang tinggi. Resiko lain adalah resiko likuiditas yaitu dapat terjadi jika investor memerlukan dana tunai dan kesulitan untuk menjual pada harga pasar yang wajar.

Bagaimana cara mendapatkan sukuk ritel? Prosedur pembelian maupun penjualan sukuk ritel ini cukup mudah. Bila Anda memiliki dana minimal Rp 5 juta , maka bisa memesan sukuk ritel seri 002 melalui agen penjual yang ditetapkan pemerintah. Sebagian besar Bank milik pemerintah menjadi agen penjual sukuk, selain beberapa bank swasta dan manajer investasi.

Untuk sukuk ritel seri SR-001 sudah habis terjual untuk pasar perdana. Bila Anda berminat membelinya juga bisa didapatkan pada pasar sekunde atau istilah lain pasar seken. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli sukuk di pasar sekunder lebih mahal dibandingkan pasar perdana karena harga sukuk dipasar sekunder tergantung mekanisme pasar atau kekuatan permintaan dan penawaran. Tetapi dengan semakin menurunnya BI rate ada kecenderungan harga sukuk akan semakin meningkat maka meskipun Anda membeli sukuk di pasar sekunder masih memungkinkan untuk mendapatkan capital gain (selish harga) bila sukuk ini dijual kembali, selain Anda mendapatkan imbalan/kupon per bulannya.

Lalu apakah sukuk ritel bisa dicairkan kapan saja? Sama halnya produk keuangan lainnya seperti reksadana, sukuk ritel ini bisa diperjual belikan di pasar sekunder. Bila setiap saat Anda memerlukan dana bisa dijual di pasar sekunder melalui agen penjual dimana Anda pernah membelinya. Untuk menjual di pasar sekunder tentunya Anda harus mengamati berapa harga jualnya supaya Anda tidak mengalami capital loss (kerugian karena harga jual lebih rendah daripada harga beli).

Ok, bagi Anda yang mo investasi menguntungkan, silakan hubungi agen penjual di sekitar Anda.
Selamat berinvestasi, semoga berkah dan menguntungkan

Selasa, 19 Januari 2010

Kalau Mau jadi Entrepreneur, Harus Ngerti Laporan Keuangan!

Ini Copas dari blognya temen di komunitas TDA. Semoga bermanfaat

Kalau mau jadi entrepreneur yang berhasil, kita harus ngerti laporan keuangan! Ah masa sih? Saya dengar anda berkata. Ya! Anda harus ngerti laporan keuangan! Ini ilmu penting!

Coba bayangkan sebuah keluarga..yang terdiri dari 1 Ayah, 1 Ibu dan 1 anak. Bayangkan si Ayah bekerja, sementara si Ibu tidak. Si Ayah setiap gajian memberi uangnya ke istrinya untuk kebutuhan rumahtangganya. Si Ibu mengeluarkan uang setiap keluarganya butuh. Kadang2 untuk belanja dapur, kadang2 untuk dia sendiri, kadang2 kalau anaknya minta sesuatu dibelikan sama si Ibu, kadang2 bareng si Ayah kalau pergi makan di luar. Eh gak sampai 2 minggu, uangnya sudah habis. Sementara si Ayah, gajian masih 2 minggu lagi.

Pertama, kalau si ibu gak menyimpan bukti2 kwitansi atau gak punya pencatatan tanggal berapa belanja apa, tanggal berapa belanja apa lagi. Wah gak akan ke 'trace' kemana saja tuh uang menghilang. Kecuali kalau punya ingatan yang super. Pencatatan atau laporan keuangan itu seperti cerita. Dari situ kita tahu, oh ternyata 2 hari setelah gajian..ada tagihan telpon yang rutin dibayar. Oh terus tagihan bulan ini kenapa ya besar? Oh ternyata setelah dilihat, karena si Ayah banyak dinas keluar kota. Jadi si Ibu sering nelp Ayahnya. Oh ternyata, si anak setiap tanggal sekian bayar uang les privatnya yang bayarnya 3 bulan sekali. Ternyata juga bulan ini ada acara2 ulang tahun tiga orang temannya si anak. Si ibu en anak beliin hadiah buat mereka. Makanya bulan ini pengeluarannya lumayan besar. Jadi, kalau udah punya pencatatan dan laporan keuangan, kita bisa tahu 'cerita'nya. Dan dari 'cerita' ini kita bisa menganalisa penyebabnya. Dan membuat perubahan kalau perlu.

