Kamis, 21 Agustus 2008

HIKMAH REJEKI DAN PERENCANAAN KEUANGAN

" Kalau uang sudah habis, itu berarti rezeki sudah mau datang lagi. Kayak sumur saja kalau sumurnya kering, berarti hujan sudah mau turun" (Ustad Rahmad Abdullah)

"Yusuf berkata : "supaya kamu bertanam tujuh tahun lamanya sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan" (QS : Yusuf : 47)

"Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan" (QS : Yusuf : 48)

"Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur" (QS : Yusuf : 49)

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan" (QS : 28 : 77)

Selasa, 19 Agustus 2008

Merdeka Adalah : ........ just uneg-uneg

Maaf rekan-rekan, postingan kali ini agak lain ni.

Tanggal 17 Agustus menyapa kembali. Rutinitas seremonial upacara, lomba-lomba anak-anak maupun ortu masih mewarnai negeri ini. Saya ingat waktu kanak-kanak dulu begitu gegap gempitanya menyambut 17an. Penuh dengan dinamika, mulai dari berpartisipasi di acara sekolah, lomba, pentas seni, dll. Kenangan.

Saya tidak ingin menyoroti tentang makna kemerdekaan seperti layaknya media. . Banyak media menuliskan negeri ini sebenarnya sudah merdeka 63 tahun tetapi masih terjajah. Kemiskinan masih merajalela, pengangguran merebak,dll. Biasalah isi media banyakan yang negative dari positif.. Saya hanya ingin bertanya pada diri sendiri apakah saya sudah merdeka? Mungkin pandangan saya tentang merdeka berbeda dengan Anda, gak apa kan? Tulisan ini hanya uneg-uneg belaka, Anda boleh setuju atau tidak.

Bagi kacamata saya merdeka adalah :
1. Memiliki biaya hidup yang cukup untuk 2 tahun tanpa bekerja pada orang
lain. Banyak yang bilang bekerja pada orang lain identik dengan perbudakan karena tetap saja eksploitasi manusia pada manusia lain.
2 tahun bagi saya angka yang cukup karena di masa 2 tahun ini orang akan berusaha bagaimana caranya memiliki passive income yang lebih banyak tanpa harus memikirkan biaya hidup lagi.

2. Mampu bangun bisnis dan berwirausaha. Mengapa? Karena bagi saya hanya wirausaha mandiri yang mampu membuat orang berjiwa merdeka, bebas dari kemiskinan dll. Yang jelas jalur cepat menuju kemerdekaan eh kebebasan financial.

4. Merdeka adalah dimana kita gak perlu impor barang dari luar, kita bisa produksi sendiri. Gak perlu makan diluar.. harus masak sendiri.

5. Merdeka adalah dimana kita gak harus bermacet ria setiap pagi dan sore, bisa kerja di rumah gak perlu rapi tanpa mandi pun jadi. Hhii

6 Apa lagi ya.. merdeka artinya kita gak perlu belanja ke swalayan asing karena pasar tradisional kita bersih, murah, dan higienis lagi. Saya ingat teman saya yang baru pulang dari India disana orang belanja ke pasar tradisional dan gak banyak mall. Bisa memperkaya pengusaha pribumi deh.

7. Merdeka artinya bisa berlibur sepanjang hari tanpa membebani suami maupun istri.
Nah lho.

Merdeka apalagi ya cirinya… pikirkan sendiri. Karena aku sedang bermimpi. Hiii

Minggu, 10 Agustus 2008

Indahnya di kejar Ibu-Ibu

Rekan-rekan pembaca blog,

saya beri judul postingan ini karena minggu2 terakhir ini saya banyak dikejar ibu-ibu.
Sejak 2 minggu ini mengisi acara workshop keuangan keluarga di Moz5 Salon Bintaro dan Yayasan Sarah Tangerang, banyak sms dan dering hp dari para ibu-ibu yang mo curhat keuangan.
Mulai dari kesulitan ngatur uang karena hobi belanja, terlilit hutang, ada juga yang tidak tegaan mau nagih hutang, ada juga yang ditipu rekan dekat, sampai ada PHK wati mau mandiri mo buka usaha.
Bagi saya dikejar dan dihujani beban masalah orang lain terasa indah, karena bisa menjadi solusi bagi problem orang meskipun hanya sekedar solusi kecil dan bentuknya hanya nasehat, tetapi ketika ada secercah cahaya semangat pada ibu-ibu saya merasakan kelegaan yang luar biasa.

Sebagaimana tagline Kurnia Consulting,, menjadi tempatnya curhat keuangan semoga apa yang saya berikan mampu mengatasi problema ekonomi umat meskipun hanya setitik dan mampu menjadi bagian dari amal soleh.
Kurnia Consulting insya Allah hadir di tengah umat ini tidak hanya sekedar menjadi wadah dengan orientasi profit saja, tetapi akan hadir membawa misi juga untuk kemaslahatan umat khususnya dalam pemberdayaan ekonomi.