Yang kedua, kalau kita gak punya pencatatan, atau laporan, kita gak akan bisa membuat budgeting atau perencanaan untuk masa depan keluarga kita. Misalnya kita pengen nih beli rumah, tapi kalau gak tahu berapa uang yang bisa kita sisihkan untuk cicilan hutang..ya repot juga. Kalau kita pengen merencanakan dana pendidikan anak, kita juga perlu tahu berapa uang yang bisa kita tabung. Dan itu bisa kita ketahui dari laporan keuangan kita. Kalau kita punya laporan keuangan, kita bisa mengira2 bulan depan berapa nih uang yang diperlukan untuk belanja dapur. Berapa yang diperlukan untuk kebutuhan sekolah, dll.

Keuangan itu jantungnya bisnis kita. Kalau kita tidak bisa mengelola keuangan usaha kita dengan baik. Ya kasarnya siap2 aja menunggu kematiannya. Wuih! Takut euy. Seperti halnya keluarga diatas, bisnis kita butuh laporan keuangan. Dari situ kita bisa baca 'cerita'nya, kinerja bisnis kita sperti apa. Kita mengelolanya udah baik belum. Kita bisa baca laporan keuangan dan membuat keputusan untuk masa depan bisnis kita. Kalau ngerti laporan keuangan kita juga bisa tahu apa kita dibohongin sama staff keuangan kita. Terus serunya lagi, kita bisa 'baca' bisnis orang lain. Apakah bisnis tersebut menguntungkan atau tidak untuk kita ikut serta berinvestasi.

Saya tahu beberapa bisnis yang mungkin orang melihatnya waahh kayaknya berkembang pesat...tapi ternyata beberapa tahun udah tutup. Salah satunya karena mereka gak punya pencatatan dan laporan keuangan. Seandainya usaha mereka punya laporan keuangan, mereka bisa 'baca' usaha mereka. Kenapa koq tiba2 ada yang mandeg. Kenapa koq gak ada kas yang dipegang sama sekali untuk operasional. Misalnya omzet Rp.50juta/bulan, tapi bingung koq di akhir bulan yang ada di kas cuman Rp.1jt. Kemana aja tuh uangnya pergi?? Itulah mengapa laporan keuangan SANGAT dibutuhkan.

Terus, did I hear you say 'you don't like accounting'??? Sama!! Saya juga dulu paling anti namanya akuntansi. Nilai akuntansi saya paling rendah daripada nilai mata pelajaran lainnya. Hahaha... saya juga dulu paling anti yang namanya hitung2an...ngeliat laba rugi, neraca aja udah pusing duluan. Disuruh ngitung pemasukan dan pengeluaran udah stress duluan..hehe..Itu duluu..karena saya gak ngerti manfaatnya laporan keuangan. Kalau sudah tahu betapa bermanfaat nih laporan keuangan, mau gak mau kita jadi belajar. Belajar dari mana saja...buku2, teman, internet, kursus.

Akuntansi itu simple koq...intinya nyatat transaksi, transaksinya dipilah2 masuk akun apa yang sesuai, terus akun2 yang sama itu dikumpulin en digabung..jadi dech laporan keuangan. Gitu aja koq!

Intinya kita harus ngerti filosofi dari laporan keuangan itu sendiri. Masalah catat mencatat gak harus kita yang mengerjakan, tapi bisa minta bantuan orang lain. Saya sendiri sedang meminta bantuan konsultan keuangan/akuntan untuk membereskan laporan2 keuangan usaha saya dari awal berdiri hingga sekarang.

Laporan keuangan itu terdiri dari apa aja sih?

1.Ada laporan laba rugi, untuk mencari tahu kita untung atau rugi selama periode tertentu. Misalnya selama 1 bulan atau 1 tahun kita untung atau rugi.

2.Ada neraca, ini potret kekayaan kita pada waktu tertentu. Misalnya pada akhir bulan atau akhir tahun, berapa sih kekayaan usaha kita? Neraca sendiri itu dibagi jadi aktiva (di kiri) dan pasiva (di kanan).

Aktiva itu kekayaan kita misalnya kas, uang di bank, aset (sperti gedung sendiri, mobil usaha, dll), piutang (piutang itu utang orang lain ke kita), dll.

Pasiva itu sumber kekayaan kita yang terdiri dari hutang dan modal. Maksudnya kekayaan bisnis kita itu didapat dari mana? Dari minjam/hutang? Atau dari uang modal kita sendiri? Contohnya kalau usaha kita adalah menjahit baju. Kita punya mesin jahit. Nah mesin itu dibelinya pake uang siapa? Dari uang kita sendiri atau minjam dari orang lain.

3. Laporan lainnya ada laporan arus kas. Laporan arus kas itu laporan uang kas yang masuk dan keluar.

4. Laporan perubahan modal/ekuitas itu laporan yang menunjukkan modal pemilik dalam suatu periode tertentu. Apakah modalnya bertambah atau malah berkurang karena diambil terus sama pemiliknya.

Ok, met membuat en membaca laporan keuangan!

Salam suksesmulia dan berkah!

Ayesha
http://ayeshananda.blogspot.com

Minggu, 03 Januari 2010

Resolusi Keuangan Tahun 2010

Tanpa terasa kita sudah memasuki penghujung tahun 2009 dan memasuki tahun 2010. Beberapa pengamat ekonomi memprediksi tahun 2010 lebih baik daripada tahun 2009, sebagian lagi mengatakan akan banyak kekacauan dalam dunia perpolitikan di Indonesia yang mempengaruhi keadaan ekonomi. Berbagai pandangan beragam mudah-mudahan tidak menghalangi kita untuk berkarya lebih baik dan tetap produktif ditengah kondisi sesulit apapun.

Salah satu kebiasaan yang perlu ditanamkan di awal tahun adalah membuat resolusi atau pencapaian yang ingin dicapai di tahun mendatang. Apa pentingnya? Tentu saja banyak diantaranya dengan menyusun target maka kita akan fokus untuk mencapainya. Apalagi bila resolusi tersebut dideklarasikan kepada orang terdekat kita akan merasa malu kalau tidak memiliki komitmen kuat untuk mencapainya. Dan jangan lupa orang yang merencanakan hidupnya dan memiliki tujuan akan lebih terarah dibandingkan dengan orang yang hanya mengikuti arus. Bukankah begitu?

Ok, sesuai dengan bidang saya adalah perencana keuangan kali ini saya akan mengajak Anda bersama-sama menyusun resolusi keuangan di tahun 2010. Dengan resolusi ini tentu saja kita akan menumbuhkan kebiasaan yang baik dan membuang kebiasaan buruk dalam memperlakukan uang yang kita miliki. Ada beberapa hal yang perlu kita soroti untuk tahun mendatang, yakni :

1. Kebiasaan mengeluarkan uang

Poin ini memang sulit untuk dilakukan apalagi bila selama ini Anda tergolong boros dan tidak memiliki perencanaan dalam belanja. Tetapi kalau kita tidak komit untuk mengubahnya akan terjebak dalam kesulitan yang lebih dalam. Maka sudah saatnya kita berbelanja lebih bijak dengan berbelanja yang dibutuhkan dan menghindari keinginan yang tidak perlu. Pandai-pandai memilih tempat belanja yang lebih murah, buatlah budget dalam belanja dan jangan lupa belanjalah sebatas apa yang dianggarkan.

2. Lebih berhati-hati dengan hutang

Meskipun tawaran kemudahan berhutang banyak sekali di depan mata kita tidak lantas kita jadi mudah pula untuk ambil hutang baru. Cicilan hutang tidak boleh lebih dari 30 % penghasilan. Pilih hutang yang baik yaitu untuk beli barang produktif atau barang yang memiliki potensi kenaikan harga. Bolehlah belanja barang elektronik seperti handphone, DVD player dengan menggunakan kartu kredit? Bagi saya itu tergolong kerugian karena bunganya yang tinggi per bulannya selain itu nilai barangnya menyusut apalagi ditambah kita harus mengeluarkan biaya tambahan ketika menggunakan barang tersebut yaitu buat beli pulsa ataupun listrik untuk DVD player. Sungguh kerugian yang berlapis-lapis. Lalu bagaimana bila tidak mampu beli barang tersebut dengan cash? Lebih baik menabung dulu sampai uangnya cukup dan menunda pembelian toh tidak terlalu penting HP baru kalau masih ada HP lama

3. Milikilah tujuan keuangan

Memiliki perencanaan dalam hidup akan jauh lebih bermakna daripada tidak sama sekali. Sudahkah Anda membuat tujuan keuangan yang ingin dicapai di tahun 2010. Tujuan keuangan ini hendaklah spesifik dan terukur, dan tentu saja realistis. Misalnya saya ingin tahun 2010 membeli laptop merk X seharga …., atau saya ingin beribadah Umroh pada bulan Ramadhan 2010 dengan biaya sebesar …. Dengan memiliki tujuan keuangan maka memudahkan kita untuk menyusun perencanaan berapa uang yang harus kita tabung dan investasikan untuk mencapainya.