Saya juga merasa bangga pada kaum perempuan sekarang yang eranya bukan lagi stress dengan masalah keuangan tetapi langsung bangkit juga untuk mencari solusi untuk lepas dari keterpurukan.

Alhamdulillah kepedulian para pihak untuk memberdayakan ekonomi ummat semakin merebak. Seperti Yayasan Sarah Tangerang yang telah meluncurkan Komunitas Muslimah Berwirausaha, Semoga dapat menginspirasi para pihak untuk menggulirkan program yang sama. Untuk mengentaskan ekonomi saat ini dibutuhkan aksi nyata tidak sekedar wacana.

Demikian sekilas info dari workshop keuangan keluarga. Sayang belum ada foto yang ditampilkan disini. Insya Allah foto segera disusulkan.
Semoga bermanfaat

Wassalam

Minggu, 03 Agustus 2008

Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis

Rekan-rekan pembaca blog,

Banyak pertanyaan masuk ke email saya juga via komentar di blog ini perihal bagaimana cara memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Sebenarnya in bukan hal baru tetapi mudah-mudahan postingan ini bermanfaat.

Salah satu penyebab usaha kecil tidak bisa berkembang juga masalah ini dimana keuntungan usaha tergerogoti oleh kebutuhan pribadi. Atau sebaliknya ketika usaha merugi maka uang pribadi tersedot akhirnya tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Walaupun kita yang memiliki usaha bukan berarti kita bebas mempergunakan uang usaha sesuka hati kita, karena ini bisa menganggu arus kas usaha. Lalu apakah kita sama sekali tidak boleh mempergunakan uang usaha sama sekali, kalau boleh seberapa besar sih boleh diambil. Nah tips-tip berikut ini mungkin bisa membantu.


1. Memisahkan uang usaha dan pribadi artinya bukan berarti Anda tdak boleh menggunakan hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Boleh-boleh saja karena Anda kan memiliki hak untuk mendapatkan uang dari jerih payah Anda, tetapi yang jadi masalah sebenarnya adalah berapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang.

Setiap transaksi hendaknya dilakukan pencatatan dengan rapi setiap harinya dan dievaluasi setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk modal belanja isi warung, dan dari catatan itu akan terlihat berapa sih sebenarnya keuntungan warung setiap hari dan mingguan, sehingga akhirnya bisa diketahui juga keuntungan bulanan.

Nah dari keuntungan yang tercatat tadi coba alokasikan sesuai formula 10 : 10 : 20 : 30 : 30, apa artinya? 10 % untuk zakat, 10 % untuk ditabung atau diinvestasikan pribadi, 20 % buat ditabung untuk pengembangan usaha, 30 % buat bayar cicilan hutang modal, dan 30 % buat keperluan pribadi. Jadi Anda boleh ambil 30 % saja dari keuntungan lho, bukan dari omset.

2. Alternatif lain untuk mengambil sebagian uang usaha dengan menggaji dirinya sendiri. Dari pencatatan yang rapi akan terlihat berapa keuntungan riil dari usaha, barulah kita bisa perkirakan berapa gaji yang layak untuk diambil memenuhi kebutuhan pribadi. Cara ini dilakukan bila keuntungan usaha Anda stabil dan tidak mudah naik turun. Jadi bisa menggunakan gaji tetap secara mingguan atau bulanan. Kalau usaha kita naik turun bisa dengan menggunakan prosentase omset misalnya 20 % dari omset. Dengan demikian jika usaha sedang turun maka kita tidak membebani.

3. Bila Anda menggunakan rekening untuk bertansaksi usaha atau menyimpan uang hasil penjualan usahakan tidak bercampur dengan rekening pribadi. Karena jelas akan tercampur uang pribadi dan usaha. Anda harus punya 2 rekening yang berbeda, satu rekening usaha, dan satu rekening pribadi. Bila akan ambil sebagian uang usaha untuk kebutuhan pribadi lakukan transfer sejumlah uang dari rekening usaha ke rekening pribadi Anda.

4. Bila memungkinkan dan punya dana cukup gunakan software akuntansi untuk dalam pencatatan keuangan usaha Anda. Dengan software ini pencatatan keuangan bisa dilakukan lebih professional dan rapi, sehingga Anda juga tidak memiliki celah untuk seenaknya ambil uang usaha untuk kebutuhan pribadi.

Kunci dari keberhasilan pengelolaan uang usaha adalah harus komitmen agar tidak mudah ambil uang buat pribadi meskipun kita sedang butuh. Bila terpaksa ambil, maka harus dicatat dan dikembalikan segera. Pendeknya harus tertib catat mencatat dan disiplin dengan diri sendiri. Ini yang tidak mudah tetapi harus dilakukan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Terima kasih

Wassalam
Sri Khurniatun
Managing Director Kurnia Consulting
www.srikhurniatun.blogspot.com
email : kurnia_09@yahoo.com
ym : kurnia_09