Bagi yang belum punya tujuan keuangan sama sekali mulailah menyusun tujuan keuangan di awal tahun ini baik tujuan keuangan jangka pendek atau jangka panjang. Jangka pendek berarti rencana untuk tahun 2010 mendatang dan jangka panjang untuk 3 hingga 5 tahun mendatang. Jangka pendek bisa dilakukan dengan menabung atau memiliki deposito dan untuk jangka panjang bisa beinvestasi pada produk yang potensi imbal hasilnya lebih bagus seperti beli emas, reksadana, atau saham.

Tujuan keuangan yang perlu kita susun dan penting dimiliki oleh setiap keluarga adalah dana darurat, pendidikan anak, pensiun, naik haji, beli rumah, kendaraan, liburan dll. Bila Anda ingin minta bantuan untuk menghitung kebutuhan investasi dan memilih kendaraan investasinya silakan berkonsultasi dengan perencana keuangan.

4. Milikilah Proteksi

Anda perlu memiliki dana untuk berjaga-jaga untuk mengantisipasi jika terjadi musibah. Minimal siapkan dana darurat sebesar 3 bulan pengeluaran untuk dana cadangan Anda. Dan untuk mengantisipasi resiko sakit tidak ada salahnya membeli asuransi kesehatan bila Anda tidak memiliki fasilitas kesehatan dari kantor. Sebagai kepala keluarga Anda juga perlu membeli asuransi jiwa untuk menjaga kelangsungam hidup keluarga bila terjadi musibah pada diri Anda. Asuransi lain yang perlu adalah asuransi kecelakaan, asuransi rumah dan kendaraan. Dengan memiliki asuransi diharapkan kerugian Anda jika tertimpa musibah akan ditransfer ke perusahaan asuransi. Jangan lupa tetap hitung asuransi agar sesuai kebutuhan dan pilih produk asuransinya dengan tepat.

5. Lakukan Financial Check up rutin

Tiap tahun lakukan perhitungan terhadap pertumbuhan asset yang Anda miliki. Apakah kekayaan Anda positif artinya asset lebih besar dibandingkan dengan hutang atau justru negatif ketika hutang Anda jauh lebih besar dibanding harta yang Anda miliki. Bila Anda ingin meningkatkan kekayaan sudah saatnya mengurangi hutang dan memperbanyak asset yang produktif. Financial checkup ini penting untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini terutama untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan Anda. Ada banyak hal yang harus di checkup yaitu pertumbuhan asset, penghasilan dan pengeluaran, dana cadangan, hutang, kondisi investasi, dll. Financial check up ini perlu dilakukan rutin sebagai evaluasi terhadap kondisi keuangan Anda. Dengan melakukan ini kita dapat mengatur strategi untuk memperbaiki kondisi keuangan kita dan ini mendukung untuk mencapai perencanaan keuangan lebih tepat. Seorang perencana keuangan dapat membantu Anda untuk melakukan Financial Chek Up
dengan baik.

Ok, bagaimana dengan Anda? Semoga tahun 2010 mendatang merupakan momentum Anda untuk meraih kehidupan keuangan yang lebih baik. Ingat kata pepatah : Change or die, atau hikmah yang kita petik dari kitab suci kita Al Qur’an : Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib manusia kecuali mereka mengubah dirinya sendiri (Ar R’ad : 11). Yang penting lakukan mulai dari yang kita bisa dulu sambil terus meningkatkan ilmu dan ikhtiar kita. Insya Allah berbuah manfaat dan keberkahan hidup. Amin !



*) Penulis adalah perencana keuangan syariah, Managing Director Kurnia Consulting dan pengarang buku “Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang”, Bisa dihubungi di email : kurnia_09@yahoo.com dan nomor HP 021-92519848.
Kumpulan tulisannya dapat dibaca di www.srikhurniatun.blogspot.com



Sri Khurniatun, RFA
Managing Director Kurnia Consulting
Biro Perencana Keuangan Pribadi dan Keluarga
www.srikhurniatun.blogspot.com
Penulis buku "Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang"
Telp. 021-92519848
YM : kurnia_09